Chaos System

Chaos System
Chapter. 25 - Saudara Seperguruan Cheng


__ADS_3

Air terjun, sungai Rongye.


Desir angin yang datang dari barat, beberapa helai rerumputan panjang seolah menari di bawah matahari yang sedang tenggelam. Derasnya sungai Rongye, begitu diperhatikan dengan baik oleh Zhao Bingyan ketika dia sedang melatih Kultivasinya kembali.


Udara yang lembab dan sejuk, ditambah lagi dengan angin yang berhembus pelan, membuat tempat ini sangat cocok bagi seorang Kultivator untuk memperbaiki Kultivasinya kembali.


Di atas sebuah gundukan batu yang sangat besar yang di bawahnya telah tumbuh lumut yang tidak sedikit, Zhao Bingyan duduk di atasnya sambil memejamkan matanya dan sesekali dia melirik ke arah dedaunan kering yang terjatuh di atas permukaan sungai.


Rasanya aneh sekali. Udara terasa semakin dingin. Seharusnya, ini bukan saatnya untuk musim gugur. Firasat ku sedang tidak baik sekarang ini. Semenjak pertarungan antara sekte Nian Gu dan sekte Gunung Long Yu berakhir, kejadian yang seharusnya telah menghilang dari sini, muncul kembali. Segel api Liu dan keempat raja Xingyue, apakah mereka benar-benar masih hidup?


"Saudara Yan! Aku sudah menduganya, kau memang selalu berada di sini." Ucap seorang pemuda yang berjalan menghampirinya dari belakang.


Zhao Bingyan menoleh ke belakang dan berkata, "Saudara Xian? Apa yang membuatmu datang kemari? Untuk menemuiku?"


Cheng Xing Xian merasa dirinya telah disambut baik oleh Zhao Bingyan yang tidak menduga kedatangannya saat ini. Telah menjadi panglima perang Istana sejak usianya enam belas tahun, membuat Cheng Xing Xian sangat sulit untuk kembali pulang karena ia harus melindungi istana dari para bandit-bandit jalanan yang memiliki tingkat spiritual lebih tinggi ketimbang murid-murid sekte lainnya.


Zhao Bingyan tampak tidak terlalu terkejut dengan kedatangan Cheng Xing Xian yang tiba-tiba seperti ini. Jika saja ia tidak datang ketika Sekte Yin Lang menyerang mereka, mungkin saja Hua Jian sudah berada di bawah kekuasaan baru atau bahkan bisa lebih parah lagi. Mungkin, Sekte mereka akan benar-benar menghilang dan semua murid di dalamnya pun juga ikut mati terbunuh.


Cheng Xing Xian berdiri di sebelah Zhao Bingyan ketika dia sedang melatih Kultivasinya. Tidak ada satupun keinginan bagi Zhao Bingyan untuk menanyakan banyak hal tentangnya. Dan baginya, kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu mengenai penyerangan yang dilakukan oleh Sekte Yin Lang terhadap sektenya adalah sebuah hal yang berhasil mempermalukan dirinya di hadapan murid-muridnya sendiri.


"Bagaimana keadaanmu saat ini? Apakah racun ular kembali menyala?"


"Aku baik-baik saja."

__ADS_1


Cheng Xing Xian berpikir sebelum dia kembali bertanya, "Oh, iya. Mengenai anak kemarin sore. Apakah dia berasal dari keluarga 'Mu'?"


"Kamu sendiri telah mendengar namanya. Kenapa masih ragu dan menanyakannya kembali?"


"Delapan tahun lalu, Mu Chou Ran telah menyerang istana dengan ribuan pasukannya dan Mu Chen Xiao adalah anak kandungnya. Apakah kau sama sekali tidak bertindak apapun selagi anak itu belum beranjak dewasa?"


"Aku sudah memikirkannya. Aku akan menunggu selama beberapa waktu lagi. Lagipula, Mu Chou Ran sudah menghilang enam tahun lalu dan kabar tentangnya sudah terhapus. Istana bahkan sudah menggerakkan ribuan pasukan untuk mencarinya akan tetapi, tidak ada satupun yang berhasil menemukannya dan seluruh pasukan telah kembali tanpa luka sedikitpun. Kita hanya memiliki kemungkinan kalau Mu Chou Ran sedang menyamar menjadi orang lain."


"Mu Chou Ran memiliki kemampuan yang hampir setara dengan keempat Raja Xingyue dan ini berhubungan dengan Guru besar Sekte Yin Lang yang datang menyerang beberapa hari yang lalu. Aku lihat, dia menaruh segel api Liu di dahi anak itu dan kemudian dia pergi begitu saja setelah melakukannya. Jika diingat lagi, Mu Chou Ran juga bisa melakukan hal yang sama seperti saat dia berusaha untuk menghancurkan istana dan Sekte gunung Long Yu."


Zhao Bingyan menurunkan pandangannya dan menatap ke arah sungai yang sedang mengalir di bawah kakinya. Dia kemudian berkata, "Aku yang akan mengawasinya. Lagipula, akulah yang membawa Xiao'er datang kemari dan aku juga yang harus bertanggung jawab jika sesuatu terjadi di sini. Saudara Xian tidak perlu memperdebatkannya lagi. Sekarang aku bisa menanganinya sendiri." Ucapnya yang kemudian berdiri kembali dan pergi dari sungai Rongye menuju suatu tempat.


"Huh,... Sejak kapan dia menjadi manusiawi? Bukankah dulu dia sangat ingin membunuh Mu Chou Ran karena telah menghilangkan sebagian besar dari muridnya? Apa dia salah makan?"


...~ How to survive a prospective corpse ~...


"Berhenti menarikku! Lepaskan!" Bentak Zhao Wei Lu yang kemudian melepaskan genggaman tangan Mu Chen Xiao yang terus menariknya dari rumah gadis hingga ke tempat yang entah apa namanya.


Keduanya pun berhenti berlari di saat keadaan sudah mulai membaik dan para gadis-gadis itu sudah tidak lagi mengejar mereka. Lalu, tiba-tiba saja Mu Chen Xiao yang semula tampak baik-baik saja, mendadak merasa mual dan pusing di kepalanya. Wajahnya pun ikut memerah dengan keringat dingin yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.


”Aduh! Ini pasti karena aku terlalu banyak meminum anggur! Rasanya tadi aku baik-baik saja. Dan mengapa sekarang aku baru mulai merasa mual?” batin Mu Chen Xiao sambil menutupi mulutnya yang tampak berair.


Zhao Wei Lu melirik ke arah Mu Chen Xiao yang terlihat tidak baik-baik saja. Dia mulai memperhatikannya dengan baik dan pada akhirnya, ia pun mulai mengkhawatirkan keadaannya dengan bertanya,"Hei! Kau baik-baik saja?"

__ADS_1


Melihatnya yang bertingkah aneh, membuat Zhao Wei Lu berjalan mendekatinya dengan sangat terburu-buru lalu, tiba-tiba saja terdengar suara isi perut yang keluar dari mulut.


"HOEKKK!!!!"


"...."


Mirip seperti sebuah pelangi yang keluar dari mulut Mu Chen Xiao, Zhao Wei Lu hanya terdiam dengan wajah pucat ketika sedang melihat ke arah Mu Chen Xiao di sebelahnya. Dia sangat tidak terbiasa dengan hal ini. Melihat seseorang muntah di hadapannya, membuat Zhao Wei Lu semakin mual dan ingin melakukan hal yang sama.


"Ah, akhirnya keluar juga. Rasanya lega ketika semuanya sudah keluar." Ucap Mu Chen Xiao sambil mengelus-elus perutnya yang masih terasa mual.


Mu Chen Xiao pun mengalihkan pandangannya ke arah Zhao Wei Lu yang ada di sebelahnya. Wajahnya yang tampak pucat dan hampir membiru apalagi, dia terus menatap muntahan Mu Chen Xiao. Pastinya, saat ini dia sedang merasakan sesuatu yang tidak enak dalam pencernaannya.


"Hei! Jangan melihat benda seperti ini. Bisa-bisa kau sakit nantinya." Ucap Mu Chen Xiao sambil membalikkan badan Zhao Wei Lu ke belakang.


"HOEKKK!!!"


Dan tidak berselang lama ketika Mu Chen Xiao mengakhiri kalimatnya, tiba-tiba saja Zhao Wei Lu mendadak mual dan muntah di sebelah Mu Chen Xiao begitu dia selesai melihat buangan makanan yang ada di atas lantai.


"Hei! Mengapa kau juga ikut-ikutan?! Jangan muntah di sini!" Ucap Mu Chen Xiao dengan panik sambil menepuk-nepuk punggung Zhao Wei Lu.


"Ah! Berhenti mempedulikan ku! Karena ulahmu, aku jadi seperti ini!" Bentak Zhao Wei Lu yang langsung menampar tangan Mu Chen Xiao yang mencoba untuk membantunya.


"Hah? Mengapa harus aku yang disalahkan? Mengapa kau tidak menyalahkan dirimu sendiri karena mengunjungiku ke rumah para gadis?" Ucap Mu Chen Xiao dengan menatap heran ke arah Zhao Wei Lu.

__ADS_1


"Aku tidak peduli! Cepat kembali ke Sekte! Gege sudah menunggumu sejak tadi!" Ucap Zhao Wei Lu sekali lagi sambil berjalan pergi menuju Sekte dengan terburu-buru.


”Gege? Apakah yang dia maksud adalah Zhao Bingyan? Untuk apa dia mencariku? Bukankah dia sendiri yang mengusirku dari kamarnya? Eh, tunggu sebentar. Anak ini baru saja menyusulku ke rumah para gadis dan dia sendiri telah melihatku bermain-main dengan mereka. Orang ini, pasti akan segera melaporkanku kepada para petinggi sekte! Oh, tidak. Apakah hukuman cambuk sudah berlaku padaku?” batin Mu Chen Xiao yang terkejut begitu dia sadar kalau Zhao Wei Lu adalah Tuan muda kedua mereka.


__ADS_2