
2 tahun kemudian.
Lapangan pelatihan para murid, Kediaman Zhao Bingyan. Terlihat beberapa murid yang sedang berbaris dan berlatih pedang. Terdapat juga beberapa murid baru yang ada di sana namun, mereka semua tidak pernah mendapatkan perhatian lebih dari Gurunya sendiri. Dan di atas sebuah batu besar yang ada di belakang lapangan tersebut, Ying Tian duduk dengan membawa sebuah bungkusan kain putih yang berisikan pedang Lingxue milik Mu Chen Xiao yang telah ia kumpulkan dua tahun yang lalu saat berada di gurun Gobi. Ia sebenarnya ingin memberikannya pada Zhao Bingyan akan tetapi, Zhao Bingyan tidak teringat pada Mu Chen Xiao padahal dia sendiri yang telah memberikan pedang tersebut.
"Haah,... Bagaimana aku harus mengatakannya lagi? Kenapa Guru besar Zhao bisa melupakan keponakannya, Mu Chen Xiao? Haruskah aku membuangnya sekarang?" Gumam Ying Tian yang memperhatikan pecahan pedang tersebut.
Tidak lama setelah ia termenung dalam diamnya, Li Chu Yi datang menghampiri dan bertanya, "Apa yang kau lakukan di sini?"
Kedatangan Li Chu Yi yang tiba-tiba, membuat Ying Tian sangat terkejut dan membungkus kembali pecahan pedang Lingxue sebelum ia melihatnya.
"Master Chu Yi! Aku tidak sedang melakukan apapun." Jawabnya dengan canggung setelah ia melihat Li Chu Yi berdiri di sebelahnya.
"Apa yang sedang kau pegang itu?" Tanya Li Chu Yi sambil menunjuk ke arah bungkusan yang sedang dipangku oleh Ying Tian.
Ying Tian tertegun dan langsung memandangi bungkusan kain tersebut. "... Sebenarnya, apa yang terjadi pada Guru besar Zhao? Mengapa dia melupakan muridnya sendiri, Mu Chen Xiao?" Tanyanya sesaat kemudian.
Li Chu Yi melipat tangannya dan menghela nafasnya. "... Haah. Aku juga tidak tahu. Sudah dua tahun dia melupakannya dan akhirnya dia kembali seperti semula." Jawabnya yang membuat Ying Tian langsung menatap ke arahnya. "... Dia itu sebenarnya Guru yang tidak peduli dengan muridnya. Aku sudah memperingatkannya untuk tidak terlalu keras pada muridnya sendiri tapi, dia tetap keras kepala. Aku rasa, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya."
Ying Tian terdiam tidak berekspresi. Ia pun membuka bungkusan kain putih tersebut dan menunjukkan pecahan pedang Lingxue pada Li Chu Yi yang masih berdiri di sebelahnya.
"Sebenarnya aku bingung untuk melakukan apa pada pedang ini karena Guru besar Zhao sudah menolaknya berulang kali." Ucapnya sambil menunjukkan pecahan tersebut.
Li Chu Yi yang melihatnya berpikir sebelum menjawab, "Pecahan itu kau simpan saja. Berikan pada Guru besar Zhao jika dia memintanya kembali."
Ying Tian termenung dan pandangannya menatap ke arah tanah yang ada di sekitarnya. "... Ini sudah terjadi selama dua tahun. Apakah Guru besar Zhao bisa mengingatnya kembali?"
__ADS_1
Di waktu bersamaan ketika Zhao Bingyan masih berada di ruangannya di paviliun Yu'an. Saat ini, keadaannya cukup membingungkan. Ia selalu terlihat marah dan tidak peduli terhadap muridnya sendiri. Setiap hari ia selalu mengeluh sakit kepala dan menyerahkan semua tugasnya pada Guru besar lainnya termasuk Zhao Yuan yang masih menjadi Patriark Sekte mereka.
"Berhentilah menghantuiku!" Teriak Zhao Bingyan yang langsung menumpahkan seluruh benda yang ada di atas mejanya.
Sudah dua tahun ini, Zhao Bingyan selalu dihantui oleh seorang wanita yang tidak dikenalnya. Setelah ingatan tentang Mu Chen Xiao terhapus di kepalanya, ada seorang wanita yang selalu menghantui pikirannya. Wanita itu selalu muncul di dalam mimpinya dan suaranya terdengar setiap kali ia berada di ruangan gelap.
Sesaat setelah Zhao Bingyan berteriak di dalam ruangannya, Zhao Yuan menyusul dan langsung memasuki ruangannya dengan tergopoh-gopoh saat ia mendengar suara keributan di sini.
Ekspresi Zhao Yuan sangat terkejut ketika dia melihat Zhao Bingyan yang telah terjatuh sambil terus memegangi kepalanya yang serasa ingin meledak. Teriakannya pun semakin kencang bersamaan dengan terdengarnya suara seorang wanita yang selalu menggema di telinganya.
"Yan'er! Tenanglah! Yan'er!" Seru Zhao Yuan saat ia mencoba untuk menenangkan Zhao Bingyan yang terus saja berteriak karena bisikan wanita yang menggema di telinganya.
Tidak lama setelahnya, teriakan Zhao Bingyan dengan perlahan menghilang dan suara wanita yang terus menggema di telinganya pun juga ikut menghilang ketika ia memberhentikan teriakannya.
"Yan'er! Kau kenapa? Hantu wanita itu masih terus membisikkan kalimatnya?" Tanya Zhao Yuan setelah ia melihat wajah Zhao Bingyan yang telah kembali seperti semula meskipun ia terlihat berkeringat dingin dengan bola mata yang masih melebar.
Zhao Bingyan terdiam dan pandangannya terus mengarah ke depan. Ia terlihat trauma dengan kedua tangan gemetar saat ia menurunkannya kembali.
"Master Yuan! Kau bilang aku pernah menyelamatkan nyawa seorang anak yang bernama Mu Chen Xiao?" Tanya Zhao Bingyan dengan ekspresi yang sama sambil memperhatikan tangannya yang terus gemetaran.
Zhao Yuan tertegun dan bertanya, "Apakah ingatanmu telah kembali?"
Zhao Bingyan terdiam dan menundukkan kepalanya selama beberapa saat. Ia pun berdiri kembali sambil mengeraskan tinjunya dan menatap dingin pada objek yang ada di depannya.
"Akan ku bunuh anak itu!"
__ADS_1
...~ Chaos System ~ ...
...~ Chapter 130 ~ ...
”Mu Chou Ran menyebalkan! Mengapa dia selalu saja menghalangiku untuk pergi dari kota Qianlu?! Ahh! Jika saja orang itu memang sudah mati dan sistem ini tidak menyuruhku untuk pulang ke kediaman Mu, mungkin saja aku sudah menggenggam dunia ini!” gumam Mu Chen Xiao dengan kesal saat ia sedang berada di dalam sebuah hutan dan duduk di atas sebuah dahan pohon apel yang cukup besar.
Selama dua tahun ia selalu terkurung di dalam kamarnya sendiri. Mu Chou Ran tidak membiarkannya pergi dari kota Qianlu karena bahaya yang mungkin akan mengincar diluar sana. Ia bahkan memasang sebuah penghalang di seluruh kota Qianlu agar Mu Chen Xiao tidak pergi dari kediamannya.
Sambil memakan sebuah apel yang baru saja dipetik olehnya, pandangan Mu Chen Xiao seketika memperhatikan sekitar yang tampak sepi dan hening. Tidak ada satupun keramaian kota yang terdengar di telinganya dan bahkan suara desiran angin bisa terdengar sangat jelas.
"Sudah dua tahun aku berada di sini tapi, tidak ada satupun murid-murid Sekte yang datang menghampiriku untuk menghancurkan seluruh pelatihan ku agar aku tidak berkhianat pada mereka. Mungkinkah karena Zhao Bingyan yang tidak ingat padaku?"
"Tuan muda! Aku sudah mencarimu kemana-mana. Ternyata kau di sini!" Ucap Xing Ruo yang datang secara tiba-tiba dan menghampirinya padahal saat itu ia sama sekali tidak mendengar suara hentakan kaki seseorang yang datang padanya.
"Siapa yang menyuruhmu kemari? Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak ingin pulang sebelum orang itu membuka segel penghalangnya?" Celetuk Mu Chen Xiao saat ia melihat Xing Ruo yang sedang berdiri di bawah pohonnya.
Xing Ruo tertegun saat mendengarnya. "Tuan besar menyuruh Anda untuk segera pulang—"
"Tidak! Bilang padanya kalau aku tidak akan pulang sampai ia membebaskan ku untuk pergi keluar!" Jawab Mu Chen Xiao yang menghentikan ucapan Xing Ruo.
"Tapi, tuan muda!"
"Tidak! Aku tidak ingin pulang! Harus aku katakan berapa kali sampai kau mengerti?!" Celetuk Mu Chen Xiao dengan kesal saat ia melihat Xing Ruo yang begitu keras kepala dan melawan semua ucapannya.
"Xiao Xiao! Kau yakin tidak ingin pulang?" Tanya seekor ular putih besar yang muncul mendadak di hadapannya dengan kedua bola mata yang memancarkan cahaya merah menyala.
__ADS_1
”.....”