Chaos System

Chaos System
Chapter. 103 - Terjebak Di Kota Jiangyan


__ADS_3

"Tuan muda, kau yakin bisa berjalan sendiri?" Tanya Xing Ruo setelah ia melihat Mu Chen Xiao yang tampaknya sangat kesulitan untuk berjalan ketika mereka sudah sampai di tengah-tengah kota Jiangyan.


Mu Chen Xiao yang kesulitan berjalan, terlihat mengeluarkan banyak keringat dan ia hanya berpegangan pada sebuah tongkat kayu yang membantunya berjalan.


Jika saja kejadian kemarin tidak benar-benar terjadi, mungkin aku sudah bisa berjalan sendiri. Yan Ling Lao! Dia sungguh menyebalkan! Sebenarnya, apa tujuanmu membawaku kemari hingga membuat ku repot-repot seperti ini?!


"Ahh,... Aku baik-baik saja. Aku bisa berjalan sendiri." Jawab Mu Chen Xiao saat ia menoleh ke arah Xing Ruo yang berjalan di sebelahnya.


Belakangan ini, kota Jiangyan menjadi sangat ramai dibandingkan dengan tiga tahun lalu. Padahal, orang-orang ini tahu kalau keluarga Mu telah dihancurkan bertahun-tahun lalu. Mereka juga tampak tenang seperti biasanya dan bahkan hampir semua orang di sini mulai membuka kedai kecil-kecilan.


”Kira-kira apa yang membuat mereka bisa hidup setenang ini?” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya. ”Haah,... Setidaknya tidak ada masalah di tempat kecil ini—"


DUAKK!!!


"Tuan muda!"


Baru saja ia mengatakan hal itu, dari belakang tiba-tiba saja seseorang mendorongnya dengan keras sehingga membuatnya terbanting ke depan bersamaan dengan orang yang telah mendorongnya.


Orang itu adalah seorang gadis berumur sepuluh tahun, dengan hanfu biru dan hiasan bunga Meihua yang ada di rambutnya dan aromanya mirip sekali dengan bunga Prem.


"GOB—! JALAN LIHAT-LIHAT!" Teriak Mu Chen Xiao setelah gadis tersebut menginjak kakinya yang terluka dan membuat perhatian semua orang tertuju padanya.


Tidak lama setelahnya, gadis itupun terduduk dengan masih menindih tubuhnya. Wajahnya tidak berekspresi dengan tatapan dingin yang tidak bersahabat.


"Beginikah caramu menyambut seseorang yang pernah menolongmu sekali?" Tanya gadis tersebut dengan suara dingin dan membuat Mu Chen Xiao langsung menoleh ke arahnya karena merasa mengenali suara ini.


Mu Chen Xiao menjadi sangat terkejut begitu ia tahu kalau gadis ini adalah Ying Tian, adik perempuan dari Hao Shu dan murid dari Xu Wuya.


”Oh, ya. Tempat ini sangat dekat dengan pegunungan Jinya. Wajar saja jika gadis galak ini berada di Jiangyan.” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan.


"Eee,... Nona! Bisakah kau pergi darinya? Tuan muda sedang mengalami cedera. Nona bisa memperparah keadaannya." Ucap Xing Ruo pada Ying Tian yang masih berada dalam posisi yang sama.


Ying Tian tampak cuek dan ia pun menatap ke arah Mu Chen Xiao dengan tatapan marah sambil melipat tangannya.


"Huh! Kau pikir aku tidak mengetahuinya?!" Tanya Ying Tian yang masih memelihara ekspresinya yang sama.


Setelah dia mengakhiri kalimatnya, Ying Tian langsung berbalik dan memegang kaki Mu Chen Xiao yang terluka menggunakan kedua tangannya.

__ADS_1


"H- hei! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia melihat Ying Tian melakukan sesuatu terhadapnya.


"Diamlah sedikit!" Ucap Ying Tian dengan paksa saat ia terus menarik kaki Mu Chen Xiao yang terluka.


Xing Ruo yang melihat hal itu terlihat panik dan berkata, "Nona! Tolong hentikan itu!" Ucapnya saat mencoba untuk menghentikan Ying Tian melakukan pengobatannya.


Ying Tian tampak mengabaikan semua perkataan itu dan ia tetap berfokus pada apa yang dikerjakannya sekarang ini. Ia memegang kaki kanan Mu Chen Xiao dan kemudian, ia pun menariknya dengan paksa sehingga membuat Mu Chen Xiao menjerit kesakitan.


”Aduh,... Duh,... Mati aku. Apa dia mencoba untuk membunuhku?” batin Mu Chen Xiao yang terlihat kesakitan saat Ying Tian menarik kakinya yang patah.


Setelah ia selesai, Ying Tian berdiri kembali di sebelahnya dan berkata, "Bangunlah! Apakah kau tidak sadar kalau aku sudah mengobati lukamu?" Ucapnya dengan keras dan wajah cuek yang masih terpelihara.


Mu Chen Xiao terkejut ketika ia tidak lagi merasa sakit pada bagian kakinya. Ia juga merasa kalau keadaannya saat ini sedang baik-baik saja dan lukanya telah pulih sepenuhnya.


”Bagaimana ia melakukannya secepat ini?” batin Mu Chen Xiao yang masih tidak percaya dengan pengobatan yang baru saja dilakukan oleh Ying Tian padanya.


"Tuan muda, kau baik-baik saja?" Tanya Xing Ruo yang terlihat mengkhawatirkannya.


Mu Chen Xiao menoleh ke arahnya dan menjawab, "Aku baik-baik saja, mungkin?" Ucapnya sambil mencoba untuk berdiri tanpa dibantu dengan tongkat kayu miliknya.


"Berterima kasihlah padaku karena kau telah berhutang budi padaku!" Ucap Ying Tian sambil melipat tangannya dan menatap ke arah Mu Chen Xiao dengan tatapan cuek.


"Kau ingin aku mematahkan kakimu lagi?!" Bentak Ying Tian yang berhasil mengundang perhatian banyak orang di sana dan memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya.


"Aduh! Kau ini ribut sekali! Ada berapa banyak mulutmu itu?!" Balas Mu Chen Xiao dengan nada keras sehingga mereka benar-benar menjadi perhatian semua orang yang ada di sana.


"B*jingan! Kau benar-benar tidak tahu berterima kasih!"


"Cewek s*nting! Jika aku dipaksa menikah dengan cewek sepertimu, aku lebih baik menikah dengan keledai!"


"Ee,... Tuan muda! Tenang sebentar." Ucap Xing Ruo saat ia mulai merasakan adanya hawa peperangan di antara mereka berdua namun, ia tidak mendapatkan tanggapan dari mereka. ”Apa yang harus aku lakukan? Padahal aku dituntut untuk selalu melindungi Tuan muda. Akan tetapi, nona ini seketika muncul dan membuat suasana semakin memanas.” pikir Xing Ruo saat memperhatikan mereka berdua.


"Aduh,... Kalian berdua ribut sekali sejak masih berada di pegunungan. Bagaimana jika aku membuat kalian berdua bertunangan?" Ucap seorang pemuda yang sekarang ini muncul di belakang mereka dan orang itu adalah Hao Shu.


"Tetua Hao Shu! Bagaimana Anda bisa di sini?" Tanya Xing Ruo yang sangat terkejut dengan keberadaannya.


Hao Shu melebarkan kipas lipatnya yang pada akhirnya menutupi sebagian dari wajahnya. "... Sepertinya baru saja. Yan'er dan yang lainnya mungkin akan sampai kemari." Ucapnya sambil mengalihkan perhatiannya.

__ADS_1


”Apakah ini yang dinamakan sebuah keajaiban?” batin Mu Chen Xiao saat ia memperhatikan Hao Shu yang telah berdiri di hadapannya.


"Shu Gege!" Seru Ying Tian yang langsung berlari menghampiri Hao Shu dan memeluk pinggangnya sambil menatap sinis ke arah Mu Chen Xiao. "... Shu Gege! Orang ini mencoba untuk melukaiku padahal aku telah mengobati lukanya. Dia bahkan tidak berterima kasih padaku karena telah menyelamatkannya dua kali." Ucapnya dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


Hao Shu mengusap ruang di antara kedua alisnya dan berkata, "... Memang tidak ada cara lain untuk membuat kalian berdua akrab. Apa mungkin aku harus membuat kalian bertunangan?"


"GOB—! Mana mungkin aku ingin bertunangan dengan cewek gila kayak dia!" Ucap Mu Chen Xiao dengan keras sambil menunjuk ke arah Ying Tian yang masih memeluk pinggang Hao Shu.


Tepat setelah ia mengakhiri kalimatnya, sebuah tendangan tiba-tiba saja mendarat di wajahnya hingga membuatnya terhempas dan menabrak beberapa keranjang yang ada di belakangnya.


"Tidak boleh ada seorangpun yang berbicara buruk dengannya." Ucap Hao Shu dengan dingin dan tatapan membunuh yang kejam.


”.....”


”.....”


"Mu Chen Xiao? Kau kah itu?" Tanya seorang pemuda yang sekarang ini sedang berdiri di atas seekor kuda putih yang bercahaya.


Orang itu adalah Zhao Bingyan!


Mengetahui kalau pemuda itu adalah Zhao Bingyan, Mu Chen Xiao langsung saja berlari ke arahnya dan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Ying Tian terhadapnya.


"Guru besar Zhao! Tetua Hao telah memukulku dengan sadis sekali! Aku tidak sengaja mengejek nona Ying dan tikus tua itu langsung memukulku dengan keras!" Ucap Mu Chen Xiao dengan tatapan berkaca-kaca karena mengadu.


”....?”


Zhao Bingyan tidak berekspresi saat menatap ke arah Hao Shu dan ia juga tidak bisa berkata-kata setelah Mu Chen Xiao mengatakan hal itu padanya.


”Menjijikan sekali!” batin Ying Tian setelah pandangannya teralihkan ke arah Mu Chen Xiao yang sedang mengadu.


Sementara ini, di tempat Yan Ling Lao berada saat ini. Terdapat seorang pemuda berpakaian hitam dan bermata biru yang sekarang ini telah berlutut di hadapannya. Dia adalah orang yang telah memasang mantra teleportasi di kediaman Zhao Bingyan dan perpustakaan Jing Shen.


"Kau melakukannya dengan sangat baik bahkan lebih dari pasukan bayangan yang aku kirim kemarin. Pada akhirnya, aku bisa melihat kualitas tulang yang dimilikinya." Ucap Yan Ling Lao pada seorang pemuda yang berada di hadapannya saat ini.


"Aku mencoba untuk tidak mengecewakanmu." Jawab pemuda tersebut dengan senyum sinisnya.


"Tapi, sayang sekali aku tidak bisa melepaskan segel api Liu darinya."

__ADS_1


"Serahkan padaku. Long'er akan melakukannya dengan baik tanpa sepengetahuan siapapun."


__ADS_2