Chaos System

Chaos System
Chapter. 102 - Xing Ruo


__ADS_3

"Tuan muda! Lari!" Ucap Xing Ruo yang langsung menarik Mu Chen Xiao pergi dari ruangan tersebut menuju pintu keluar yang tidak jauh dari mereka.


Mu Chen Xiao yang melihatnya, hanya bisa menatap bingung sekaligus ia merasa penasaran bagaimana Xing Ruo mengetahui dimana dia saat ini.


Tidak lama setelah mereka melewati beberapa pintu yang terbuat dari kayu dan besi, mereka akhirnya sampai di luar. Pandangannya pun seketika teralihkan pada suasana kota Jiangyan yang sekarang ini sedang sepi saat malam.


”Bagaimana aku berada di tempat yang sangat jauh dari Sekte?” batin Mu Chen Xiao yang kebingungan saat ia menyadari kalau sekarang ini ia sedang berdekatan dengan pegunungan Jinya.


"Tuan muda, kau baik-baik saja?" Tanya Xing Ruo yang memperhatikan.


Mu Chen Xiao terkejut bingung saat ia mendengar suaranya dan ia malah bertanya "Eee,... Gege ini siapa?"


Xing Ruo tertegun dan menjawab sesaat kemudian, "... Aku Xing Ruo, salah satu murid dari Sekte Hua Jian. Kau pasti adalah Mu Chen Xiao, bukan?"


”Ternyata aku cukup terkenal.” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan, "Darimana kau tahu? Apakah murid-murid yang lain selalu membicarakanku?" Tanya Mu Chen Xiao kembali.


Xing Ruo menunjukkan senyum simpulnya dan menjawab, "Tidak. Semua murid pasti tahu kalau Tuan muda adalah murid dari Guru besar Zhao meskipun tidak ada yang memberitahukan mereka."


Mu Chen Xiao tidak berekspresi dan berkata, "Oh,... Begitu ya?"


Setelah ia selesai berbicara, Xing Ruo menatap sekeliling dan ia tidak menemukan satupun orang yang sedang mengejar mereka.


"Sepertinya tidak ada yang mengejar. Sebaiknya kita juga harus segera pergi dari tempat ini." Ucap Xing Ruo sambil menarik Mu Chen Xiao pergi dari tempat sebelumnya.


"Haah? Memangnya mau pergi kemana? Bukankah jaraknya cukup jauh dari Sekte?" Tanya Mu Chen Xiao karena ia merasa lega setelah ia melihat Xing Ruo berada di pihaknya. Jika saja Xing Ruo tidak menghentikannya, mungkin saja hal buruk akan terjadi padanya.

__ADS_1


"Kediaman Mu! Para hantu masih berkeliaran di sekitar sini. Karena itu kita akan tetap aman berada di sana." Jawab Xing Ruo yang memperhatikan sekitar.


”Eh? Kediaman Mu? Bukankah itu sudah hancur tiga tahun lalu?” batin Mu Chen Xiao yang mengingat-ingat kejadian tiga tahun lalu saat ia pertama kali bertemu dengan Zhang Xiuzhen.


...~ Chaos System ~...


...~ Chapter 102 ~...


Bangunan kediaman Mu yang telah hancur tiga tahun lalu, hanya menyisakan satu-satunya bangunan besar yang berada di tengah-tengahnya. Dan di dalam bangunan tersebut, terdapat sebuah api yang sedang menyala dan menghangatkan siapapun yang berada di sekitarnya ketika salju turun kembali di malam itu.


Setelah Mu Chen Xiao memperhatikan api yang baru saja dinyalakan oleh Xing Ruo, pandangannya pun seketika teralihkan padanya yang sekarang ini telah terduduk di hadapannya.


"Bagaimana kau bisa tahu kalau aku berada di sini?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia memperhatikannya.


Xing Ruo tertegun dan langsung menatap ke arahnya. "... Aku juga mengalami hal yang sama dengan tuan muda." Jawab Xing Ruo dengan senyum simpulnya yang seolah-olah tidak lepas darinya. "... Sepertinya musuh telah memasang dua mantra teleportasi di tempat yang berbeda. Aku menemukan kertas mantra yang tersembunyi di balik buku perpustakaan Jing Shen dan mantra ini langsung bekerja begitu aku menyentuhnya." Jelasnya sambil menunjukkan sebuah mantra yang sebelumnya telah membawanya kemari.


"Tuan muda benar sekali. Anda pasti sangat memperhatikan tulisannya yang sangat rumit." Ucap Xing Ruo sambil menatap ke arah Mu Chen Xiao di hadapannya.


”Wah,... Dia memiliki tatapan yang indah. Semua wanita pasti akan menyukainya.” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan. "Lalu, apa yang akan terjadi di Sekte jika kita terus berada di sini?"


"Tuan muda tenang saja. Tidak akan ada yang terjadi. Semua pasti akan baik-baik saja." Jawab Xing Ruo saat ia sedang menundukkan pandangannya.


”Apa benar tidak akan terjadi?... Eh? Kenapa aku begitu peduli terhadap mereka?” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran setelah ia melihat dirinya sendiri begitu peduli terhadap Sekte yang seharusnya bukan menjadi tempat tinggalnya dan menjadi sasaran balas dendam sejak awal.


"Sepertinya kaki tuan muda terluka. Aku dengar, kemarin tuan muda telah diserang oleh seorang yang tidak dikenal hingga menyebabkan kakimu patah." Ucap Xing Ruo yang membuat Mu Chen Xiao langsung memperhatikan kaki kanannya yang kembali mengeluarkan darah setelah mereka mencoba untuk pergi dari tempat aneh tadi.

__ADS_1


Secara spontan, Xing Ruo langsung merobek sebagian dari jubahnya dan melilitkannya pada kaki Mu Chen Xiao yang terluka dan kembali mengeluarkan darah.


"Seseorang pernah bilang padaku kalau kita harus saling melindungi disaat-saat tersulit sekalipun. Tuan muda tidak bisa membiarkan luka yang seperti ini. Bisa-bisa kakimu akan cacat selamanya." Ucap Xing Ruo saat ia sedang mengikatkan potongan kainnya pada bagian kaki yang terluka.


”Dia pasti orang yang mudah percaya dengan ucapan orang lain. Jika saja orang yang mengatakan hal itu malah menyerang balik ke arahmu, mungkin kau akan terkejut karena semua yang dikatakan olehnya hanyalah sebuah omong kosong.” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan Xing Ruo yang telah membungkus kakinya kembali dengan sangat baik.


"Karena salju masih turun di malam ini, mungkin besok kita baru akan pergi dari sini. Sebagai gantinya aku akan membawa Tuan muda sampai di Sekte." Ucap Xing Ruo yang masih memelihara wajah ramahnya.


"Eee,... Tidak perlu melakukan hal yang merepotkan seperti itu. Aku bisa berjalan sendiri." Ucap Mu Chen Xiao secara spontan untuk menghindari hal memalukan yang mungkin akan terjadi berikutnya.


Sementara ini, setelah mereka mendapatkan laporan mengenai adanya dua orang murid yang telah menghilang karena mantra yang diletakkan di sembarang tempat, semua orang langsung terjaga dan mencari kedua orang itu di sekitar Sekte mereka. Namun, setelah berlama-lama mencari, mereka tidak juga menemukan jejak kedua murid itu dan muncul dugaan kalau sekarang ini mereka sedang berada di luar Sekte.


"Hmm,... Ada yang aneh. Bukankah hanya dua orang yang menghilang? Mengapa setelah aku melihat kalian, yang hilang berubah menjadi tiga orang? Mereka itu adalah Mu Chen Xiao, Xing Ruo dan Guan Long." Tanya Zhao Bingyan saat ia berhadapan dengan ketiga muridnya di dalam kamarnya.


"K~ kami tidak mengetahuinya. Tetua Pei bilang kalau ia melihat Xing Ruo yang hilang begitu saja setelah ia membuka sebuah buku. Lalu, kami tidak mengetahui bagaimana Mu Chen Xiao dan tetua Guan Long bisa hilang dari tempat mereka." Jelas salah seorang murid yang berada di sisi kanannya.


"Jika Xing Ruo dan Mu Chen Xiao hilang karena mantra teleportasi, itu artinya akan ada satu orang lagi yang menghilang. Dia adalah orang yang telah meletakkan mantra teleportasi secara sembarangan." Jelas Zhao Bingyan yang menyimpulkan.


"Apakah itu artinya, tetua Guan Long yang telah menghilangkan mereka berdua?" Tanya salah seorang murid yang berada di tengah-tengahnya mereka.


”Yang aku tahu, Guan Long sangat dekat dengan Mu Chou Ran. Ia tidak pernah akrab dengan seluruh arwah yang berada di pegunungan Qunya dan ia juga kerap kali mengunjungi pegunungan Jinya. Kediaman keluarga Mu, apakah mereka sekarang berada di kota Jiangyan?” pikir Zhao Bingyan yang mulai menduga bahwa akan ada hal buruk yang akan menimpa mereka.


Sementara ini, kembali ke kediaman keluarga Mu disaat Mu Chen Xiao telah tertidur karena hawa dingin yang saat itu sedang melanda kota Jiangyan. Xing Ruo tidak terlihat sedang bersamanya karena sekarang ini ia sedang berhadapan dengan seorang laki-laki berjubah hitam dengan memakai tudung kepala hingga menutupi hampir seluruh bagian wajahnya.


"Apa yang sudah kau lakukan untukku?" Tanya laki-laki itu dengan dingin dan tatapan mengancam.

__ADS_1


Xing Ruo yang sekarang ini sedang berlutut di hadapannya, terdiam selama beberapa saat dan ia pun menjawab, "Aku telah melakukan apa yang telah kau perintahkan untukku. Sekarang dia sudah cukup aman di sini."


Laki-laki itu menyeringai dan ia pun mengusap kepala Xing Ruo seraya berkata, "Baguslah. Jagalah hartaku dengan nyawamu."


__ADS_2