
Paviliun Yu'an.
Semenjak Zhao Bingyan pulang dalam keadaan demam tinggi dan tidak sadarkan diri selama lima hari, beberapa murid terlihat panik dan ketakutan akan serangan yang mungkin saja datang dari sekelompok orang yang dendam terhadap mereka.
Terbongkarnya rahasia kebenaran tentang Zhao Bingyan yang mengatakan kalau dia adalah seorang pembunuh yang telah menghapus nama beberapa dari keluarga besar termasuk keluarga Gu dan keluarga Mu yang terkenal dengan kekuasaannya. Dan Istana juga tidak akan memperpanjang urusan ini mengingat kalau Zhao Bingyan lah yang telah membunuh Hantu Lembah Dao Xun menurut hasil laporannya dan pengakuan Su Lingyu yang memanfaatkan Zhao Bingyan sebagai alat pembalasan dendam.
Karena pada saat itu, Zhao Bingyan tidak datang untuk melaporkan tugasnya dan diwakilkan oleh Cheng Xing Xian yang mengaku juga terlibat dengan penugasan, membuat Gu Qiaomei tidak bertindak apapun termasuk beberapa keluarga besar yang terlibat dalam hal ini. Mungkin saja hari ini mereka akan diam akan tetapi, tahun-tahun berikutnya mungkin sesuatu yang besar akan terjadi.
Sekarang, semua murid-murid berada di paviliun Yu'an dan mendapatkan materi yang langsung dibacakan oleh Zhao Yuan yang mendadak menggantikan Zhao Bingyan sebagai Guru besar mereka dan menggantikan Li Chu Yi dan Cheng Xing Xian yang masih dalam penugasan Istana. Dan karena ini adalah sebagai hukuman untuknya, Zhao Yuan menaruh paksa Mu Chen Xiao di barisan paling depan ketika ia sedang membacakan materi agar ia tidak bisa mengacau ketika semua murid sedang serius.
”Pak tua bangka yang menyebalkan! Tidak tahu terima kasih padahal dia sudah membuatku repot!” batin Mu Chen Xiao yang menahan wajah kesalnya sambil menyandarkan pipi kirinya pada telapak tangannya.
"Mu Chen Xiao! Ketika Gurumu berbicara, sebaiknya dengarkan baik-baik." Ucap Zhao Yuan yang menasehati Mu Chen Xiao ketika merasa sedang di abaikan olehnya.
"Hah? Kenapa selalu aku yang dinasehati seperti ini?" Tanya Mu Chen Xiao yang merasa heran mengapa Zhao Yuan selalu menasehatinya setiap saat.
"Sudah jelas karena kau adalah satu-satunya yang tidak bisa di atur!" Ucap Zhao Yuan dengan dingin sambil memunculkan hawa kekuatan spiritual miliknya pada Mu Chen Xiao sekedar untuk memberi sedikit pelajaran padanya.
Meskipun Zhao Yuan telah mengeluarkan banyak hawa spiritual untuk menakut-nakutinya, Mu Chen Xiao sama sekali tidak berekspresi dan masih dalam posisi yang sama seperti sedang meremehkannya. Ia bahkan sempat menguap beberapa kali dan mengorek-ngorek telinganya yang agak gatal di dalam.
Semua murid yang melihatnya pun merasa heran terlebih lagi dengan ekspresi yang mereka tunjukkan. Mu Chen Xiao yang sekarang ini masih terkenal dengan sifat blak-blakan yang dimilikinya, mendadak berubah menjadi sok hebat di hadapan Zhao Yuan yang sedang marah.
"Apa mereka berbicara melewati telepati?"
"Sepertinya Mu Chen Xiao baru saja mendapatkan pencerahan!"
"Padahal ia masih berada di tingkat Young Master level tiga. Mengapa dia masih berani menantang Master Yuan yang levelnya jauh darinya?"
Beberapa murid ada yang terkejut setelah mereka melihat ekspresi Mu Chen Xiao yang tampaknya biasa-biasa saja ketika ia sedang berhadapan dengan Zhao Yuan yang sedang marah padanya. Hawa kekuatan spiritual yang berada di sekitarnya, seharusnya itu mampu membuatnya tidak bisa bergerak kemanapun. Akan tetapi, jika dia memang tidak bisa bergerak, bagaimana ia bisa menggerakkan satu jari telunjuknya yang sekarang ini sedang mengetuk-ngetuk mejanya.
__ADS_1
Mu Chen Xiao menoleh ke arah seorang murid yang ada di sebelah kirinya dan bertanya, "Hei! Ada apa dengan si tua bangka ini? Mengapa ekspresinya terlihat abnormal?" Tanya Mu Chen Xiao dengan tanpa ekspresi seolah ia tidak mengetahui apapun.
"Bocah tengik! Keluar kau sekarang juga!" Teriak Zhao Yuan yang berhasil membungkam mulut Mu Chen Xiao dan membuat semua pandangan tertuju padanya.
Mu Chen Xiao yang tampak murung setelah ia diusir dari tempat duduknya, sekarang ini terlihat sedang mengeraskan tinjunya ketika ia sedang menaruh kedua tangannya di atas meja. Semua murid di sana mengira kalau Mu Chen Xiao marah karena telah diusir dari tempat duduknya sekarang ini. Semua orang bertanya-tanya apakah Mu Chen Xiao akan menyesal dengan perbuatannya sekarang ini atau malah menambah parah keadaan saja.
Lalu, tidak lama setelah ia terlihat murung beberapa saat. Mu Chen Xiao kemudian berdiri kembali sambil bergerak memberikan salam pada Zhao Yuan sebelum ia akhirnya berkata kembali, "Terima kasih karena telah mengusir ku, Guru!" Ucapnya dengan wajah senang bercahaya. Dan setelah selesai, ia pun berlari menuju luar ruangan tanpa ada rasa penyesalan sedikitpun darinya.
”.....”
”Bicara dengan siapa aku tadi?” batin Zhao Yuan yang merasa heran pada dirinya sendiri karena telah mengajak bicara Mu Chen Xiao.
Setelah semuanya terlarut dalam kebingungan dimana semua orang akan menyesal karena telah berbuat kesalahan, namun Mu Chen Xiao malah tidak menyesal sedikitpun dan senang jika ia dikeluarkan dari tempat duduknya.
"Sepertinya, aku harus belajar darinya cara hidup tenang."
"...."
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 50 ~...
"Mengantuk sekali! Sudah beberapa hari ini aku tidak tidur karena sistem gob— ini terus mengancamku." Ucap Mu Chen Xiao dengan kesal sambil menguap dan berjalan-jalan di sekitar tempat pelatihan murid.
"Xiao Xiao!" Teriak seorang gadis yang bersuara seperti lonceng kecil yang sekarang ini sedang berlari menghampirinya.
Mu Chen Xiao yang terkejut dan langsung menoleh ke belakang ketika ia mendengar namanya disebut oleh seorang gadis kecil. Dan bersamaan ketika ia menoleh ke belakang, sosok gadis yang sebelumnya telah berlari ke arahnya, langsung saja menerkamnya dan memeluknya erat-erat hingga ia terjatuh di atas tanah.
DUAKK!!!
__ADS_1
”Kenapa aku sama sekali tidak mewaspadai kedatangan Bai Qing Yu di dekat sini.” batin Mu Chen Xiao yang merasa bahwa kepalanya telah membentur tanah yang keras dengan batu kerikil di atasnya.
"Xiao Xiao! Ayo kita pergi ke pasar! Ada beberapa barang yang—" Bai Qing Yu tiba-tiba berhenti berbicara karena melihat Mu Chen Xiao yang tiba-tiba tertidur ketika ia merangkak di atasnya. "... Heh? Xiao Xiao cepat sekali tidur.” ucap Bai Qing Yu yang merasa heran karena melihat Mu Chen Xiao yang tiba-tiba tertidur ketika ia mendorongnya ke tanah.
"Xiao Xiao? Bangunlah! Aku tidak kuat jika harus menggendongmu pulang." Ucap Bai Qing Yu sekali lagi sambil menggoyang-goyangkan kepala Mu Chen Xiao ke kanan dan ke kiri.
"Jadi, Xiao'er ada di sini? Padahal Aku sudah mencarinya kemana-mana." Ucap seorang pemuda yang ternyata adalah Zhao Bingyan, sedang berjalan ke arah mereka dengan senyum ramah yang selalu ditebar kemana-mana
Melihat Zhao Bingyan yang sepertinya terlihat baik-baik saja dibandingkan saat dia pulang dari penugasannya, membuat Bai Qing Yu merasa terkejut sekaligus merasa aneh ketika melihatnya. Tabib berkata kalau ia sedang dalam keadaan kritis. Akan tetapi, semenjak Zhao Yuan memberikan perintah pada Mu Chen Xiao agar ia mau mengobatinya, Zhao Bingyan berhasil sembuh dengan cepat dan bisa menjalankan tugasnya kembali.
"Guru besar Zhao!" Seru Bai Qing Yu yang langsung berlari ke arahnya dengan wajah tersedu-sedu karena ia akhirnya bisa melihat Zhao Bingyan kembali setelah lima hari ia tidak sadarkan diri.
Bai Qing Yu langsung memeluk kaki Zhao Bingyan dan kembali berkata, "Guru besar Zhao akhirnya sadar! Yu'er sangat senang mendengarnya!" Ucap Bai Qing Yu sekali lagi sambil menunjukkan senyum kekanak-kanakannya.
Zhao Bingyan mengelus kepala Bai Qing Yu dengan lembut dan bertanya, "Apakah selama ini Yu'er terus menungguku?"
Bai Qing Yu mengangkat kepalanya dan menatap ke arahnya sambil menjawab, "Tidak juga. Xiao Xiao yang telah melakukan itu untukku. Dia bilang, 'Jika rasa khawatir itu sampai membuatmu tidak tertidur, maka lupakanlah karena akulah yang seharusnya tidak boleh tidur malam ini.' itulah yang dikatakan oleh Xiao Xiao padaku. Jika dia tidak mengatakannya, bisa-bisa aku tidak akan tidur selama empat hari persis seperti apa yang dia lakukan untuk Guru." Jawabnya dengan memelihara senyum kekanak-kanakannya.
”Ternyata, mereka memang anak anak biasa.” batin Zhao Bingyan sambil melirik ke arah sebaliknya dan kembali menatap ke arah Mu Chen Xiao yang sedang tertidur di atas tanah. ”... Selalu saja tidur sembarangan. Tapi, untuk apa dia sampai-sampai tidak tidur selama empat hari hanya untuk mengkhawatirkanku seperti ini?” batin Zhao Bingyan yang kembali berpikir.
Zhao Bingyan kemudian berjalan ke arah Mu Chen Xiao dan menggendongnya seperti biasa karena ia tidak mungkin meminta tolong pada Bai Qing Yu untuk membawanya kembali ke kediamannya. "... Aku akan membawanya pulang. Nanti saja Yu'er mengajaknya pergi. Ia perlu beristirahat selama beberapa hari." Ucap Zhao Bingyan sambil berjalan kembali menuju ke kediamannya.
Bai Qing Yu hanya mengangguk ketika Zhao Bingyan berbicara dan membiarkannya pergi kembali ke kediamannya. Dan ketika ia telah berjalan dan hampir sampai di kamar Mu Chen Xiao, langkahnya seketika berhenti ketika ia melihat Zhao Yuan yang telah berdiri tidak jauh darinya.
Dilihat dari ekspresi yang ditunjukkan oleh Zhao Yuan, ia tampaknya sangat terkejut dan senang melihat Zhao Bingyan yang telah sadar kembali setelah lima hari ia terus terbaring di atas kasurnya. "... Yan'er! Kau bilang ingin berbicara denganku di paviliun Yong'an. Kenapa kau juga membawa anak itu?" Ucap Zhao Yuan di hadapannya.
Zhao Bingyan tetap meneruskan perjalanannya tanpa menghiraukan Zhao Yuan yang telah mengajaknya berbicara. Dan ketika sudah sampai pada jarak yang cukup jauh, Zhao Bingyan akhirnya memutuskan untuk menjawab, "Aku akan menemui mu setelah ini." Ucapnya sambil berjalan kembali meninggalkan Zhao Yuan.
”Apa yang telah terjadi padanya? Sikapnya jauh berbeda dari sebelumnya. Apakah karena anak itu yang sekarang ini selalu berdiri di sebelahnya?” batin Zhao Yuan yang merasa heran dan menuduh Mu Chen Xiao yang telah merubah sikap Zhao Bingyan terhadapnya.
__ADS_1