Chaos System

Chaos System
Chapter. 23 - Shan Feng


__ADS_3

Perpustakaan Jing Shen.


"Zhao Bingyan pasti sudah gila! Lagi-lagi dia menyuruhku untuk membaca selusin buku meskipun aku sudah menyelamatkan nyawanya!" Batin Mu Chen Xiao yang duduk di hadapan sebuah meja lantai sambil menatap ke arah selusin buku yang saat ini telah tertumpuk di depan wajahnya.


"Hei! Bocah kemarin sore! Lagi-lagi kau dihukum oleh Guru besar Zhao, ya?" Ucap salah seorang murid laki-laki dengan nada yang sangat menyombongkan dirinya ketika sedang berbicara dengan Mu Chen Xiao.


Seorang murid yang memiliki usia lima belas tahun, dengan rambut terurai rapi dan mahkota di atas kepalanya. Matanya memancarkan cahaya coklat keemasan dengan sebuah kipas lipat yang menutupi sebagian wajahnya. Dia juga memakai pakaian seragam seperti murid-murid sekte lainnya. Kelihatannya, dia hanya menang di wajah namun, siapa sangka dia hanya bisa bersikap arogan dan tidak mampu melindungi siapapun yang ada di sekitarnya.


[[ Yun Shan Feng ]]


[[ Kemampuan : Level Dua Alam Langit ]]


[[ Tuan Muda Ketiga Keluarga Yun ]]


'Keluarga Yun? Bukankah mereka adalah keluarga yang sangat terpandang? Huh! Dia hanya bocah sombong! Sepertinya aku bisa mempermalukannya dengan mudah.' batin Mu Chen Xiao yang diam diam menyeringai.


Meskipun Yun Shan Feng berasal dari keluarga terpandang, dia tetap hanyalah bocah tengik yang kerjaannya hanya memandang rendah para juniornya. Mu Chen Xiao? Apakah dia adalah salah satu orang yang telah menindasmu sebelum kamu melakukan bunuh diri? Kau ingin aku melakukan apa terhadapnya? Lagipula, tujuanmu yang sebenarnya adalah untuk mengacaukan semua yang telah mengganggu pemandangan mu.


Yun Shan Feng yang memiliki wajah sombong dan alis pedang, terus menatap ke arah Mu Chen Xiao tiada henti sampai akhirnya dia menyadari bahwa saat ini, ia sedang diabaikan olehnya.


"Beraninya kau mengabaikan seniormu!" Bentak Yun Shan Feng yang langsung memukul mejanya dan membuat buku-buku yang terpasang di atasnya, berhamburan kemana-mana.


Semua murid yang mendengarnya pun langsung menoleh ke arah mereka dengan ekspresi kesal karena seseorang telah membuat kekacauan di perpustakaan. Namun, ekspresi mereka berubah terkejut ketika mereka kembali melihat Mu Chen Xiao yang kembali berdiri di antara mereka.


"Oh, tidak. Sepertinya aku salah hari untuk mengunjungi perpustakaan. Sebaiknya aku pergi saja."


"Aku juga akan pergi."


Begitu mereka mendengar satu kata putus asa yang terucap dari mulut seorang murid yang memandang Mu Chen Xiao dengan rendah, semua orang di sana lantas pergi dan meninggalkan perpustakaan tanpa membawa apapun.


”Hah? Apa-apaan ini?! Mengapa semua orang pergi?!” batin Mu Chen Xiao sambil menatap sekitar yang tampak kosong.

__ADS_1


"Hei! Ini pasti karena ulahmu! Semua orang di sini pergi tanpa membawa apapun!" Bentak Yun Shan Feng yang menuduh Mu Chen Xiao melakukan sesuatu di perpustakaan.


"Hah?! Mengapa harus aku yang dituduh melakukan sesuatu?! Semua baik-baik saja sampai kau datang! Mantra apa yang kau gunakan untuk mengusir para murid-murid yang sedang belajar?!"


"Beraninya kau menuduhku! Aku ini seniormu!"


"Apa-apaan kalian ini?! Pantas saja semua murid enggan untuk belajar di sini!" Ucap seorang kakek tua dengan langkah kaki yang terdengar rapuh dan rambut yang telah memanjang hingga di bawah lututnya.


'Apa jangan-jangan, si tua ini adalah penjaga perpustakaan?'


[[ Pei Zhuo ]]


[[ Penjaga Perpustakaan Jing Shen ]]


[[ Kemampuan : Level sembilan alam bumi ]]


[[ Kunci Strategi Sekte Hua Jian ]]


Yun Shan Feng sepertinya mengambil kesempatan dan langsung memberikan salam pada Pei Zhuo sebelum dia berkata, "Senior Pei! Bocah ini, beberapa hari yang lalu telah mengacaukan perpustakaan dan membuat para murid di sini menjadi tidak betah untuk belajar."


Pei Zhuo mengelus janggut putihnya dan kemudian dia menatap ke arah Mu Chen Xiao dengan tatapan dingin. Memang benar, anak ini yang telah mengacaukan perpustakaan beberapa hari yang lalu bersama dengan Tuan muda kedua Zhao. Akan tetapi, pada saat itu Guru besar Zhao juga berada bersamanya sehingga, aku tidak bisa melakukan apapun pada mereka. Dan sekarang, anak ini sedang tidak bersama Gurunya. Mungkin saja aku bisa bertindak tegas terhadapnya.


'Orang tua ini, apa yang sedang dia pikirkan? Pakaiannya berwarna oranye dan hitam. Membuatku teringat pada rubah yang selalu ada di hutan.' batin Mu Chen Xiao sambil memikirkan hal yang sama dalam benaknya.


Pei Zhuo menghela nafasnya dan kemudian dia kembali berkata, "Baiklah. Karena kau yang telah membuat keributan beberapa hari yang lalu, aku sebaiknya memindahkan mu ke paviliun Yu'an. Patriark Sekte yang akan langsung mengajarimu."


"Hah?! Apa-apaan kau rubah tua! Memindahkan ku ke paviliun Yu'an dan di ajari langsung oleh pak tua bangka? Apakah otakmu sudah korslet?" Bentak Mu Chen Xiao sambil menunjukkan ekspresi terkejutnya.


Ekspresi Pei Zhuo berubah jengkel dan menarik paksa daun telinga Mu Chen Xiao dengan keras sambil berkata, "Dimana sopan santun mu ketika berbicara dengan orang tua?"


"Aduh,... Duh!!! Rubah tua! Cepat lepaskan! Aku pasti akan memotong tanganmu!" Bentak Mu Chen Xiao sambil mencoba untuk terus melepaskan daun telinganya dari tangan kejam Pei Zhuo.

__ADS_1


"Berani mengancamku, bocah nakal?!"


Ketika Mu Chen Xiao masih mencoba untuk melepaskan telinganya dari tangan Pei Zhuo. Tiba-tiba saja, sebuah kilatan listrik seolah-olah menyambar tangan Pei Zhuo. Hal itu membuatnya terkejut dan langsung melepaskan tangannya yang terus menarik telinga Mu Chen Xiao.


Yun Shan Feng tidak berkutik dan begitu terkejut ketika dia melihat sambaran listrik yang menyambar tangan Pei Zhuo. Sihir macam apa ini? Mengapa dia selalu melakukan hal yang tidak terduga?!


'Rasanya, aku sama sekali tidak mengeluarkan sihir apapun. Mengapa tiba-tiba aku bisa mengeluarkan listrik? Apakah ini berhubungan dengan kematian pertamaku?'


"Bocah nakal! Beraninya kau mengeluarkan sihir untukku!" Bentak Pei Zhuo sambil menunjuk ke arah Mu Chen Xiao di hadapannya.


Mu Chen Xiao memasang ekspresi terkejut dan membantah, "Tidak! Jelas-jelas bukan aku yang melakukannya!"


Yun Shan Feng berjalan mendekatinya dan langsung meraih tangan Mu Chen Xiao dan berkata, "Jangan membantah! Aku melihatnya sendiri! Kau melakukan itu terhadap senior Pei!"


"H-hei,... Aku ini masih Young Master level dua. Tidak mungkin aku bisa melakukannya." Ucap Mu Chen Xiao yang mencoba untuk menyangkalnya.


"Tetua Pei, kebetulan sekali Anda ada di sini. Ada yang ingin aku sampaikan padamu." Ucap Zhao Bingyan yang seketika muncul di hadapan mereka dengan langkah kaki yang terdengar sangat ringan sehingga tidak ada seorangpun yang menyadari akan kedatangannya.


Pei Zhuo langsung melupakan hal yang terjadi sebelumnya dan langsung pergi menghadap Zhao Bingyan untuk memberi salam padanya.


"Mengapa Tuan Muda Zhao ingin sekali berbicara dengan kakek tua ini?"


'Dia langsung berbicara lemah lembut pada Zhao Bingyan?! Benar-benar pilih kasih seperti tua bangka yang ada di belakang!' batin Mu Chen Xiao yang membuat Zhao Yuan mendadak merinding begitu dia merasa ada seseorang yang sedang membicarakan tentangnya.


Zhao Bingyan melirik ke arah Mu Chen Xiao dan berkata, "Xiao'er! Shan Feng! Kalian pergilah keluar. Aku ingin berbicara dengan tetua Pei sebentar."


Mu Chen Xiao tertegun. Mereka kemudian menghampirinya dan memberikan salam padanya sebelum akhirnya dia benar-benar pergi keluar bersama dengan Yun Shan Feng.


”Kebaikanku benar-benar tidak dibalas setimpal! Aku harus melampiaskannya!” batin Mu Chen Xiao yang menahan kesal kemudian pergi keluar cepat-cepat, mengabaikan apa yang ada di sekelilingnya.


Yun Shan Feng yang sebelumnya keluar bersama dengan Mu Chen Xiao, terus menatap dingin ke arah Mu Chen Xiao yang terburu-buru untuk pergi keluar sekte. Dia begitu disukai oleh Guru besar dan bahkan dia diizinkan untuk tinggal lebih lama di kediamannya. 'Sepertinya, para murid-murid sekte akan merasa jengkel jika mendengar hal ini. Aku harus segera menyampaikannya.'

__ADS_1


__ADS_2