
Keesokan paginya, kediaman Zhao Bingyan Sekte Hua Jian.
"Cih! Si tua bangka menyebalkan! Beraninya dia melempar puluhan pedang ke arahku!" Ucap Mu Chen Xiao dengan kesal setelah ia mendapati banyak luka memar yang disebabkan karena terjatuh saat ia mencoba untuk menghindari semua serangan yang dilakukan oleh Zhao Yuan padanya.
Saat itu, mereka sedang berada di kediaman Zhao Bingyan yang sangat sunyi karena tidak ada seorangpun yang berada di sana. Semua murid-murid sibuk untuk mempertahankan sektenya karena melihat keadaan Guru besar mereka yang sedang tidak baik dan tidak memungkinkan untuk bisa melindungi mereka jika saja ada seorang penyusup yang mencoba untuk memasuki tempat tinggal mereka. Dan karena hal itu, Zhao Yuan mempercayakan Zhao Bingyan pada Mu Chen Xiao karena sejak tadi ia terus memanggilnya dengan sebutan A-Yue yang merupakan orang terdekat dengan Zhao Bingyan 21 tahun lalu.
"A-Yue! Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah masih sakit?" Tanya Zhao Bingyan sambil menggoyang-goyangkan pahanya ketika ia sedang terduduk di atas ranjangnya.
Mu Chen Xiao yang masih berwajah kesal, menatap ke arah Zhao Bingyan yang terlihat sangat mengkhawatirkannya dan ia pun menjawab, "Aku baik-baik saja! Berhentilah memanggilku A-Yue! Lagipula aku tidak mengenal siapa orang itu!" Ucapnya dengan sedikit membentak sehingga membuat kedua bola mata Zhao Bingyan berkaca-kaca.
"Kenapa A-Yue tidak seperti biasanya?" Ucap Zhao Bingyan dengan mata yang mulai terlihat sembab.
”Oh tidak! Jika dia menangis, apa yang akan terjadi?” batin Mu Chen Xiao yang membayangkan jika seluruh murid-murid Sekte dan para petingginya akan menghabisinya secara beramai-ramai hanya karena ia membuat Guru besar mereka menangis.
Tamatlah riwayatku.
"Memangnya, apa yang biasa dilakukan A-Yue?" Tanya Mu Chen Xiao saat ia menoleh ke arah Zhao Bingyan di sebelahnya.
"Biasanya, A-Yue selalu membawaku ke kota atau menceritakan sesuatu tentang legenda yang pernah terjadi sebelum aku lahir."
Mendengar jawaban yang menunjukkan bahwa A-Yue selalu membawa Zhao Bingyan pergi ke kota, hal itu membuat Mu Chen Xiao semakin bersemangat dan memiliki sebuah ide untuk segera pergi dari tempat ini.
"Kalau begitu, bagaimana jika Guru besar berkunjung ke kota? Kau pasti senang karena melihat ada banyak penari-penari cantik di sana!" Ucap Mu Chen Xiao yang langsung menyimpulkan.
Sementara ini, kejadian di kediaman Zhao Yuan yang bersebelahan dengan kediaman Zhao Bingyan. Zhao Wei Lu terus menjaga keadaan Hao Shu yang tampaknya mulai membaik sejak kejadian itu. Lukanya juga perlahan sembuh dan ia juga bisa makan dengan teratur meskipun hanya sedikit.
"Bagaimana keadaan tetua sekarang ini?" Tanya Zhao Wei Lu saat ia masih berada di sana.
"Aku baik-baik saja. Tuan muda kedua tampaknya terlalu mengkhawatirkan ku." Jawab Hao Shu dengan merendah.
__ADS_1
"Karena Yan Gege telah kembali meskipun usianya terulang kembali, setidaknya aku bisa sedikit lebih tenang dan bisa memprioritaskan kesembuhan tetua Hao Shu."
"Sudah sejak kemarin, tuan muda terus berada di sini. Apakah Tuan muda tidak ingin melihat keadaan Yan'er sekarang?"
"Patriark Sekte sudah mempercayakannya pada Mu Chen Xiao. Aku rasa, aku bisa sedikit percaya padanya."
"Setidaknya lihatlah bagaimana keadaannya sekarang. Tuan muda tidak perlu merasa keberatan jika harus meninggalkanku sendiri di sini. Aku baik-baik saja."
Zhao Wei Lu terdiam beberapa saat sambil mengartikan bagaimana ia harus menjawab perkataan Hao Shu berikutnya. Ia memejamkan matanya sebentar dan akhirnya bangkit dari duduknya lalu, membungkuk memberikan salam padanya.
"Kalau begitu, aku akan pergi sebentar. Aku harap tetua Hao Shu bisa menjaga diri Anda sendiri." Ucapnya lalu kemudian berjalan keluar dengan sedikit terburu-buru.
”Apa yang membuat mereka percaya dengan Mu Chen Xiao? Mungkinkah selama ia berada di sini, ada sedikit perubahan darinya?” batin Hao Shu yang ingat dengan sifat Mu Chen Xiao saat ia berada di pegunungan Jinya.
Ketika Zhao Wei Lu berjalan menuju kediaman Zhao Bingyan, terlihat beberapa murid-murid Sekte yang terkejut dengan keberadaannya di sana.
"Apakah Yan Gege ada di sini?" Tanya Zhao Wei Lu saat ia menoleh ke arah seorang murid yang mencoba untuk menghampirinya.
Murid tersebut tertegun dan berpikir sebelum ia menjawab, "Jika tidak salah, belum lama ini Mu Chen Xiao bilang kalau Guru besar Zhao ingin berjalan-jalan keluar. Jadi, sekarang ini mereka berdua sedang berada di kota."
Zhao Wei Lu terlihat terkejut saat ia mendengar jawaban dari murid tersebut. Ia pun merasa sangat marah dan langsung menarik kerah pakaian murid tersebut hingga membuatnya sangat terkejut melihatnya.
"A- ada apa Tuan muda kedua? Apakah ada masalah?" Tanya murid tersebut dengan canggung karena melihat wajah Zhao Wei Lu yang terlihat sangat marah padanya.
"Apakah kau tidak sadar kalau kau telah ditipu olehnya? Jika ada orang lain yang mengetahui bagaimana keadaan Guru besar sekarang ini, apakah kau tidak berpikir akan ada kelompok musuh yang menyerang sekte?" Bentak Zhao Wei Lu yang membuat murid tersebut merasa sangat ketakutan melihatnya.
"Maaf, Tuan muda kedua! Aku tidak berpikir itu akan terjadi. Tapi, Guru besar Zhao sendiri yang mengatakan kalau ia ingin pergi keluar." Jawab murid tersebut dengan ekspresi meringis ketakutan.
Tanpa mengulang perkataannya lagi, Zhao Wei Lu akhirnya melepaskan murid tersebut dan berkata dengan lesu, "Haah,... Aku akan segera mencarinya. Jangan beritahu siapapun kalau Guru besar Zhao sedang tidak berada di sini." Ucapnya sambil berjalan meninggalkannya.
__ADS_1
"Akan kulakukan, Tuan muda kedua."
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 93 ~...
"Haah! Sudah lama sekali aku tidak merasakan hal seenak ini!" Ucap Mu Chen Xiao saat ia sedang menikmati sebuah sup daging dan beberapa makanan kecil lainnya di sebuah kedai makanan yang ada di kota Xuanzhou.
Zhao Bingyan merasa terkejut setelah ia melihat setumpuk makanan yang ada di depannya. Ia sesekali melirik ke arah Mu Chen Xiao yang terlihat senang sekali dengan setumpuk makanan yang ada di depannya akan tetapi, menurut Zhao Bingyan hal ini tidak biasa dan seharusnya tidak pernah terjadi.
"A-Yue! Kenapa A-Yue senang sekali? Bukankah makanan seperti ini, sudah biasa disajikan di kediaman Zhao?" Tanya Zhao Bingyan saat ia melihat ke arah Mu Chen Xiao yang ada di sebelahnya.
”Aku semakin penasaran dengan seorang perempuan bernama A-Yue. Apakah dia adalah kakak perempuannya?” batin Mu Chen Xiao yang langsung berhenti makan begitu Zhao Bingyan bertanya sesuatu padanya.
"Aku hanya melakukan apa yang selalu aku lakukan dan yang belum pernah aku lakukan." Jawab Mu Chen Xiao yang membuat Zhao Bingyan terdiam beberapa saat.
"Lalu, apa hubungannya dengan makanan di sini?"
"Eee,.... Mungkin karena aku butuh istirahat sebentar." Jawab Mu Chen Xiao dengan canggung saat ia merasa apa yang dikatakannya tadi benar-benar tidak ada hubungannya dengan pertanyaan yang tadi.
Zhao Bingyan termenung dan memandangi sebuah kue kukus yang berada di atas mejanya. "... A-Yue orang yang sangat baik. Aku harap, Yan'er bisa menjadi seperti A-Yue!" Ucap Zhao Bingyan sambil menunjukkan wajah manisnya pada semua orang yang ada di sana.
"Wah, manisnya! Siapa anak ini?" Tanya seorang pelayan wanita yang datang bersama kelima pelayan wanita lainnya saat mereka tidak sengaja melihat wajah Zhao Bingyan yang terlihat oleh semua orang yang ada di sana.
"Pergilah! Jangan tertipu dengan wajahnya!" Bentak Mu Chen Xiao sambil mendorong pergi keenam pelayan kedai yang sedang berusaha untuk menyentuh kulit wajah Zhao Bingyan.
Di tengah-tengah keramaian yang saat itu sedang berada di kedai makanan tersebut, tiba-tiba saja seorang pemuda berlari ke arahnya dengan wajah penuh amarah dan seketika, orang itu langsung menendang wajah Mu Chen Xiao begitu ia mendengar berita dari Sekte.
"TO LOL! JANGAN MEMBAWANYA KEMARI!" teriak Zhao Wei Lu saat ia menendang wajah Mu Chen Xiao karena telah membawa Zhao Bingyan ke tempat umum.
__ADS_1