
"Jadi, kalian adalah arwah pegunungan yang hidup selama ratusan tahun?" Tanya Mu Chen Xiao dengan heran setelah kedua ikan betina dan jantan ini menjelaskan sedetail-detailnya.
Kedua ikan ini kemudian menganggukkan kepalanya dan berharap Mu Chen Xiao akan mengerti apa yang mereka maksudkan. Dan tidak lama kemudian, setelah Mu Chen Xiao berusaha untuk berpikir jernih, ia terbatuk pelan dan kemudian tertawa lepas ketika ia akhirnya sadar kalau selama ini dia benar-benar sudah gila.
"Hahaha!!! Aku pasti sudah gila! Sepertinya itu karena dupa yang selalu ada di perguruan! Hahahaha!" Ucap Mu Chen Xiao dengan diselingi oleh tertawaannya sambil berguling-guling di tanah karena membayangkan keadaannya saat ini.
"Menurut mu, dia benar-benar gila?" Tanya ikan betina pada ikan jantan di sebelahnya.
"Mungkin,... Jadi selama ini, Yan'er disibukkan dengan mengajari seorang murid yang gila."
Tidak lama kemudian, Mu Chen Xiao akhirnya berhenti tertawa dan kembali terduduk menghadap kedua ikan yang saat ini sedang berenang di atas permukaan air. Ekspresinya terlihat masih menahan tawanya dan mulutnya tidak sanggup berkata-kata lagi karena telah penuh dengan tertawaannya sendiri.
"Jadi, apakah kami boleh bertanya sekarang?" Tanya ikan betina.
"Sudah puas tertawanya?"
Mu Chen Xiao mengusap matanya yang berair sambil mencoba untuk memberhentikan tertawaannya sebelum akhirnya dia memaksa untuk berkata, "Silahkan saja. Apa yang ingin kalian tahu, ikan-ikan di laut?"
"Bagaimana Yan'er bisa dekat denganmu padahal sebenarnya, ia adalah seseorang yang tidak mudah di dekati." Tanya ikan jantan di hadapannya.
Mu Chen Xiao berhenti tertawa dan tertegun ketika mendengar pertanyaan tersebut. Ia pun berpikir sesaat sebelum akhirnya ia kembali menjawab, "Apakah dulu dia adalah seseorang yang sangat sulit di dekati? Hmm,... Pantas saja Master Chu Yi begitu terpesona padanya. Jadi, karena sifat dinginnya itu?"
"Kenapa malah bertanya balik? Kami yang lebih dulu ingin bertanya padamu." Ucap ikan betina sekali lagi.
Mu Chen Xiao mengusap-usap tengkuk lehernya. Matanya terus berputar sesaat sambil memikirkan apa yang telah ia lakukan terhadap Zhao Bingyan yang dulu. 'Jika dalam hal hubungan saja, Zhao Bingyan selalu menjauh dari Li Chu Yi dan jika dalam hubungan saudara, Zhao Bingyan begitu dekat dengan Cheng Xing Xian, itu artinya ia lebih menghargai seorang teman dibandingkan dengan hubungannya dengan seorang wanita. Apakah itu juga berarti kalau ia adalah laki-laki yang mencintai sesama jenis?'
__ADS_1
Begitu ia mulai menduga-duga, wajah Mu Chen Xiao begitu terkejut ketika ia membuat sebuah kesimpulan yang sangat tidak jelas sumbernya.
"Tidak mungkin! Dia adalah orang yang seperti itu?!" Ucap Mu Chen Xiao dengan nada terkejut dan wajah yang sangat tidak percaya sehingga membuat kedua ikan ini merasa heran padanya.
"Hei nak! Apa yang kamu pikirkan?" Tanya ikan betina dengan heran.
Mu Chen Xiao tersentak dan kembali melihat ke arah kedua ikan yang saat ini sedang di bawah kakinya. Ia pun terduduk di sana dan bertanya, "Memangnya, apa yang membuat kalian merasa heran? Guru besar yang telah menyelamatkanku ketika terlibat dalam pertarungan Sekte Gunung Long Yu dengan Nian Gu. Jadi, wajar saja jika aku dekat dengannya. Lalu, mengapa kalian mempertanyakan ku?"
"Tidak. Kami hanya merasa heran mengapa Yan'er bisa selembut itu padamu." Jawab ikan jantan yang kemudian dilanjutkan oleh ikan betina yang menjelaskan, "Tujuh tahun lalu, Yan'er adalah orang yang mengerikan. Semenjak Ibunya dibunuh oleh Mu Chou Ran, ia menjadi seseorang yang mengerikan dan tidak manusiawi. Setidaknya, ada tujuh orang dari muridnya yang terbunuh setelah berguru padanya. Kebanyakan dari mereka mati karena luka bekas cambukan dan tusukan bara api di punggung mereka. Itulah alasan mengapa kami heran padamu."
”Matilah aku. Siksaannya mirip sekali dengan diriku yang akan mati sepuluh tahun kedepan.” batin Mu Chen Xiao yang merinding ketakutan begitu ia membayangkannya. Ia kemudian bertanya kembali, "Guru bilang jika ia berguru pada arwah pegunungan. Apakah arwah itu berwujud seperti kalian?"
"Tentu saja tidak!" Jawab ikan betina yang kemudian melanjutkan, "Ia bukan berguru pada ikan seperti kami. Dia berguru pada arwah berwujud manusia sempurna yang telah hidup ratusan tahun lalu semenjak raja Xingyue masih ada. Orang itu adalah Su Lingyu, penasehat pertama di istana raja Xingyue pertama, Mu Quan Shi."
”Lagi-lagi Keluarga 'Mu'?! Punya masalah apa mereka sehingga menyebabkan masalah di seluruh penjuru dunia?” batin Mu Chen Xiao yang sungguh heran dengan garis keturunan keluarganya sendiri sebelum dia kembali bertanya, "Lalu, seperti apa Guru besar Zhao sebelumnya sampai-sampai ia tidak manusiawi seperti itu?"
”Ternyata Zhao Bingyan ada benarnya juga. Lima belas tahun lalu adalah peperangan antara keluarga Zhang dengan keluarga Yan yang memperebutkan takhta kerajaan. Pada tahun itu, tidak ada yang namanya Guru dengan murid. Di sana hanya ada perang yang mengahasilkan pertumpahan darah. Pantas saja orang-orang yang hidup lima belas tahun lalu, begitu tegas dan dingin.” batin Mu Chen Xiao.
"Hei nak! Sebaiknya kau jangan heran dan marah padanya jika Yan'er memperlakukanmu dengan buruk. Murid-murid sebelumnya juga telah diperlakukan sama seperti mu bahkan lebih parah darimu." Jelas ikan betina pada Mu Chen Xiao.
Mu Chen Xiao menatap heran dan bertanya kembali, "Siapa memangnya yang bernasib lebih buruk dariku?"
Ikan jantan menjawab, "Contohnya, murid yang saat ini berada di level dua alam langit. Dia adalah Tuan muda ketiga keluarga Yun, Shan Feng."
"Hah? Itu tidak mungkin!"
__ADS_1
...~ How To Survive A Prospective Corpse ~...
...~ Chapter 29 ~...
Aula utama, Paviliun Yu'an.
"Dengan rendah hati, saya memberi hormat pada Guru besar sekte Hua Jian, Tuan muda Zhao Bingyan." Ucap seorang utusan dari istana bernama Nan An yang saat ini duduk di sayap kanan Zhao Bingyan.
Zhao Bingyan yang saat ini duduk di kursi utama menjawab, "Salam hormat untuk utusan Istana. Silahkan duduk kembali dan sampaikan apa yang ingin Anda katakan."
Nan An bersama dengan keempat pengawal lainnya, duduk kembali di tempat mereka masing-masing. Tatapan mata mereka tidak henti menatap Zhao Bingyan sampai akhirnya salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah gulungan kertas yang berisikan perintah Kaisar untuk sekarang ini.
Setelah ia mengeluarkannyai, Nan An berdiri kembali dan menyampaikan apa yang tertulis di dalam suratnya, "Paduka menyampaikan perihal tentang kejadian di lembah Dao Xun. Beberapa pedagang menyampaikan keluhannya bahwa mereka kerap kali mendengar dan melihat hantu-hantu dari pasukan Raja pertama Xingyue. Mereka seperti manusia namun, mereka tidak memiliki daging dan mata. Pandangan mereka gelap dan dipenuhi dengan energi jahat yang datang dari Raja pertama Xingyue. Yang Mulia telah menurunkan puluhan pasukan khusus untuk menyelidiki tentang kebenarannya namun, tidak ada satupun yang berhasil pulang ke istana dengan selamat. Karena itu, Yang Mulia memberikan perintah agar setiap Sekte mengirimkan dua orang terkuatnya untuk menyelesaikan tugas besar yang tidak bisa diselesaikan oleh pasu—"
"Berhenti!" Ucap Zhao Bingyan yang tiba-tiba memberhentikan Nan An yang sedang membaca seluruh isi suratnya.
Nan An menatap bingung dan bertanya, "Ada apa Tuan muda?"
"Yang Mulia memerintahkan agar setiap Sekte meluncurkan dua orang untuk bertugas dalam hal ini? Apakah itu artinya, Sekte Nian Gu dan Gunung Long Yu juga dilibatkan dalam hal ini?" Tanya Zhao Bingyan dengan heran dan wajahnya seperti enggan untuk percaya.
Nan An menjawab, "Tentu saja."
Zhao Bingyan mengusap-usap ruang di antara kedua alisnya dan berkata dalam benaknya, ”Apa jadinya jika kedua Sekte yang berseteru ini kembali dipertemukan dalam satu tempat yang sama? Apalagi, Yang Mulia juga melibatkan Sekte Yin Lang yang sebelumnya datang berperang dengan Sekte Hua Jian. Pastinya, kekacauan akan terjadi dimana-mana. Bisa-bisa, tugas ini tidak akan pernah bisa tuntas!”
Nan An menatap bingung ke arahnya dan bertanya kembali, "Ada apa Tuan muda? Apakah ada masalah?"
__ADS_1
Zhao Bingyan menurunkan tangannya kembali dan berkata dengan lesu, "Tidak apa-apa. Aku sudah mengerti tentang tugasnya. Sekarang kalian boleh pergi atau menginap di sini." Ucapnya sambil berjalan keluar paviliun dengan pikiran yang sangat berantakan.
”Memangnya, kekacauan apa yang akan terjadi jika keempat Sekte ini saling bertemu?" Gumam Nan An yang menatap heran pada semua orang di sini.