
Wilayah timur lembah Shan Bu adalah kediaman keluarga Jin yang telah ada sejak puluhan tahun lalu. Mereka banyak memelihara anak anak yang kemampuannya menembus langit dan bisa membunuh seekor singa hanya dengan tangan kosong. Meskipun kehebatannya sangat dikenal oleh keluarga besar lainnya, mereka sangat dibenci dan tidak disukai oleh banyak orang. Itu karena mereka selalu memonopoli perdagangan dan merampas harta milik siapapun orang yang berani macam-macam dengan mereka. Lalu, bukan hanya di sana saja masalahnya, mereka juga pernah terlibat penyerangan besar-besaran di kediaman Mu meskipun kebenarannya telah disembunyikan dengan baik oleh seseorang yang berada di Istana.
Ketika malam telah tiba dan semua orang telah terlelap dalam tidurnya. Sesosok bayangan hitam melintas di atas kepala mereka dengan membawa sebilah pedang yang memiliki cahaya merah ketika bulan purnama tiba. Orang itu adalah Ye Xing yang telah diberikan perintah untuk segera menghabisi seluruh keluarga Jin dan memperlakukan mereka dengan baik.
"Keluarga Jin telah berbuat curang dengan membayar seseorang di istana untuk menutupi kesalahan mereka yang telah membantai seluruh keluarga Mu. Kecurangan yang mereka lakukan, akan segera dibayar saat ini juga."
Ketika Ye Xing sedang berdiri di atas atap sebuah rumah yang paling besar, ia mulai mengangkat pedangnya dan memperhatikan situasi yang tampak sepi dan tidak ada seorangpun yang berkeliaran di sana. Dan saat itulah ketika ia merasa situasinya cukup aman, ia memakai tudungnya kembali dan mengunjungi satu persatu rumah dan membunuh semua orang yang ada di sana.
Ketika ia memulainya, suara gesekan antara sebilah pedang dengan segumpal daging bermunculan dimana-mana. Darah pun juga mengalir dari bawah pintu dan menakut-nakuti semua orang yang melihatnya. Ye Xing bergerak sangat cepat dan ia mengunjungi satu persatu rumah yang ada di sana. Ketika suara teriakan itu bermunculan, semua orang di sana berlarian keluar dan melihat situasinya saat ini. Beberapa rumah, memiliki darah yang mengalir di bawah pintu mereka!
"Siapa yang melakukan ini?! Kejam sekali!"
"Siapapun dia, keluarlah sekarang dan lawanlah kami dengan adil!"
Mereka semua yang melihat darah dimana-mana, hanya bisa berkata berani namun, kedua kaki mereka terlihat gemetar meskipun pedang sudah dihunuskan oleh mereka.
Beberapa saat kemudian, Ye Xing yang telah membunuh sebagian dari mereka tidak juga muncul dan memilih untuk bersembunyi di suatu tempat. Ia akan bergerak jika situasinya sudah cukup lengah dan ketika semua orang telah berkumpul di satu titik dan tidak menyebar kemana-mana.
__ADS_1
Lalu, setelah semua orang di sana mulai bertanya-tanya tentang keberadaannya, Ye Xing segera bergerak kembali dan berdiri di tengah-tengah mereka sambil mengayunkan pedangnya ke segala arah. Begitu pedang tersebut diayunkan, terjadi hujan darah yang berlangsung selama lima detik dan wajah dingin berlumuran darah muncul di dalam kegelapan disaat semua lampu telah dimatikan.
"S~ sebenarnya dari mana orang ini berasal?! Bagaimana dia bisa bergerak secepat itu?!"
Dengan perlahan, Ye Xing berjalan ke arah belasan orang yang tersisa di hadapannya. Wajahnya sama sekali tidak terlihat karena tertutupi oleh tudungnya dan pedang yang ada di tangan kanannya, memancarkan sebuah cahaya merah yang menyala-nyala.
"Siapa kau ini? Mengapa kau membantai kami?!" Tanya seorang laki-laki paruh baya dengan sebilah pedang yang terlihat gemetar saat dihunuskan ke arahnya.
Ye Xing yang sama sekali tidak memiliki rasa takut dalam menghadapi orang-orang ini, berjalan kembali tanpa harus menghiraukan semua rasa penasaran mereka mengapa ia harus menghapus nama keluarga Jin dari daftar keluarga terkuat.
Beberapa saat setelah ia selesai melakukan tugasnya, Ye Xing berdiri kembali pada salah satu atap rumah yang paling besar dan memandangi genangan darah yang terdapat di setiap sudut kediaman tersebut. Tumpukan mayat yang dibiarkan begitu saja, akan meninggalkan jejak bagi pembunuhnya. Jika hal itu tidak segera dihilangkan, mungkin sisa-sisa dari keluarga Jin pasti akan mengetahui siapa yang melakukan hal ini.
Ye Xing mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya ke langit. Tidak lama setelahnya, muncul seekor burung Phoenix bermata oranye yang memiliki warna merah tajam serta ekor yang panjang dengan ujung berwarna hitam, hinggap di sebelah Ye Xing begitu ia memanggilnya dengan satu kali gerakan kecil.
"Seekor burung Phoenix yang sangat diberkahi dengan kekuatan api. Hong Li! Bakarlah seluruh kediaman ini bersama para penghuninya hingga menjadi debu dan selesaikan orang-orang yang hilang dari genggamanku." Ucap Ye Xing pada burung Phoenix yang bernama Hong Li sehingga, tidak lama setelahnya Hong Li menyemburkan api dari dalam mulutnya dan membakar seluruh kediaman termasuk orang-orang yang mati di dalamnya.
Keesokan harinya, di Sekte Hua Jian ketika Mu Chen Xiao sedang mempelajari tentang ritual dan mantra Shen Qi di perpustakaan Jing Shen pada sore hari. Wajahnya tampak menyesal karena telah mengatakan hal itu dan kelopak matanya semakin menghitam karena semalaman ia tidak tidur hanya untuk mempelajari hal-hal begini.
__ADS_1
"Kenapa aku harus menjadi anak jujur dan budiman jika pada akhirnya aku menyesal seperti ini? Seharusnya aku katakan saja kalau Zhao Bingyan sekarat dan kita hanya tinggal menunggu waktu kematiannya saja! Huh! Jika bukan karena pak tua bangka itu mengancam keempat tabib kemarin, mungkin aku tidak akan melakukannya dan membuatku bertaruh nyawa seperti tahun-tahun sebelumnya." Gumam Mu Chen Xiao saat ia memperhatikan jendela perpustakaan yang masih terbuka.
Selepas ia terus memperhatikan jendela luar, ia pun menoleh kembali ke depan dan sangat terkejut ketika ia melihat Zhao Wei Lu yang telah duduk di depan mejanya dengan masih memelihara wajah galaknya seolah ia membenci semua orang.
”Semakin besar, orang ini semakin terlihat galak.” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan dan kemudian berkata, "... Tuan muda kedua? Apakah ada hal yang harus dibicarakan denganku?"
Zhao Wei Lu yang masih memelihara wajah galaknya, tiba-tiba saja memukul mejanya dengan keras sehingga mereka pun menjadi pusat perhatian para murid-murid yang sedang belajar di sana.
”Orang ini sedang cari perhatian?!” batin Mu Chen Xiao yang terkejut setelah ia melihatnya.
Zhao Wei Lu memberikannya tatapan dingin sebelum akhirnya ia berkata, "Aku datang kemari untuk menggantikanmu melakukan ritual Shen Qi untuk memulihkan keadaan Yan Gege."
Ketika ia pertama kali mendengarnya, Mu Chen Xiao sangat terkejut sampai-sampai ia tersedak minumannya sendiri ketika ia berusaha untuk tenang. Ia juga tidak percaya dan tidak mengetahui mengapa Zhao Wei Lu mengatakan hal ini padanya. Pastinya, ini bukan karena dia terlalu mengkhawatirkan keadaan Mu Chen Xiao yang akan melakukan ritual ini melainkan, ia terlalu mengkhawatirkan keadaan Zhao Bingyan jika Mu Chen Xiao yang melakukannya di saat ia masih berada di level lima alam bumi.
"K~ kenapa Tuan muda kedua ingin melakukannya? Apakah karena Tuan muda terlalu mengkhawatirkan Guru besar?" Tanya Mu Chen Xiao sambil menyeka air yang masih membekas di bawah bibirnya.
Zhao Wei Lu menjawab sesaat kemudian, "Bukan karena aku mengkhawatirkan keadaan Yan Gege apalagi mengkhawatirkan keadaanmu yang tidak berguna jika di pikirkan." Ucapnya yang membuat Mu Chen Xiao diam tak berkutik dan tidak berekspresi. "... Tapi, ini tentang kejadian pagi tadi yang membuat semua orang merasa khawatir. Malam tadi, seseorang menyerang kediaman keluarga Jin dan membakarnya bersama mayat-mayat yang ada di dalam."
__ADS_1