
Dua hari setelah perjalanan menuju gurun Gobi, Istana Yong Fei.
Lembah Arwah adalah sebuah perbatasan antara gurun Gobi dengan sebuah hutan lebat yang di dalamnya masih terkandung air yang sangat melimpah. Lalu, ditengah-tengah mereka terdapat segerombolan orang dengan sebuah kereta kuda yang berada di tengah-tengah mereka.
"Guru besar! Apakah tidak bisa beristirahat sebentar? Kita sudah berjalan tanpa henti dari Nianfeng." Keluh Ying Tian pada Zhao Bingyan saat kedua kakinya terasa pegal-pegal.
Ketika Ying Tian berbicara dengannya, Zhao Bingyan langsung menoleh ke belakang dan menjawab, "Tidak bisa. Saat ini kita berada di lembah arwah dan tidak boleh ada seorangpun yang berhenti di sini." Jawabnya yang membuat Ying Tian seketika terdiam mendengarnya.
"Apakah hanya segitu saja? Aku bahkan tidak lelah sama sekali." Cibir Mu Chen Xiao saat ia kembali menunggangi kudanya setelah sehari yang lalu ia terus berada di kereta kuda menemani Yong Jun He yang tidak ingin sendirian.
"Sebaiknya jangan macam-macam denganku atau aku akan melakukan hal buruk padamu!" Ucap Ying Tian dengan dingin saat ia menatap ke arah Mu Chen Xiao yang telah menghabiskan seluruh kesabarannya.
Tidak lama setelah ia mendengarnya, Mu Chen Xiao mengeluarkan sebuah guci obat kecil yang ukurannya hanya sekitar jari tengah orang dewasa. Ia kemudian melemparkan guci obat tersebut dan berhasil ditangkap dengan baik oleh Ying Tian yang tampak kebingungan saat melihatnya.
"Makanlah itu! Setidaknya itu akan membuat rasa pegal di kakimu menghilang walaupun sebentar." Ucap Mu Chen Xiao saat ia memberikan guci obat tersebut. Namun, kali ini ia tidak melakukan hal aneh maupun melemparkan sebuah cibiran yang membuat Ying Tian semakin marah padanya.
"Obat apa ini? Benda apa yang kau berikan padaku?" Tanya Ying Tian dengan wajah serius setelah ia mencurigai bahwa guci obat ini berisikan racun di dalamnya.
"Kau ingat saat ada seorang laki-laki berjubah hitam yang datang bersama dengan seorang wanita di sebelahnya dan mereka langsung menyerang pegunungan Jinya?" Tanya Mu Chen Xiao yang membuat Ying Tian menganggukkan kepalanya. "... Ya. Obat itu diberikan oleh laki-laki yang menyerang pegunungan saat itu. Dia bilang kalau ini adalah obat penyembuh segala penyakit." Jelas Mu Chen Xiao yang kemudian membuat ekspresi Shang Ren berubah menjadi sangat terkejut begitu ia mendengarnya.
"Kenapa memberikannya padaku? Lagipula isinya juga tinggal sedikit." Celetuk Ying Tian saat ia merasakan guci obat di tangannya terasa lebih ringan.
"Sudahlah! Makan saja! Aku tidak ingin mendengar semua keluhan mu itu apalagi aku harus berjalan di sebelahmu!" Cibir Mu Chen Xiao yang kembali mengundang amarah Ying Tian.
SREEKK!!!
"Padahal aku sudah mencoba untuk baik padamu! Tapi, ternyata kau benar-benar menyebalkan!" Ucap Ying Tian dengan dingin sambil menarik kerah pakaian Mu Chen Xiao dan hampir membuatnya terjatuh dari atas kudanya.
Sementara keduanya berada di sisi kiri. Gu Qiaomei yang saat itu berada di sebelah kanan kereta kuda tampak tidak kelelahan sama sekali namun, hal ini sangatlah berbeda dengan apa yang dialami oleh Yun Qing sekarang.
__ADS_1
Karena saat itu mereka telah berjalan selama dua hari penuh tanpa beristirahat, Yun Qing yang awalnya terlihat baik-baik saja dengan perlahan wajahnya terlihat lelah dan mengantuk. Kedua matanya terlihat menghitam karena ia terbiasa untuk tidur setiap hari dan di waktu-waktu yang sudah ditentukan.
"Apa kau lelah?" Tanya Gu Qiaomei setelah ia melihat wajah Yun Qing yang terlihat lelah.
Yun Qing tertegun dan menjawab, "Tidak. Aku tidak lelah sama sekali." Ucapnya yang mengelak semua pertanyaan Gu Qiaomei padanya.
Keduanya pun akhirnya terdiam selama beberapa saat. Awalnya tidak ada yang terjadi pada keduanya sampai akhirnya Yun Qing terjatuh dari atas kudanya dan beruntungnya ia karena saat itu Gu Qiaomei telah bersiap untuk menangkapnya.
Gu Qiaomei tidak berekspresi saat ia sedang menahan tubuh Yun Qing yang akan terjatuh ke tanah. Ia pun segera mengambil alih keadaan dengan membawa Yun Qing yang tertidur di atas kudanya dan menuntun kuda putih miliknya agar tidak kemana-mana.
Yun Qing dan Gu Qiaomei adalah sahabat sejak kecil dan bahkan sebelum keluarga Gu menerima kehancuran. Saat Gu Qiaomei berubah sepenuhnya menjadi dingin setelah keluarganya hancur, hanya Yun Qing yang bisa menghiburnya dan sedikit memberikannya ketenangan. Ia juga kerap kali menemaninya berlatih termasuk dalam penugasan apapun, Patriark Sekte selalu memilih mereka berdua.
Semua tampak baik-baik saja ketika mereka menatap ke sisi kanan dan kiri kereta kuda milik Yang Mulia. Dan di bagian belakang kereta kuda tersebut, sudah ada Jiao Biao dan Li Zhu yang sekarang ini juga terlihat kelelahan sama seperti yang lainnya.
"Berapa lama lagi kita akan sampai?" Tanya Jiao Biao pada Li Zhu yang sedang berada di sebelahnya.
"Jika tidak beristirahat, mungkin dua hari lagi kita akan sampai di istana dan sebentar lagi kita akan menemui gurun pasir." Jawab Li Zhu yang masih terlihat tenang di atas kudanya.
"Sayangnya tidak. Mereka semua sudah terlatih untuk tidak tidur. Lagipula kita masih berada di lembah hantu dan tidak ada seorangpun yang boleh berhenti di sini." Jelas Li Zhu yang membuat Jiao Biao terdiam selama beberapa saat.
"Haah! Kenapa aku harus terlibat dalam hal ini?" Gumam Jiao Biao setelah ia melihat sebuah cahaya kuning terang berada di ujung lembah tersebut.
"Kita akan beristirahat jika menemukan gua yang ada di gurun. Untuk sementara kita akan tetap berjalan." Seru Zhao Bingyan pada seluruh pasukan yang ada di belakangnya termasuk para murid-murid sekte lainnya.
”.....”
Seluruh orang terdiam meskipun ada beberapa yang merasa tercengang ketika mendengarnya. Zhao Bingyan pikir mereka ini memiliki kemampuan yang setara dengan seorang jenderal akan tetapi, seluruh pasukan Istana yang ada di sini hanyalah orang biasa.
"Ahh! Menyebalkan sekali! Mengapa kita harus menemukan gua batu jika ingin beristirahat?!" Gumam Mu Chen Xiao saat sedang melipat tangannya.
__ADS_1
"Ada apa bocah Mu? Apakah kau lelah setelah perjalanan?" Ucap Yan Fengying yang sebelumnya telah mendengar seluruh perkataan Mu Chen Xiao dan ia pun memberikannya tatapan mengejek dan senyum seringai. "... Ngomong-ngomong, kau jauh lebih berbeda dibandingkan dengan tujuh tahun yang lalu."
D I A B A I K A N
”.....”
"Hei bocah! Kau ingin memulai pertarungan denganku, ya?" Ucap Yan Fengying kembali dengan dingin dan aura spiritual yang ia keluarkan sehingga membuat seluruh pasukan bergidik ketakutan.
Mu Chen Xiao berpikir sebelum menjawab, "Hmm,... Benar juga. Sudah lama aku tidak meregangkan tubuhku dengan memulai pertarungan." Ucapnya sambil menunjukkan aura spiritual yang tidak kalah hebatnya dengan milik Yan Fengying.
"Yang Mulia! Sebaiknya Anda tidak melakukannya sekarang. Nanti saja ketika Anda sudah menyelesaikan satu tugas ini." Ucap Shang Ren saat ia merasakan hawa kekuatan milik keduanya.
"Hah! Kau tidak sedang menggangguku 'kan?" Tanya Yan Fengying saat ia sedang menatap sinis ke arah Shang Ren.
Seketika seluruh barisan pasukan terdiam kembali di tengah-tengah lembah tersebut.
Shang Ren terlihat mengabaikan seluruh perkataan Yan Fengying. Ia pun segera menjalankan kudanya kembali diikuti dengan pasukan lainnya tidak termasuk Yan Fengying yang masih berhenti di tempat yang sama.
Yan Fengying yang masih terdiam di tempatnya, memberikan tatapan dingin ke arah Shang Ren yang tampaknya sedang mengabaikannya. Ia mengeraskan tinjunya dan memunculkan sebuah busur panah dari tangan kanannya.
Tanpa pikir panjang, ia segera menarik anak panahnya kembali dan anak panah tersebut melesat ke arah Shang Ren yang ada di barisan paling depan.
Namun, ketika anak panah tersebut hampir saja menembus kulit dan dagingnya, tiba-tiba saja sebuah kilatan petir muncul dan menghancurkan anak panah tersebut. Padahal seharusnya, anak panah itu adalah anak panah yang sangat sulit dihancurkan bahkan menggunakan pedang martial art sekalipun.
”Oh tidak. Ini terjadi lagi! Aku sama sekali tidak melakukan apapun tapi, seluruh pandangan sedang mengarah padaku?” batin Mu Chen Xiao yang merasa terkejut dengan apa yang dilakukannya saat ini
"Mu Chen Xiao! Apa kau mencoba melindunginya?" Tanya Yan Fengying yang membuat seluruh pasukan seketika terhenti kembali.
"Bukan aku yang melakukannya!" Celetuk Mu Chen Xiao. "... Aku tidak memiliki niatan untuk mengeluarkannya lagi."
__ADS_1
Li Zhu yang melihat hal itu dan mengetahui kalau apa yang dikatakan Mu Chen Xiao benar jika dia tidak sengaja mengeluarkan hawa kekuatannya sendiri. Hal ini sama seperti saat mereka diserang para harimau yang kelaparan.
”Anak itu,... Mu Chen Xiao? Bukankah sebelumnya dia berada di level dua alam langit? Lalu, kenapa dia bisa meningkat drastis dan berada di level satu dunia bawah?” batin Li Zhu saat ia memperhatikan pelatihan yang dialami oleh Mu Chen Xiao saat ini.