Chaos System

Chaos System
Chapter. 106 - Penjahat Di Semua Masalah


__ADS_3

Ketika Zhao Bingyan telah sampai di depan kamar Mu Chen Xiao, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan suara Guan Long yang berada di dalam kamar tersebut. Awalnya, ia merasa semua akan baik-baik saja akan tetapi, lama kelamaan Guan Long tampaknya ingin melakukan sesuatu terhadap Mu Chen Xiao.


”Menghilangkan segel api Liu? Apa mungkin, Guan Long yang ada dibalik semua masalah ini?” batin Zhao Bingyan yang mendengarkan mereka berbicara.


Tidak lama setelahnya, ia pun mendengar suara benturan yang datang dari dalam. Saat itulah, Zhao Bingyan mulai curiga dan langsung membuka pintunya dengan paksa.


Ia sangat terkejut saat melihat Guan Long yang sedang menimpa Mu Chen Xiao dan meletakkan telapak tangannya di atas dahinya.


"Guan Long, hentikan!" Bentak Zhao Bingyan begitu ia memasuki kamar tersebut.


Guan Long yang sudah menyadari keberadaan Zhao Bingyan sejak tadi, tersenyum seringai saat ia masih meletakkan telapak tangannya di atas dahi Mu Chen Xiao.


"Kita lihat saja. Guru besarmu bahkan tidak akan bisa menyelamatkanmu di situasi yang seperti ini." Ucap Guan Long yang langsung menarik segel api Liu keluar dari tubuh Mu Chen Xiao.


Melihat hal itu terjadi, Zhao Bingyan tidak tinggal diam dan langsung berlari menghampirinya namun, sebuah penghalang transparan tiba-tiba saja muncul di hadapannya dan membuatnya terpaksa harus menghentikan langkahnya saat itu juga.


Saat ia berusaha untuk melepaskan segel api Liu yang tertanam di dahi Mu Chen Xiao, Guan Long tampak mengisyaratkan pada Zhao Bingyan untuk tetap diam di sana.


"Maaf karena telah mengkhianati kalian tapi, Tuanku menyuruhku untuk melepaskan segel ini dari Mu Chen Xiao sekarang juga." Ucap Guan Long dengan senyum seringai yang jarang sekali terlihat oleh mereka.


Zhao Bingyan menggertakan giginya dan memukul-mukul penghalang tersebut berulang kali sebelum ia bertanya, "Semua masalah yang terjadi belakangan ini, apakah itu adalah ulahmu?"


Guan Long langsung tersenyum senang dan menjawab, "Benar sekali! Akhirnya Yan'er tahu kalau akulah yang sudah mengatur semuanya termasuk membawa anak ini di hadapan seseorang yang ada di kota Jiangyan." Ucapnya yang diakhiri dengan tatapan dingin dan senyum seringai padanya.


Zhao Bingyan menatap kesal setelah ia melihat wajah Guan Long dan karena ia tidak bisa menghancurkan penghalang yang terpasang di hadapannya. Ia semakin berpikir, jika saja segel api Liu dilepaskan tanpa adanya persiapan darinya, mungkin saja ia akan mengalami ledakan spiritual yang bisa membuat dantiannya hancur.


Zhao Bingyan memejamkan matanya sebentar dan mencoba untuk sedikit tenang ketika sedang berbicara dengan Guan Long.


"Hentikan, Guan Long! Kau bisa membunuhnya!" Ucap Zhao Bingyan dengan tenang sambil menatapnya dengan ekspresi kasihan karena ia merasa Guan Long terpaksa melakukannya.


Lalu, ketika ia selesai mengatakan kalimatnya. Tiba-tiba saja sebuah kilatan petir muncul dari tangan Mu Chen Xiao yang kembali bergerak, menyambar tangan Guan Long yang hampir membunuhnya.

__ADS_1


Setelah kilatan petir muncul dari tangannya, Guan Long langsung menghindar dan mantra penghalang yang sebelumnya telah terpasang, juga telah menghilang ketika ia terluka karena serangan tersebut.


Begitu Guan Long telah pergi darinya, Mu Chen Xiao berdiri kembali dan menyeka darah Guan Long yang sebelumnya menetes di wajah Mu Chen Xiao ketika ia sedang menyerangnya.


"Huh! Aku tidak percaya kalau ada seorang penghianat yang berdiam di Sekte!" Ucap Mu Chen Xiao dengan kesal saat ia menatap ke arah Guan Long yang telah berdiri tidak jauh darinya.


"Mu Chen Xiao! Kau baik-baik saja?" Tanya Zhao Bingyan saat ia telah berdiri di sebelah Mu Chen Xiao begitu mantra penghalang yang dipasang Guan Long menghilang.


Mu Chen Xiao menoleh ke arah Zhao Bingyan dan menjawab, "Aku baik-baik saja." Jawabnya yang langsung mengalihkan pandangannya pada objek lain.


"Sungguh hubungan antara murid dan guru yang sangat dekat." Ucap Guan Long yang memecah keheningan dalam ruangan.


Ketika Mu Chen Xiao sudah benar-benar marah karena apa yang telah dia lakukan padanya, Zhao Bingyan menghalanginya berjalan maju dan menyuruhnya untuk tetap berada di belakangnya.


Mu Chen Xiao terkejut setelah melihat Zhao Bingyan yang mencoba untuk melindunginya. Ia hanya terdiam dan tidak berhenti menatap kesal ke arah Guan Long di depannya.


"Guan Long! Bisa katakan mengapa kau melakukan semua ini pada kami?" Tanya Zhao Bingyan karena yakin bahwa Guan Long akan menjawab semua pertanyaannya.


Mengetahui kalau Guan Long sedang menatap Mu Chen Xiao dengan dingin, Zhao Bingyan langsung menarik Mu Chen Xiao ke belakang sehingga hal itu membuat Guan Long kesulitan untuk melihatnya.


"Apakah Yan'er mencoba untuk menyembunyikannya dariku?" Tanya Guan Long dengan senyum senangnya ketika ia sedang menatap Zhao Bingyan.


Zhao Bingyan tidak berekspresi dan menjawab, "Aku tidak akan membiarkan seseorang yang telah mengancam salah satu muridku bisa keluar hidup-hidup." Jawabnya yang langsung memunculkan hawa kekuatan spiritualnya yang besar sehingga membuat suhu di kamar tersebut menjadi sangat dingin.


”Dingin sekali! Apakah Zhao Bingyan akan membekukan kamarku lagi?” batin Mu Chen Xiao sambil memegangi kedua bahunya yang kedinginan dan menatap ke arah lantai yang telah membeku secara perlahan.


"Waktu yang bagus untuk memulai pertarungan dengan Yan'er. Akan tetapi, aku sedang tidak seperti biasanya. Mungkin, kita bisa menundanya sampai beberapa tahun ke depan!" Ucap Guan Long dengan senyum senangnya sebelum akhirnya, ia menjentikkan jarinya dan ia pun menghilang dari pandangan mereka berdua.


”Dia menghilang?” batin Zhao Bingyan yang sangat terkejut setelah ia tidak lagi melihat Guan Long yang berdiri di hadapannya.


"Guru besar Zhao! Ada apa? Mengapa aku tidak lagi merasakan hawa kekuatan milik Guan Long?" Tanya Mu Chen Xiao sambil menarik pelan pakaian Zhao Bingyan.

__ADS_1


Zhao Bingyan tertegun ketika Mu Chen Xiao menarik pakaiannya dari belakang sehingga hal itu membuatnya langsung berdiri menghadapnya dan sedikit membungkuk untuk membicarakan sesuatu.


"Mu Chen Xiao! Dengarkan aku baik-baik." Ucap Zhao Bingyan sambil meletakkan tangan kanannya di atas pundak Mu Chen Xiao. "... Jika kau bertemu dengan orang asing seperti Guan Long atau yang lainnya, saat itu juga Xiao'er pergilah dari sana. Jika orang itu tetap melawan, maka lawanlah dia dengan sekuat tenaga namun, kau harus tetap lari saat ada kesempatan. Apa Xiao'er mengerti?"


Mu Chen Xiao tidak berekspresi ketika Zhao Bingyan menjelaskan hal itu. Ia hanya bisa menganggukkan kepalanya begitu mereka akhirnya mengetahui kalau penjahatnya adalah Guan Long yang selama ini berpura-pura baik dengan mereka.


Sementara ini, keadaan yang terjadi diluar Sekte saat tengah malam. Suara pukulan keras yang membentur sebuah daging, terdengar beberapa kali di dalam hutan perbatasan. Saat itu, Xing Ruo diminta untuk menemui seseorang di dalam hutan dan hal inilah yang didapatkan olehnya.


Seorang laki-laki yang masih memakai jubah dan tudung hitam, terus memukuli Xing Ruo hingga membuatnya tidak berdaya karena orang itu terus membenturkan tubuhnya pada pohon-pohon besar yang ada di belakangnya.


"Cih! Kau benar-benar tidak berguna!" Ucap laki-laki itu dengan keras saat ia terus memukuli Xing Ruo dan menarik kerahnya hingga membuatnya berdiri.


"T~ Tuan! Maaf! Aku telah lengah berkali-kali!" Ucap Xing Ruo dengan nada terbata-bata karena luka yang berada di sekujur tubuhnya.


"Sudah berapa kali kau meminta maaf seperti ini namun, kau juga berulang kali membuat kesalahan!" Bentak laki-laki itu sambil membanting Xing Ruo ke depan.


Setelah ia membantingnya ke depan, Xing Ruo mencoba untuk bangkit kembali dan kali ini, ia berjalan merangkak ke arah laki-laki tersebut dan bersujud di bawah kakinya.


"Tuan! Maafkan aku! Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi! Tolong, biarkan aku hidup beberapa tahun lagi!" Ucap Xing Ruo dengan nada memohon.


"Cih! Kau menjijikan! Pergilah dariku!" Bentaknya sambil menendang wajah Xing Ruo ke belakang. "... Memangnya untuk apa aku membiarkanmu hidup? Kau bahkan tidak bisa melindunginya dengan baik! Apa kau tidak tahu? Orang itu, hampir saja membunuhnya! Kemana saja kau selama ini?!"


Setelah dirinya terbanting kembali, Xing Ruo berlutut di hadapannya sambil menundukkan kepala karena rasa bersalahnya.


"Tuan! Aku berjanji akan melindungi hartamu dengan menggunakan nyawaku sendiri. Tolong, izinkan aku untuk tetap tinggal di sini."


Laki-laki itu akhirnya berhenti memukulnya setelah Xing Ruo berulang kali memohon padanya. Ia pun menurunkan tangannya dan membelakangi Xing Ruo yang masih berlutut di hadapannya.


"Tapi, ini adalah terakhir kalinya. Jika gagal, kau tahu apa akibatnya, bukan?" Tanya laki-laki tersebut saat ia melirik tajam ke arah Xing Ruo di belakangnya.


"Y~ ya. Aku mengerti." Jawab Xing Ruo dengan suara serak karena menahan sakit di seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Jagalah hartaku dengan baik dan tunggulah sampai aku mengambilnya kembali."


__ADS_2