
"Kami mohon maaf Tuan muda! Kami terpaksa melakukannya karena kondisi Guru besar Zhao benar-benar sudah sekarat!" Ucap salah seorang tabib setelah ia menjadi babak belur karena dihajar oleh Mu Chen Xiao yang sedang marah.
Mu Chen Xiao yang masih berapi-api, menarik kerah salah seorang tabib yang baru saja menjelaskan situasinya. Ia terlihat marah dengan senyum seringai yang tampak di wajahnya. "... Bagaimana kau bisa menjelaskan situasinya sekarang? Bukankah kalian yang baru saja membuatku dalam bahaya?!" Ucap Mu Chen Xiao dengan dingin sehingga membuat keempat tabib tersebut merasa ngeri melihatnya.
"Kami mengatakan hal yang sebenarnya. Jika Tuan muda tidak percaya, Anda bisa memeriksa kondisi fisik Guru besar Zhao sekarang." Ucap tabib tersebut sambil berusaha untuk menenangkan Mu Chen Xiao yang sedang marah.
Tidak lama setelah ia berapi-api karena amarahnya, Mu Chen Xiao akhirnya melepaskan pegangannya dan melihat ke arah Zhao Bingyan yang saat ini masih berbaring di kasurnya. Ia terlihat lemah dan wajahnya tampak menahan sakit karena hawa kekuatan asing yang terus masuk ke dalam tubuhnya.
Hawa kekuatannya telah meledak satu kali dan jika itu terjadi dua kali, sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi. Bisa saja dantian dalam dirinya akan hancur karena kekuatan spiritual yang diterima olehnya terlalu banyak. Dan satu-satunya cara agar dantiannya selamat adalah, menahan segala kekuatan asing yang terus memenuhi tubuhnya.
"Ya, itu adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan saat ini. Apakah harus aku yang melakukan semuanya?" Gumam Mu Chen Xiao saat ia memandangi tangannya sendiri.
"Tuan muda! Apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?" Tanya seorang tabib di belakangnya.
"Pak tua bangka yang tidak berguna!" Mu Chen Xiao mencibir sambil melipat tangannya setelah ia melihat kondisi Zhao Bingyan secara keseluruhan. "... Orang bodoh mana yang melibatkan hal ini dengan seorang tabib dan peramu?! Jelas-jelas kalau masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh mereka!" Ucap Mu Chen Xiao dengan nada kesal setelah ia mengetahui dimana titik masalahnya.
"Memangnya apa yang bisa kita lakukan untuk Guru besar Zhao?"
Mu Chen Xiao mendengus dan menjawab, "Masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh kalian. Bagaimanapun juga, hal ini tidak akan melibatkan nyawa seseorang. Guru besar Zhao pasti sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Dan orang yang paling dibutuhkan saat ini, bukanlah tabib ataupun seorang peramu melainkan seseorang yang ahli dalam membaca dan menggunakan mantra dalam sebuah ritual gelap."
"Lalu, Ritual apa yang mungkin bisa digunakan?"
Mu Chen Xiao berpikir sebelum menjawab, "Ritual pelurus spiritual yang pernah digunakan untuk meluruskan kekuatan spiritual para pasukan Xingyue yang akan berubah menjadi hantu. Namanya adalah Ritual Shen Qi."
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 80 ~...
__ADS_1
Lembah Shan Bu, kekuasaan Sekte Yin Lang saat ini sedang ramai karena mereka kedatangan kembali Tuan muda mereka yang merupakan anak dari Patriark Sekte. Namanya adalah Mifeng dan lengkapnya, Jin Mifeng.
"Hormat untuk Tuan muda Jin!" Teriak seorang pemuda yang saat ini berada di salah satu barisan terdepan ketika mereka menyambut kedatangan Jin Mifeng setelah ia pergi meninggalkan Sekte untuk berguru pada arwah pegunungan yang alirannya sangat berlawanan dengan arwah pegunungan Jinya.
Seorang pemuda yang berumur dua puluh dua tahun, berdiri di barisan paling depan para murid-murid sekte yang ikut dengannya. Ia memakai pakaian hitam bercorak putih di sekitarnya. Ia juga memiliki wajah yang terlihat licik dan tidak berpendidikan dengan bibir tipis seperti pedang.
Jin Mifeng adalah satu-satunya anak dari Patriark Sekte Yin Lang bernama, Jin Qinwu. Kedua pasangan Ayah dan anak ini, memiliki pemikiran yang sama persis dan tujuan yang sama. Yaitu, menghancurkan dinasti Zhang yang telah memusnahkan dinasti Yan dan raja-raja terdahulu yang begitu menginginkan kekuatan.
"Jin Mifeng! Sepertinya kau belajar banyak dari pegunungan Qunya. Katakan, seberapa kuat kau sekarang ini?" Tanya Jin Qinwu yang berjalan menghampirinya tanpa diawasi oleh siapapun di sebelahnya.
"Banyak sekali yang aku pelajari di sana termasuk, bagaimana menghancurkan raja-raja saat ini." Jawab Jin Mifeng dengan senyum seringai dan ekspresi membangga-banggakan dirinya.
"Aku akan menyambut kedatanganmu sekarang. Mari kita adakan perjamuan besar-besaran untuk merayakan hal ini." Ucap Jin Qinwu sambil merangkul pundak Jin Mifeng seperti biasa.
Dibalik semua kesenangan itu, terlihat Shang Ren yang berdiri pada salah satu tiang gerbang masuk Sekte dan sedang bersama seorang wanita berjubah hitam di belakangnya. Ia sedang memperhatikan bagaimana reaksi orang-orang ini ketika Jin Mifeng datang kembali ke perguruan mereka. Tatapannya terlihat dingin dan matanya tidak pernah teralihkan ke arah Jin Mifeng yang sedang merayakan kedatangannya sendiri.
Shang Ren mengangkat kepalanya kembali dan mengalihkan pandangannya dari Jin Mifeng yang baru saja memasuki salah satu ruangan. Ia menatap langit yang tampak mendung dan menoleh ke arah wanita berjubah hitam yang ada di belakangnya.
"Ye Xing! Bisakah kau melakukannya?" Tanya Shang Ren pada wanita yang ada di belakangnya.
"Maksud Tuan, Anda ingin saya menghabisi seluruh keluarga Jin?"
"Ya. Lakukan mereka dengan baik dan jangan sampai ada seorangpun yang lepas. Selain itu, jangan sampai wajahmu terlihat di depan orang-orang sana."
Sementara ini, kembali lagi pada keadaan di Sekte Hua Jian ketika mereka menemukan cara untuk memulihkan keadaan Zhao Bingyan dengan melakukan mantra Shen Qi. Hal itu membuat Zhao Yuan sangat terkejut karena ia tidak memiliki satupun murid yang bisa melakukan itu semua. Bagaimanapun juga, mantra itu telah hilang ratusan tahun lalu dan biasa digunakan oleh keempat Raja Xingyue untuk memperbaiki para pasukannya yang telah rusak.
"Bagaimana aku bisa melakukannya? Tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana cara melakukannya. Kau juga pastinya tidak mengetahui hal itu dan hanya melihatnya ketika kau sedang membaca buku. Apakah tidak ada cara yang lain?" Jelas Zhao Yuan ketika Mu Chen Xiao menyampaikan hal itu di ruangannya bersama dengan keempat tabib lainnya.
__ADS_1
"Kau itu sebenarnya peduli dengan anakmu sendiri atau tidak?! Satu-satunya cara adalah melakukan mantra Shen Qi untuk menghindari masuknya kekuatan asing dalam dirinya!" Bentak Mu Chen Xiao karena ia tidak tahan dengan sikap keras kepala Zhao Yuan.
"Lalu, apakah kau bisa melakukannya?"
"Hah? Kau sungguh percaya pada anak sekecil diriku?! Usiaku baru saja sepuluh tahun dan kau sudah membuatku bertaruh nyawa?!" Tanya Mu Chen Xiao yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Zhao Yuan.
"Jika kau tidak melakukannya maka, nyawa para tabib yang ada di belakangmu akan terancam!" Jawab Zhao Yuan dengan nada mengancam sehingga membuat keempat tabib tersebut hanya diam mendengarkan mereka berbicara.
Mu Chen Xiao menoleh ke arah keempat tabib tersebut dan ia juga merasa kasihan jika mereka harus mati hanya karena ia tidak mau menyembuhkan Zhao Bingyan dengan segera.
Ia pun menghela nafasnya dan menjawab, "Baiklah akan aku lakukan akan tetapi, ini adalah yang terakhir kalinya! Jika kau memaksaku untuk melakukannya, aku pasti tidak akan peduli lagi meskipun harus ada yang mati!"
Zhao Yuan menatap dingin ke arahnya dan berkata kembali, "Baiklah. Adakah yang kau butuhkan saat melakukannya?"
Mu Chen Xiao berpikir sebelum menjawab, "Aku membutuhkan empat orang dewasa untuk melakukannya."
"Untuk apa?"
"Aduh,... Tentu saja untuk menjaga mantranya agar tidak cepat rusak!"
Zhao Yuan memasang ekspresi terkejut dan ia pun menatap sekeliling. Ia bertanya-tanya siapa yang mungkin akan melakukannya dan membantunya untuk memulihkan keadaan Zhao Bingyan yang hampir saja sekarat. Dan tidak lama setelahnya, Li Chu Yi muncul dari barisan para murid-murid sekte sambil mengangkat lengan bawahnya.
"Aku akan menjadi salah satunya." Ucap Li Chu Yi dengan wajah serius.
”Pufft! Sepertinya ia tidak ingin kehilangan calon suaminya.” batin Mu Chen Xiao yang diam-diam tertawa dalam benaknya begitu ia melihat Li Chu Yi mengajukan diri.
Lalu, disusul dengan Cheng Xing Xian dan Pei Zhuo yang juga mengajukan dirinya untuk membantu memulihkan keadaan Zhao Bingyan ditambah lagi dengan Zhao Yuan yang juga mengangkat tangannya. Dengan begitu, mungkin saja ritual ini akan segera terselesaikan.
__ADS_1
”Mam pus lah! Tamatlah riwayat ku jika tetap melakukannya.” batin Mu Chen Xiao kembali sambil mengusap ruang antara kedua alisnya.