Chaos System

Chaos System
Chapter. 45 - Pasukan Istana


__ADS_3

Ratusan hantu yang berada di sekitar mereka, akhirnya mulai menyerang. Hantu-hantu ini memiliki taring taring yang tajam dan kuku mereka yang panjang dan mampu menggores apapun yang ada di depan mereka. Dan begitu Zhao Bingyan merasakan hal yang sama, ia segera membuat dinding penghalang yang terbuat dari api yang menyala-nyala sehingga mereka akan menjadi abu begitu menyentuh penghalang tersebut.


”Untuk membuat dinding penghalang ini, pasti menghabiskan banyak kekuatan spiritual.” gumam Li Zhu yang terlihat takjub setelah ia melihat kekuatan seorang Grandmaster level empat.


"Berhenti memperhatikan ku! Lihat di atas kepala kalian!" Ucap Zhao Bingyan secara mendadak sambil menoleh ke arah mereka yang sedang berbaris di belakangnya.


Udara yang ada di sekitar mereka menjadi lembab dan penuh sesak dengan bau anyir dimana-mana. Karena merasa ada yang mendekat, semua orang di sana langsung melihat ke atas dan benar saja, terdapat ratusan hantu yang saat ini sedang jatuh di atas kepala mereka.


Di saat suasana mulai sangat mengkhawatirkan, sebuah atap yang terbuat dari api yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Zhao Bingyan, mendadak muncul di atas kepala mereka semua dan para hantu tersebut langsung berubah menjadi abu begitu terkena bara apinya walaupun sedikit.


"Jangan sombong dulu. Bukan kau saja yang bisa melakukan hal mudah seperti ini." Ucap Yan Fengying yang memunculkan sebuah atap yang terbuat dari api yang lebih kuat dari milik Zhao Bingyan.


"Sekarang bukan saatnya untuk saling berkompetisi. Mereka bisa muncul dimana saja dan bahkan di bawah kakimu." Jawab Zhao Bingyan.


"Aku saja yang mengurus mereka yang ada di bawah tanah." Ucap Gu Qiaomei yang melepaskan kekuatan spiritualnya di bawah tanah dan memancarkan sebuah gelombang tak terlihat sehingga membunuh sebagian besar dari para hantu yang bersembunyi di bawah kaki mereka.


"Aku tidak menyangka kita memiliki tiga orang yang berada di tingkat Grandmaster. Tugas ini pasti akan cepat selesai." Ucap Yun Qing yang tiba-tiba bersemangat sambil mengibas kipas lipatnya.


"Jadi, kau memilih untuk menjadi satu-satunya yang tidak berguna di sini?" Tanya Jiao Biao yang mencibir Yun Qing hingga membuat emosinya meluap-luap.


"Oh, jadi kau adalah wanita j*lang yang selalu merebut suami orang lain?" Balas Yun Qing dengan nada emosional yang mulai memuncak.


"H-hentikan! Sekarang bukan saatnya untuk bertengkar seperti ini." Ucap Li Zhu yang mencoba untuk menenangkan mereka berdua yang mulai berapi-api.

__ADS_1


Shang Ren terlihat terdiam sejak tadi. Ia tidak pernah ingin berbicara dengan orang-orang yang ada di sekitarnya dan merasa tidak terganggu ketika Yun Qing dan Jiao Biao memulai peperangan. Ia hanya memejamkan matanya sesaat seolah-olah ia sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting. Ekspresinya benar-benar tidak terbaca apakah ia sedang mengkhawatirkan seseorang atau ia merasa sangat kuat di antara mereka semua yang ada di sekitarnya. Yang jelas, ia lebih terlihat sedang mengkhawatirkan seseorang melewati gerakan-gerakan yang ia lakukan semenjak ia berjalan menuju lembah Dao Xun. ”Jika yang dia khawatirkan adalah Mu Chen Xiao, untuk apa dia melakukan hal itu? Bukankah dia sendiri yang mendorongnya dan membiarkannya dimakan oleh mulut besar tadi?” batin Zhao Bingyan yang diam-diam memperhatikan.


Begitupun juga dengan Gu Qiaomei yang sejak tadi menunjukkan wajah pahitnya. Ia enggan menoleh ke arah Zhao Bingyan dan terus saja memberikan tatapan dingin pada semua orang yang ada di sana. Karena ia telah mengetahui kebenarannya, Gu Qiaomei semakin bernyali besar untuk segera membunuh Zhao Bingyan setelah tugas ini selesai dilakukannya.


Tidak ada seorangpun di sana yang merasa terganggu dengan sikap Yun Qing dan Jiao Biao yang sepertinya ingin memulai peperangan lagi terkecuali Yan Fengying yang terlihat sangat terganggu dengan suara cerewet mereka. "Hei! Nian Gu dan Gunung Long Yu! Apakah tidak ada yang berani menyumbat mulut kalian?! Berisik sekali dasar unggas!" Ucap Yan Fengying dengan tegas dan dia juga berhasil mengundang amarah keduanya yang semakin meluap-luap.


Jiao Biao dan Yun Qing secara bersamaan meninju wajah Yan Fengying hingga membuatnya tersungkur di atas tanah dengan posisi yang benar-benar tidak terduga. "Jangan memperparah keadaan!" Teriak keduanya sambil menatapnya dengan dingin dan kemudian mereka beradu mulut kembali.


"Nona Yun dan Nona Jiao! Sebaiknya kalian jangan memulai pertarungan di saat-saat seperti ini. Nanti saja setelah keluar dari lembah ini." Ucap Zhao Bingyan. "Dinding penghalang yang kami buat sekarang ini tidak akan bisa bertahan selamanya. Kita juga tidak bisa di sini terus dan hanya menunggu mereka mati satu persatu. Para hantu di sini tidak akan habis meskipun mereka dikalahkan dengan seribu jenderal sekalipun, mereka akan tetap menang."


Li Zhu melanjutkan, "... Satu-satunya cara agar kita bisa keluar dari sini adalah, dengan melawan mereka bagaimanapun caranya."


Sesaat kemudian, dinding penghalang tersebut akhirnya menghilang dan membukakan jalan bagi mereka yang memilih untuk melawan para hama yang telah meresahkan banyak orang. Kebanyakan dari para hantu ini adalah pasukan-pasukan istana yang diperintahkan untuk mendatangi lembah Dao Xun dan menyelidiki apa yang ada di dalamnya. Mereka semua sama seperti hantu-hantu yang lain. Bergerak tanpa daging dan energi dengan keadaan tubuh yang dikuasai oleh seseorang.


Awalnya saja mereka telah bertarung dengan sangat baik sampai pada akhirnya, Zhao Bingyan lengah satu serangan dan tanpa sadar di depannya, sudah ada puluhan hantu yang mencoba untuk menyerangnya. ”Oh tidak! Ini bahaya!” batin Zhao Bingyan yang belum menyiapkan serangannya ketika para hantu ini sudah ada di hadapannya.


Lalu, seketika sebuah debu asap berterbangan di hadapannya dan ia juga melihat sebilah pedang yang hampir saja mengenai wajahnya. Itu adalah pedang yang sangat bercahaya dan terlihat indah ketika seseorang menggunakannya. Dan setelah debu tersebut perlahan menghilang, seorang laki-laki bertubuh tinggi dan besar telah berdiri di hadapannya dengan pedang yang ada di tangan kanannya. Ia pun berjalan ke arah Zhao Bingyan dan berhenti ketika keduanya sudah saling berhadapan satu sama lain.


"Saudara Yan, kau baik-baik saja?" Tanya laki-laki tersebut yang memiliki suara yang terdengar familiar dengannya.


Setelah debu tersebut menghilang, wujud seorang laki-laki yang ada di depannya, akhirnya terlihat dan orang ini adalah Cheng Xing Xian yang masih memakai baju zirah dan datang kemari bersama dengan beberapa pasukannya. ”Bagaimana dia tahu kalau kami sedang dalam bahaya?” batin Zhao Bingyan yang kemudian bertanya, "Bukankah seharusnya kau kembali ke istana?"


"Anggap saja aku mendapatkan firasat buruk. Dan firasatku ternyata benar terjadi, bukan? Kalian benar-benar sedang dalam bahaya." Jawab Cheng Xing Xian sambil menyimpan pedangnya kembali. "Aku juga membawa setengah dari pasukanku dan setengah lainnya kembali ke istana untuk menyampaikan pesan."

__ADS_1


Zhao Bingyan menunduk muram sebelum ia berkata kembali, "Kalau begitu, aku harus berterima kasih karena telah menyelamatkan ku sekali lagi."


Melihat Zhao Bingyan yang merasa merendah, membuat Cheng Xing Xian merasa tidak enak dan kembali melanjutkan, "Tidak perlu merendah seperti itu. Yan'er itu kuat. Kau hanya tidak pernah menunjukkannya saja."


Zhao Bingyan tertegun dan langsung menatapnya dengan ekspresi terkejut. Dia ingat ketika ia menunjukkan kekuatan aslinya, ia berubah menjadi seorang pembunuh yang kejam dan berubah menjadi orang jahat semenjak Ibunya dibunuh oleh Mu Chou Ran. ”Memang sebuah kekuatan yang tidak pantas untuk diperlihatkan. Jika saja aku yang sebelumnya muncul di sini, mungkin aku sudah memenangkan pertandingan ini dan menghabisi semua orang yang ada di sini.” batin Zhao Bingyan.


”Jadi… Yan'er ku telah kembali?” ucap Su Lingyu yang tiba-tiba saja muncul di hadapan Zhao Bingyan dan langsung memeluk lehernya sesekali ia menggodanya dengan tatapan indah yang dimilikinya.


...~ Chaos System ~...


...~ Chapter 45 ~...


Sementara ini, jauh di dalam lembah Dao Xun. Di sana, terdapat sebuah gundukan tanah yang menggunung dan bercampur dengan mayat-mayat manusia yang mati secara mengerikan. Awalnya tidak ada pergerakan di dalam tanah tersebut sampai pada akhirnya, sebuah tangan muncul dari dalam tanah dan seseorang yang dikubur hidup-hidup di dalamnya, sedang mencoba untuk keluar dari sana.


”Dasar perempuan gila! Beraninya dia menguburku hidup-hidup di tanah yang bukan menjadi makam umum!” batin Mu Chen Xiao yang mencoba untuk keluar dari dalam tanah.


Ia pun akhirnya keluar dari dalam sana tidak lama kemudian dengan pakaian dan wajah yang tampak berdebu dan kotor karena dipenuhi dengan tanah. ”Berantakan sekali! Untungnya aku tidak menghiraukan bau anyir yang ada di sini.” gumam Mu Chen Xiao kembali.


Ketika ia masih berdiri di atas gundukan tanah tersebut, tiba-tiba saja ia merasa kalau sekarang ini ada seseorang yang mencoba untuk mengganggunya dengan memegang pergelangan kakinya. ”Ini adalah tangan yang cukup dingin. Apa jangan-jangan, ada hantu yang masih hidup di sini?” batin Mu Chen Xiao yang mulai merinding ketika ia membayangkannya.


"Anak muda~ t~tolong,..." Ucap seorang laki-laki yang sekarang ini sedang memegang pergelangan kakinya.


Mu Chen Xiao akhirnya menoleh ke bawah dan melihat seorang jenderal dengan baju zirah dan jubah merahnya, sedang meminta bantuan pada Mu Chen Xiao karena luka sayatan yang ada di seluruh tubuhnya. ”Bagaimana cara dia bisa bertahan hidup selama berhari-hari di sini? Apakah itu sebuah keajaiban?” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran dengannya.

__ADS_1


__ADS_2