
"Eh? Kau sudah menyuruh kedua orang itu untuk segera pergi menuju kota Xuanzhou?" Tanya Mu Chen Xiao dengan heran setelah ia mendengar penjelasan dari seekor naga yang merubah wujudnya kembali menjadi manusia dan namanya adalah Guan Long.
"Aduh! Kau ini sebagai bocah nakal masih saja memanggil orang dengan tidak sopan seperti itu!" Ucap Guan Long tidak langsung memukul kepala Mu Chen Xiao begitu ia tidak menyebut Hao Shu dan Xun Ji'an dalam kalimatnya.
"Hei! Berhenti memperlakukanku seperti itu!" Bentak Mu Chen Xiao yang langsung mencoba untuk melepaskan tangan Guan Long yang terus saja menekan kepalanya ke bawah.
"Ahh,... Tuan Long, jangan lakukan itu padanya. Bisa-bisa adik Xiao akan memukul wajah Anda." Ucap Lun Quo yang mencoba untuk menenangkan keadaan mereka berdua.
Guan Long akhirnya berhenti mengganggu Mu Chen Xiao dan pandangannya seketika teralihkan pada rumah bambu yang berada di belakangnya.
"Apakah Yan-Yan berada di dalam sana? Aku bisa merasakan sedikit hawa spiritualnya meskipun sedikit." Tanya Guan Long saat ia mencoba untuk berjalan memasuki rumah yang ada di belakangnya.
"Hei! Kau mau kemana?! Berhenti di sana!" Bentak Mu Chen Xiao yang langsung menarik Guan Long mundur dari rumah tersebut.
"Haah, kau ini kenapa? Tenang saja! Aku tahu kau sangat menjaga Guru besar mu karena itu aku tidak akan melakukan apapun padanya." Ucap Guan Long saat ia membuka pintunya dan ia pun akhirnya berhenti berjalan ketika ia melihat sesuatu yang mungkin akan mengejutkan siapapun yang mendengarnya.
"Bukankah namamu adalah Mu Chen Xiao? Kau pasti mengetahui berapa usia guru besarmu sekarang ini." Tanya Guan Long yang seketika berhenti di depannya ketika Mu Chen Xiao mencoba untuk menghentikannya.
"Eh? Kenapa mendadak? Seharusnya usia Guru besar Zhao sekarang adalah 26 tahun—" Mu Chen Xiao yang baru saja menjawab pertanyaan Guan Long, seketika terhenti bersamanya karena ia melihat sesuatu yang sungguh tidak dipercaya olehnya.
"Eh? Ada apa? Mengapa kalian berhenti di sini?" Tanya Lun Quo karena ia melihat Mu Chen Xiao dan Guan Long berhenti di depan pintu.
Ketika ketiganya telah berdiri di depan pintu, ekspresi mereka seketika terkejut karena tidak percaya. Seseorang yang seharusnya memiliki usia dewasa dan sangat bisa diandalkan oleh orang-orang, berubah menjadi seorang anak kecil yang berusia lima tahun?!
"Dia berubah menjadi bocah lima tahun?!" Batin ketiganya setelah mereka melihat Zhao Bingyan yang berubah menjadi seorang anak berusia lima tahun dengan memakai pakaian yang seharusnya digunakan oleh seseorang yang berusia dua puluh tahun keatas.
Menyadari kalau sekarang ini Zhao Bingyan tidak pakai baju karena pakaiannya yang sangat kebesaran, membuat Mu Chen Xiao langsung bergerak cepat dan menutupi Zhao Bingyan dari hadapan satu orang dewasa dan sosok arwah yang tidak diketahui usianya.
"Hei! Apa yang kalian lihat?! Cepat carikan baju yang sesuai dengan ukurannya!" Bentak Mu Chen Xiao sambil menutupi Zhao Bingyan dengan pakaian yang ada.
"Kenapa harus ditutup seperti itu?! Lagipula dia bukan wanita yang mengundang nafsu!" Jawab Guan Long begitu ia melihat situasinya saat ini.
Sebuah pakaian merah yang berukuran kecil, keluar dari tangan Lun Quo dan ketika bentuknya sudah terlihat, ia pun segera memberikannya pada Mu Chen Xiao yang sedang membutuhkannya.
"Aku menyimpan pakaian Adik Xiao ketika masih berusia tujuh tahun. Mungkin Yan'er bisa menggunakannya untuk sementara waktu." Ucap Lun Quo sambil memberikan pakaian tersebut.
”Aku pikir pakaian ini sudah dibuang oleh tikus tua. Ternyata, dia masih menyimpannya dan menitipkannya pada Lun Quo.” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran dengan pakaian lamanya yang sungguh terlihat kecil dibandingkan dengan pakaian yang sekarang ini dipakai olehnya.
__ADS_1
"Eee,... Baiklah. Tapi, jangan beritahukan pada Guru besar kalau ia pernah memakai pakaianku." Ucap Mu Chen Xiao sambil menerima pakaian yang diberikan oleh Lun Quo padanya.
Ketika Mu Chen Xiao memakaikan pakaian untuk Zhao Bingyan yang usianya kembali berumur lima tahun, pandangannya seketika terhenti pada kedua bola mata Zhao Bingyan yang tampak bulat dan bercahaya. Pipinya terlihat besar dan bibirnya masih terlihat merah sempurna.
”Manisnya,... Apakah dulu aku pernah semanis ini sampai-sampai membuat semua orang ketagihan untuk melihatnya?” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan dengan wajah berbunga-bunga.
Ketika ia sedang memakaikan pakaian untuknya, tiba-tiba saja Zhao Bingyan menahan lengan pakaiannya dan menatap Mu Chen Xiao dengan ekspresi polos yang masih dimiliki olehnya saat ini.
"Jie,... A-Yue!" Ucap Zhao Bingyan dengan wajah memelas karena mencoba untuk meminta sesuatu padanya.
”A-Yue? Siapa dia?” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan.
"Hoh,... Sepertinya, ingatan Yan-Yan kembali ketika usianya berumur lima tahun. Tidak heran jika ia memanggilmu dengan seseorang yang dikenal olehnya 21 tahun lalu." Jelas Guan Long yang muncul secara mendadak di sebelahnya.
Melihat Guan Long yang muncul secara mendadak di hadapannya. Hal itu membuat Zhao Bingyan semakin ketakutan dan memeluk pinggang Mu Chen Xiao karena ia tidak mengenal Guan Long saat itu.
"A-Yue! Orang ini mengerikan sekali! Aku takut!" Ucap Zhao Bingyan sambil memeluk erat pinggang Mu Chen Xiao hingga membuatnya kebingungan untuk mengatakan apa padanya.
Mu Chen Xiao menoleh ke arah Lun Quo yang masih berada di belakangnya dan berkata, "Lun Quo! Cepat antarkan kami pulang. Aku tidak tahu harus melakukan apa pada Guru besar Zhao." Ucapnya dengan nada merengek karena ingin diantarkan pulang.
Mendengar jawaban dari Lun Quo, Mu Chen Xiao kembali mengalihkan pandangannya ke arah Zhao Bingyan yang sekarang ini masih terduduk di hadapannya. Wajahnya yang terlihat polos seperti anak-anak kebanyakan dan ukurannya bahkan dua kali lebih kecil darinya.
"Kenapa dia selalu menunjukkan wajah memelasnya padaku?" Gumam Mu Chen Xiao yang langsung mengangkat Zhao Bingyan dan menunjukkannya pada Lun Quo yang tidak memiliki wajah dan wujud yang tidak bisa ditebak.
Ketika Mu Chen Xiao menunjukkan Zhao Bingyan pada Lun Quo di belakangnya, suara tangisan itu terdengar dan rengekan itu akhirnya terjadi beberapa saat kemudian.
"A-Yue! Orang ini mengerikan!" Teriak Zhao Bingyan bersamaan dengan suara tangisannya yang begitu memekakkan telinganya.
BUKKK!!!
Karena terus mendengar suara tangisan yang begitu memekakkan telinganya, Guan Long langsung memukul kepala Mu Chen Xiao hingga membuatnya hampir saja menjatuhkan Zhao Bingyan dari pegangannya.
"Aduh! Kau ini! Bagaimana jika Guru besar Zhao jatuh?!" Bentak Mu Chen Xiao yang langsung menatap marah ke arah Guan Long yang berdiri di dekatnya.
"Kau sendiri tidak melihat kalau dia merengek ketakutan melihat Lun Quo?! Mengapa kau masih saja menakut-nakutinya?!" Balas Guan Long dengan keras hingga membuat Zhao Bingyan sangat terkejut mendengarnya.
"Monster jelek! Jangan lakukan sesuatu pada A-Yue!" Ucap Zhao Bingyan yang langsung melompat ke arah Guan Long dan langsung menggigit kepalanya.
__ADS_1
"Hei! Hei! Mu Chen Xiao! Cepat hentikan anak ini!" Ucap Guan Long yang merasa kesakitan ketika Zhao Bingyan menggigit kepalanya hingga menciptakan sebuah luka yang mengucurkan darah dari atas kepalanya.
Mu Chen Xiao langsung mengambil kembali Zhao Bingyan dan menjauhkannya dari Guan Long dan Lun Quo. ”... Aku tidak tahu kalau sifatnya bisa berubah agresif seperti ini.” batin Mu Chen Xiao saat ia menggendong kembali Zhao Bingyan ketika ia menggigit kepala Guan Long.
"Bagaimana ini? Jika sudah mengecil seperti ini, bukankah seharusnya dia dikembalikan saja ke Sekte? Tapi, bagaimana agar kami bisa sampai ke sana dalam waktu sekejap?" Tanya Mu Chen Xiao kembali.
Lun Quo berpikir sebelum menjawab, "Jika tidak salah, Yan'er selalu menyimpan mantra teleportasi di balik pakaiannya. Cobalah untuk mencarinya di sana."
Mu Chen Xiao mengikuti apa yang dikatakan oleh Lun Quo dan ia pun segera membongkar seluruh benda yang tersimpan di balik pakaian Zhao Bingyan. Dan benar saja, dalam waktu singkat ia pun berhasil menemukan sebuah kertas mantra teleportasi yang mungkin akan membawanya langsung ke Sekte.
”Kenapa aku tidak pernah mengetahui rahasia dibalik pakaian seseorang?” batin Mu Chen Xiao yang terkejut setelah ia melihatnya. "... Meskipun ini akan memakan banyak tenaga tapi, aku rasa aku bisa melakukannya dengan baik."
Sehari setelah penyerangan, kediaman Zhao Yuan.
"Tetua Hao Shu, bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah sudah merasa baikan?" Tanya Zhao Wei Lu yang sekarang ini berada di sebuah kamar bersama dengan Hao Shu yang terluka cukup parah setelah Jin Mifeng menusuknya pada bagian dada kanannya.
Hao Shu yang dikejutkan dengan kedatangan Zhao Wei Lu secara tiba-tiba, langsung terduduk dan merubah posisinya kembali sehingga ia duduk menghadap ke arah Zhao Wei Lu.
"Tuan muda kedua tidak perlu mengkhawatirkan ku. Di sini aku baik-baik saja." Jawab Hao Shu saat ia melihat Zhao Wei Lu yang menaruh sebuah nampan berisikan obat yang biasa digunakan untuk menyembuhkan luka.
"Kenapa harus seperti itu? Tetua Hao Shu telah menyelamatkan kami dan seharusnya kami berterima kasih karena tetua telah menyelamatkan kami semua yang ada di sini." Jawab Zhao Wei Lu sambil mengoleskan obatnya pada luka yang ada di dada kanan Hao Shu dan tangan kanannya.
Hao Shu terdiam sesaat dan memperhatikan Zhao Wei Lu yang sedang mengoleskan obat di seluruh lukanya. "... Anggap saja ini sebagai balasan atas perbuatan baik salah satu saudara seperguruan kalian."
Zhao Wei Lu tertegun dan ia langsung berhenti mengoleskan obatnya sebelum ia bertanya kembali, "Memangnya siapa yang tetua Hao Shu maksudkan? Apakah dia adalah Mu Chen Xiao?"
Hao Shu melirik dingin ke arah Zhao Wei Lu sesaat dan kemudian ia kembali melihat sekeliling dengan tatapan biasa. "Ya. Setelah aku menjadi Gurunya selama tiga tahun, aku sedikit mengetahui tentangnya." Ucapnya sambil melirik sesaat ke arah Zhao Wei Lu dan melanjutkan dengan wajah sumringah, "... Aku tidak menyangka bahwa kau adalah pamannya."
Zhao Wei Lu yang awalnya mengoleskan obatnya dengan lembut, tiba-tiba saja membuat sebuah luka baru dengan menekan kuasnya sehingga hal itu membuat Hao Shu terlihat kesakitan begitu ia mendapatkan luka tersebut.
"Aduh,... Duh,... Bisakah Tuan muda sedikit lebih lembut? Aku hampir saja mati karena pedang yang menembus tubuhku." Ucap Hao Shu yang merasa sakit begitu Zhao Wei Lu mengobatinya secara asal.
"Maafkan aku, tetua Hao Shu! Aku benar-benar tidak sengaja." Ucap Zhao Wei Lu dengan wajah menahan kesal dan senyum paksanya.
Ketika ia sedang mengobati seluruh luka yang ada di tubuh Hao Shu, seorang murid mulai berlarian di sekitar kamar tersebut dan akhirnya orang itu berdiri di belakang pintu tanpa membukanya karena ia tahu kalau Zhao Wei Lu dan Hao Shu sedang berada di sana.
"Tuan muda kedua! Tetua Hao Shu! Mu Chen Xiao dan Guru besar Zhao telah kembali!"
__ADS_1