
[[ Mendapatkan Perhatian Dari Zhao Bingyan ]]
[[ Sistem memberikan poin B +100 ]]
[[ Menolong Guru Besar Sekte Yin Lang ]]
[[ Sistem memberikan poin B +150 ]]
[[ Membuat Leluhur Sungai tersulut emosi ]]
[[ Sistem memberikan poin C+50 ]]
[[ Sisa poin akhir +2000 ]]
Mu Chen Xiao yang melihatnya tidak terlalu terkejut karena sistem memberikannya banyak poin. Ia hanya bingung mengapa Mu Chen Xiao yang asli sangat sedih ketika ia tahu kalau sebenarnya ia tidak bisa berkultivasi dengan baik.
Ketika keduanya masih berada di dalam hutan yang sama, Mu Chen Xiao masih mencium aroma lembut dari pakaian Zhao Bingyan yang saat ini ada di hadapannya. Kedua tangannya tidak berhenti memegang kerahnya yang terlipat dan pandangannya sangat tidak ingin melihat siapapun saat ini.
"Xiao'er! Kamu masih terjaga?" Tanya Zhao Bingyan setelah dia melihat kedua tangan Mu Chen Xiao yang bergerak dan terus memegangi kerah pakaiannya.
Mu Chen Xiao yang terkejut, hanya mengangguk dan setelah itu ia terdiam kembali, menunggu Zhao Bingyan yang bertanya duluan mengenai dirinya.
Ini adalah pertama kalinya Mu Chen Xiao merasa sesedih ini. Perasaan dari Mu Chen Xiao yang asli, benar-benar terasa dan mengalir padanya. Ia begitu sedih ketika ia tahu kalau dirinya tidak bisa berkultivasi sepenuhnya dan sangat sulit untuk naik tingkat yang berikutnya.
__ADS_1
Sepertinya, satu-satunya orang yang ingin membunuh Zhao Bingyan hanya Mu Chen Xiao saja. Sedalam itukah dendam mu di kehidupan sebelumnya sehingga kau merasa tidak rela dengan penurunan mu saat ini?
”Pertama kalinya aku melihatnya seperti ini. Aku sudah merasakan kalau kekuatan spiritual saat ini berada di level tiga alam bumi. Ternyata, bisa selambat itu meskipun sudah dibantu dengan pil elemen manusia tingkat langit?” batin Zhao Bingyan yang memperhatikan.
"Xiao'er, kamu baik-baik saja?"
Mu Chen Xiao tertegun dan ia pun terdiam untuk beberapa saat. Ia berpikir maksud kata 'baik-baik saja' yang Zhao Bingyan ucapkan, apakah itu artinya dia sedang bertanya tentang keadaan fisiknya atau keadaan mentalnya setelah ia tahu kalau ia tidak bisa berkultivasi sepenuhnya?
Pada akhirnya, ia pun menjawab, "Aku tidak mengerti apa yang Guru besar maksudkan."
Melihat Mu Chen Xiao yang sepertinya sangat sedih, membuat Zhao Bingyan merasa bersalah karena tidak bisa melindunginya sebagai Guru besarnya sendiri. Ia pun menundukkan kepalanya dan mencium kepala Mu Chen Xiao ketika ia masih menggendongnya.
Mu Chen Xiao sangat terkejut ketika Zhao Bingyan benar-benar melakukannya dan ia berhasil membuatnya terdiam seribu kata dengan wajah yang tenggelam dalam kebingungannya sendiri.
"Maaf, aku tidak bisa melindungimu. Sebagai Guru besar, seharusnya aku bisa melindungi kalian semua akan tetapi, aku kalah di tengah-tengah pertarungan. Pada awalnya, aku turut senang ketika melihat salah satu murid ku, berhasil membunuh seseorang yang berada di level sembilan dunia bawah. Akan tetapi, setelah orang itu muncul, semuanya jadi berantakan. Seharusnya aku tahu kalau, aku tidak bisa mengatasi hal ini sendirian. Saat murid-murid sekte telah diprioritaskan, aku menyia-nyiakan banyak kekuatan yang mungkin bisa membantuku. Salah ku sendiri karena terlalu lemah dan tidak bisa melakukan apa yang aku katakan."
Jika Pei Zhuo adalah kunci dari strategi mereka, mengapa Zhao Bingyan tidak pergi menemuinya untuk mengatakan apa yang seharusnya ia lakukan. Lalu, ada apa dengan Zhao Yuan si tua bangka itu yang tidak juga keluar ketika duel pertarungan sedang berlangsung di antara mereka. Lalu, si nenek tua Li Chu Yi, jika dia memang menyukai Zhao Bingyan, seharusnya ia segera bergerak untuk membantunya. Apakah dia tidak bisa memberontak terhadap ucapannya?
"Guru besar! Sebenarnya ada hal yang membuatku sangat penasaran. Mengapa Guru besar menyelamatkanku sebelum Guru besar mengetahui darimana asalku? Bagaimana jika aku sebenarnya adalah anak dari Mu Chou Ran? Bukankah guru sangat membencinya?" Tanya Mu Chen Xiao dengan penasaran hingga membuat Zhao Bingyan tertegun dan terdiam sesaat.
Zhao Bingyan berpikir sebelum menjawab, "Jika seorang Ayah mampu menerima dan memaafkan anaknya meskipun ia telah mengangkat pedang untuknya maka, aku tidak kurang dari itu semua. Jika aku sudah menyukai mu, maka tidak ada yang bisa menghentikanku meskipun kamu seorang penjahat. Dan jika benar kau adalah penjahatnya maka, aku tidak punya pilihan lain selain memaksamu untuk kembali pulang."
Mu Chen Xiao terkejut dan langsung menatap tidak percaya ke arah Zhao Bingyan. Padahal ia hanya menjadikan alasan mengapa dia menganggap Zhao Bingyan seperti Ayahnya karena ingin menghindari semua pertanyaan. Akan tetapi, sepertinya Zhao Bingyan menganggap ini serius.
__ADS_1
”Apa jangan-jangan,... Seperti dugaanku, otaknya sudah belok?!” batin Mu Chen Xiao yang terkejut tidak percaya dengan dugaannya saat ini.
"Xiao'er sedang menduga sesuatu tentangku?" Tanya Zhao Bingyan yang tersenyum begitu melihat ekspresi Mu Chen Xiao saat ini.
Mu Chen Xiao terkejut dan langsung menjawab, "Tidak, tidak! Aku tidak berpikir apapun." Ucapnya dengan canggung dan mengalihkan pandangannya kembali ke arah sebaliknya.
Sesaat, keduanya pun terdiam tanpa ada satupun yang berbicara di sana. Zhao Bingyan berjalan melewati beberapa batang pohon besar yang menancap di atas tanah dengan masih menggendong Mu Chen Xiao di atas kedua tangannya.
Ia jelas-jelas ingin menurunkannya saat ini juga namun, karena dia masih belum memintanya, Zhao Bingyan terpaksa harus menahannya sampai ia meminta untuk turun.
Zhao Bingyan berdeham sebelum akhirnya dia berkata, "Aku kagum karena Xiao'er bisa menempuh Young Master level tiga tanpa bantuanku. Bagaimana kamu bisa mendapatkannya?"
Mu Chen Xiao tertegun dan wajahnya pun terlihat bingung untuk menjelaskannya. Jika saja, ia mengatakan hal yang sebenarnya kalau ia mendapatkan kekuatan ini karena tidak sengaja melihat Xiong Yu dan Chi Yu yang telanjang di hadapannya, mungkin Zhao Bingyan akan menganggapnya sebagai orang mesum akut!
”Bagaimana menjelaskannya, ya?” batin Mu Chen Xiao sambil berpikir sebelum akhirnya ia menjawab, "Ah, soal itu sangat sulit untuk dijawab. Anggap saja aku mendapatkan keberuntungan."
Zhao Bingyan terdiam sejenak sebelum akhirnya ia menjawab, "Baiklah, jika Xiao'er tidak ingin menjawabnya. Lalu, membicarakan tentang penugasan dari Istana. Sepertinya besok adalah hari yang sibuk. Aku akan menyuruh dua puluh orang murid untuk memburu para hantu yang berkeliaran di luar akan tetapi, aku masih belum menemukan satu orang lagi untuk pergi ke lembah Dao Xun."
Mu Chen Xiao menatap heran dan bertanya kembali, "Mengapa Guru besar tidak pergi bersama saudara Wei Lu atau kakak seperguruan Shan Feng?" Ucapnya dengan sedikit terpaksa saat menyebut nama mereka berdua.
"Hmm,... Bagaimana ya. Shan Feng dan Wei Lu sudah aku tugaskan untuk memburu hantu yang ada di luar Sekte. Sedangkan murid-murid yang lain,... Mereka menolaknya mentah-mentah karena tidak ingin terlibat dengan ketiga Sekte lainnya." Ucapnya dengan nada putus asa dalam benaknya.
”Mereka beneran gak guna!” batin Mu Chen Xiao yang terkejut setelah mendengarnya berbicara. Ia pun akhirnya berpikir sebelum menjawab, "Kalau Guru besar tidak keberatan, Guru besar bisa melibatkan ku dalam hal ini. Setidaknya, aku bisa menganggap ini sebagai penguasaan pertamaku."
__ADS_1
Zhao Bingyan tersenyum simpul sebelum akhirnya ia berkata dengan wajah sumringah, "Benarkah? Kalau begitu kita akan berangkat pagi-pagi sekali."
”Cepat sekali senangnya! Otaknya beneran belok!” batin Mu Chen Xiao yang terkejut begitu ia melihat wajah sumringah Zhao Bingyan setelah ia menawarkan dirinya untuk membantu penugasan mereka di tahun ini.