Chaos System

Chaos System
Chapter. 46 - Pasukan Istana II


__ADS_3

"Gege adalah jenderal Zhu? Lalu bagaimana bisa Gege seperti ini?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia menyelamatkan jenderal Zhu yang sebelumnya telah terkubur di dalam tanah.


Jenderal Zhu terbatuk dan membersihkan tanah yang masih melekat pada baju zirah miliknya. "Benar-benar menjengkelkan! Wanita j*lang itu hampir saja membunuhku!" Ucapnya dengan kesal sambil menyeka tanah yang ada di sekitar mulutnya.


Mu Chen Xiao tidak menjawab dan hanya berfokus pada luka yang ada di kaki jenderal Zhu yang membuatnya harus segera mengobatinya dengan alat seadanya. Ia sengaja merobek jubahnya sendiri untuk membalut luka yang memiliki ukuran cukup besar dan pendarahan yang tidak juga berhenti. ”Menyusahkan saja! Apakah dia yang berperan sebagai Jenderal, tidak mampu melakukan hal semudah ini?!” batin Mu Chen Xiao yang mulai kesal sambil mengeraskan ikatannya sehingga membuat Jenderal Zhu terlihat kesakitan ketika ia melakukannya.


"Hei! Hei! Lakukan dengan benar! Luka ku bisa-bisa bertambah besar jika kau yang mengobatinya!" Ucap Jenderal Zhu dengan keras padanya. "Lagipula, kenapa aku harus bertemu denganmu dan bukannya Gurumu itu?"


Mendengar keluhannya yang terus menusuk pendengarannya, membuat Mu Chen Xiao lepas tangan dan membiarkannya mengobati lukanya sendiri. "Obati saja lukamu itu sendiri! Lagipula, siapa yang ingin menjadi sepertimu! Benar-benar tidak berguna dan hanya bisa mengeluh saja!" Ucap Mu Chen Xiao dengan tegas padanya.


Jenderal Zhu seketika terdiam ketika Mu Chen Xiao selesai mengatakan kalimatnya. Ia tertunduk tiba-tiba sebelum ia berkata dengan penuh penyesalan, "Sebenarnya, aku hanya kesal saja. Memangnya siapa orang dewasa yang tidak malu ketika mendapatkan hal ini?" Ucapnya sambil mengalihkan pandangannya ke arah sebaliknya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Jenderal Zhu, membuatnya teringat pada apa yang dikatakan oleh Zhao Bingyan padanya. Ia pernah bilang kalau dia menyesal karena tidak bisa melindunginya. Ketika Shang Ren datang ke tempat mereka, saat itu Zhao Bingyan sudah terkena racun yang cukup banyak dan ia pun tidak bisa melindungi Mu Chen Xiao yang saat itu telah berhadapan dengan Shang Ren sendirian. Dan pada akhirnya, Zhao Bingyan mengatakan semua penyesalannya dan berjanji akan melindunginya setiap saat. ”... Lalu, setelah semua ini terjadi, tetap saja dia tidak bisa menepati janjinya. Apakah sekarang ini dia sedang merendah?”


"Hei nak! Abaikan saja apa yang aku katakan tadi. Aku akan pergi mencari beberapa pasukan yang selamat di sini. Jika kau ingin pergi silahkan saja, aku tidak melarangmu." Ucap Jenderal Zhu dengan tegas sambil berjalan ke arah sebaliknya.

__ADS_1


”Dia bahkan tidak bertanya apakah aku ingin ikut dengannya atau tidak!” batin Mu Chen Xiao yang mulai berpikir agar ia ikut saja dengannya daripada harus berjalan ke luar dan bertarung dengan ratusan hantu yang telah menunggunya.


...~ Chaos System ~...


...~ Chapter 46 ~...


”Jadi… Yan'er ku telah kembali?” ucap Su Lingyu yang tiba-tiba saja muncul di hadapan Zhao Bingyan dan langsung memeluk lehernya sesekali ia menggodanya dengan tatapan indah yang dimilikinya.


Zhao Bingyan saat ini benar-benar dalam masalah! Apa jangan-jangan dia bekerja sama dengan seorang penjahat?!


"Yan'er,... Aku telah menunggumu di sini selama tujuh tahun lamanya. Dan kau hanya datang ketika aku membuat masalah, ya?" Ucap Su Lingyu sambil memeluk erat Zhao Bingyan dan membisikkan kalimatnya di dalam telinganya.


Karena menganggap hal ini hanyalah sebuah kesalahpahaman, Su Lingyu menjadi bingung dan mencoba untuk menenangkan dirinya yang sempat tegang ketika melihat ekspresi Zhao Bingyan sekarang. "Eh? Yan'er tidak senang aku ada di sini?" Ucap Su Lingyu dengan sedikit kecewa.


Zhao Bingyan masih memberikannya sebuah tatapan dingin yang menyala-nyala. "... Kau membunuh banyak orang dan membuat mereka salah sangka bahwa akulah yang membunuh keluarga 'Mu'. Saat itu aku hanya ingin membunuh seseorang yang telah membunuh Ibuku akan tetapi, kau tidak berhenti mempengaruhi ku hingga aku tidak sengaja membunuh seorang peramu wanita." Ucap Zhao Bingyan sambil mengeluarkan sedikit dari sihirnya.

__ADS_1


Su Lingyu tiba-tiba saja terdiam dengan ekspresi murung. Ia menunduk dan melepaskan tangannya dengan paksa dari cengkraman Zhao Bingyan yang sudah membencinya dan menganggapnya sebagai penjahat. "Jika tidak salah, ada seorang anak bermarga Mu yang baru saja menemuiku tadi. Dia bilang kalau Yan'er adalah Gurunya akan tetapi, dia tidak pernah mengakuinya. Karena dia telah mengetahui kalau kau yang telah membunuh keluarganya dan sengaja mengasuhnya sebagai tanda rasa bersalahmu, anak itu menjadi sangat membencimu dan berniat untuk pergi dari tempatmu dan memutuskan untuk menjadi musuh terbesarmu!" Ucap Su Lingyu dengan nada yang kedengarannya sangat meyakinkan dan membuat semua orang yang ada di sana merasa terkejut karena mereka mengira Mu Chen Xiao telah mati, dimakan oleh para hantu.


”Mu Chen Xiao sekarang berada di sekitar sini?” batin Shang Ren yang terkejut ketika mendengarnya.


"Apakah kau mencoba untuk mempengaruhi ku lagi dengan membunuh muridku sendiri?" Tanya Zhao Bingyan sambil menundukkan kepalanya.


Su Lingyu menyeringai dan menjawab, "Memangnya bagaimana perasaanmu ketika kau tahu siapa yang telah membunuh ibumu? Pastinya, kau merasa sangat ingin membunuh pelakunya bukan? Apalagi, yang bocah itu hadapi saat ini, bukan hanya kematian Ibunya akan tetapi, seluruh anggota keluarganya juga ikut terbunuh. Dia pasti sangat dendam padamu. Dia bukan hanya akan membunuhmu tapi, seluruh murid-murid Sekte pasti juga akan terlibat."


Zhao Bingyan tiba-tiba saja terdiam dan mulutnya tidak sanggup untuk berkata-kata lagi. Ia mengeraskan tinjunya dan enggan untuk menunjukkan wajahnya sekarang ini. ”... Aku sudah bertahun-tahun dengannya dan semua yang diucapkannya, hanya akan menjerumuskanku ke dalam jurang saja. Jika apa yang dikatakannya benar, mungkin ini sama saja dengan aku melindungi seorang calon penjahat. Namun, jika tidak benar maka, kejadiannya akan bertambah parah lagi.” batin Zhao Bingyan yang berpikir demikian.


Shang Ren tiba-tiba saja muncul di antara mereka dan ia langsung menyerang Su Lingyu menggunakan pedangnya namun, Su Lingyu berhasil menghindari serangan tersebut dengan mudahnya. "... Kau pikir, aku akan lengah dengan serangan murahan mu ini?" Ucap Su Lingyu sambil membersihkan pakaiannya yang terkena debu dan tanah.


Sejak ia melakukan serangan terhadap Su Lingyu, Shang Ren terus saja terdiam di depan Zhao Bingyan yang masih kebingungan. Dengan sambil memasukkan kembali pedangnya ke dalam sarung, ia berkata, "Keluarga Mu bukan keluarga yang pendendam. Hanya kepala keluarga mereka saja yang tidak waras. Meskipun anak itu sudah tahu kalau kaulah yang telah membunuh keluarganya, ia tidak pernah menyimpan dendam padamu apalagi kau berperan sebagai Gurunya. Wanita ini, berusaha untuk mempengaruhi mu agar kau mau membunuhnya karena, dia sangat membenci seluruh keturunan keluarga Mu." Ucapnya yang berhasil membuat Zhao Bingyan seketika tersadar.


Sementara di belakang mereka, terdapat beberapa orang yang sedang berbaris di sana dan salah satunya adalah Gu Qiaomei yang menatap Zhao Bingyan dari belakang dengan tatapan membenci dan tangan yang sengaja dikeraskan. ”Dia bekerja sama dengan arwah ini untuk membunuh keluarga besar lainnya?! Benar-benar keterlaluan!” batin Gu Qiaomei yang mengeraskan tinjunya hingga mengeluarkan darah karena daging yang tergores oleh kukunya sendiri.

__ADS_1


"Sudah hampir membunuhku, nenek tua ini malah membicarakan tentang keburukan ku? Siapa yang mengatakan kalau aku membenci Guru besar ku sendiri?" Ucap Mu Chen Xiao yang tiba-tiba muncul jauh di depan mereka, bersama dengan jenderal Zhu dan beberapa pasukan yang selamat dari serangan beberapa hari yang lalu.


Zhao Bingyan memasang ekspresi terkejut dan wajahnya pun tidak berhenti menatap ke arah Mu Chen Xiao yang berada di depannya saat ini. Ia pikir, setelah bertemu dengan Su Lingyu, Mu Chen Xiao akan mati karena dikubur hidup-hidup dan menjadi santapan para hantu yang ada di sini. Namun, dugaannya ternyata salah besar! Saat ini, Mu Chen Xiao sedang berdiri tidak jauh darinya tanpa luka sedikitpun meskipun pakaiannya penuh dengan tanah.


__ADS_2