Chaos System

Chaos System
Chapter. 117 - Mengawal Yang Mulia


__ADS_3

Istana Yong Fei, sebelah barat gurun Gobi.


"Yang Mulia! Ketiga wilayah menyerah tanpa persyaratan, apakah itu tidak sedikit mencurigakan?" Tanya seorang penasehat Istana bernama Huan Yu saat ia berada di sebelah Yong Qi yang telah duduk kembali di atas singgasananya.


"Kami telah menjaga ketat ketiga wilayah dan tidak membiarkan mereka keluar dari tempat mereka." Jawab Yong Qi yang langsung menyimpulkan.


"Tapi, apakah Yang Mulia tidak takut jika ada seorang pengkhianat di antara pasukan-pasukan Yang Mulia?" Tanya Huan Yu yang tampaknya terlalu mengkhawatirkan keadaan negaranya saat ini.


Sebagai penasehat Istana selama bertahun-tahun, Huan Yu sudah banyak menemukan penyusup-penyusup kecil yang bersembunyi di antara pasukannya. Karena itu ia tampaknya sangat mengkhawatirkan keadaan negaranya dan takut jika perang akan terjadi kembali.


"Huan Yu! Kau tidak perlu mengkhawatirkannya! Aku sudah mengatur semuanya." Ucap Yong Qi dengan tegas.


"B-baik Yang Mulia!" Jawab Huan Yu dengan ragu dan kemudian berjalan mundur ke belakang singgasananya.


"Perang sudah selesai. Apakah Yang Mulia membutuhkan kekuatan kami lagi?" Tanya Cheng Xing Xian saat ia sedang duduk di sayap kanan singgasana Permaisuri sedangkan di sayap kirinya terdapat Jenderal Du Yang yang sedang memperhatikannya.


"Tunggu! Aku masih membutuhkan kekuatan kalian. Negara kami masih dalam masa pemulihan karena itu, aku membutuhkanmu untuk berjaga di gerbang Utara dan gerbang barat Yong Fei karena sebentar lagi, Putra Mahkota kami akan tiba di sini." Ucap Yong Qi.


Cheng Xing Xian berpikir sebelum menjawab, "Hmm,... Baiklah. Kapan dia akan sampai?"


"Mungkin beberapa hari lagi. Burung elang yang kami kirimkan ke istana Zhang telah kembali dengan membawa surat balasan. Mereka akan sampai dalam empat hari kedepan dengan membawa Putra Mahkota Yong Fei bersama mereka." Jawab Yong Qi.


”Istana Zhang pasti mengirimkan para Kultivator dari keempat sekte untuk membawa putra mahkota mereka. Tidak aku sangka hal ini akan terjadi lagi.” gumam Cheng Xing Xian yang membayangkan betapa repotnya jika ia juga terlibat dalam hal itu.


Sementara ini, di wilayah Nianfeng. Ketika seluruh pasukan telah disiapkan untuk mengantarkan Putra Mahkota Yong Fei kembali ke negaranya, semua tampak berkumpul di gerbang Utara Istana Zhang dengan menunggangi kuda mereka masing-masing.


Sebuah kereta kuda telah disiapkan untuk Putra Mahkota Yong Fei dan di belakangnya terdapat beberapa pasukan yang akan menjaganya. Karena Yong Fei dan Luoyang baru saja berdamai dari perang besar mereka, Kaisar Zhang telah menyiapkan beberapa pasukan untuk berjaga-jaga jika saja ada seorang pengkhianat atau orang-orang Luoyang yang masih menyimpan dendam pada rakyat Yong Fei.


"Memangnya seberapa bahayanya perang yang mereka lakukan sampai-sampai mengundang dua orang Guru besar dari sekte terkuat? Apakah ini tidak terlalu berlebihan untuk seorang anak kecil seperti dia?" Gumam Mu Chen Xiao yang merujuk pada putra mahkota Yong Fei yang sedang berada di dalam kereta kudanya.


[[ Putra mahkota Yong Fei akan dinobatkan sebagai Kaisar ketika usianya 15 tahun. Dalam penugasan kali ini, Anda dilarang untuk membuat kesalahan sedikitpun ]]


[[ Poin akan berkurang -100 setiap kali Anda melakukan kesalahan ]]

__ADS_1


"Kenapa kejam sekali?! Apakah yang selama ini aku lakukan selalu salah?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia melihat kekejaman yang dilakukan oleh sistemnya sendiri.


[[ Semakin bertambah usia Anda maka, semakin bertambah juga kesulitan yang akan Anda hadapi ]]


”Benar-benar sebuah ironi!” batin Mu Chen Xiao yang mulai berpikir jika keanehan yang dialami oleh sistemnya adalah serangan virus karena ia tidak pernah mengajaknya berbicara.


Ketika semua telah berada dalam barisannya, Zhang Xiuzhen akhirnya tiba kembali di antara mereka dengan menunggangi kudanya dan menyampaikan pesan dari Kaisar yang saat ini sedang sibuk dalam urusan negaranya sendiri.


"Karena kondisi perang di gurun Gobi yang masih belum bisa dijelaskan, Yang Mulia memerintahkan kepada dua orang Guru besar agar kalian berdua memimpin pasukan dan melindungi Putra Mahkota dengan nyawa kalian." Pinta Zhang Xiuzhen setelah ia membaca surat dari Kaisar.


Setelah instruksi telah dibacakan dan tidak ada satupun yang membantah perintah Kaisar, semuanya pun akhirnya bisa berjalan kembali menuju gurun Gobi yang biasanya menghabiskan waktu selama empat hari.


Dalam perjalanannya, mereka harus melewati beberapa kota dan desa termasuk desa yang paling berbahaya sekalipun. Mereka akan sampai di gurun Gobi dalam waktu empat hari jika mereka terus berjalan. Akan tetapi, jika mereka memilih untuk beristirahat di waktu malam, mungkin perjalanan itu akan menghabiskan waktu selama enam sampai tujuh hari. Beruntungnya para pasukan Istana Zhang telah terlatih untuk tidak tidur selama berhari-hari begitupun para murid-murid Sekte yang juga terlatih untuk tidak tidur dan mengatur aliran spiritualnya agar tidak cepat lelah.


Setelah lima jam perjalanan, mereka pun sampai di sebuah hutan yang lebat dan dipenuhi dengan hewan-hewan buas yang ada di dalam pepohonan rimbun. Dua orang Guru besar, Zhao Bingyan dan Shang Ren tetap berjaga di barisan paling depan. Mereka berdua terus menatap sekitar begitupun dengan para pasukan yang berada di belakang mereka.


Awalnya semua terlihat baik-baik saja sampai pada akhirnya, suara raungan seekor harimau terdengar dari kejauhan dan membuat semua orang di sana sangat waspada dan menyiapkan pedang mereka.


”Hawa kekuatan yang sangat besar! Suara ini pasti berasal dari seekor hewan sihir yang tidak biasa!” gumam Zhao Bingyan saat ia merasakan adanya hawa kekuatan sihir gelap yang sangat berbeda dengan manusia biasa.


”Aku tidak sadar kalau sudah sampai di hutan. Apakah tempat ini menyimpan banyak hewan-hewan buas?” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan.


Tidak lama setelah seluruh pasukan terdiam, tiba-tiba saja mereka dikepung oleh para harimau besar bermata merah yang terlihat sangat kelaparan dan sedang mencari mangsanya.


”Apakah mereka pikir mereka menemukan mangsa baru yang jumlahnya tidak terkira?” gumam Mu Chen Xiao saat ia melihat beberapa ekor harimau telah mengepung pasukan tersebut.


Begitu para harimau mengepung mereka, Zhao Bingyan tetap berjaga menggunakan pedangnya dan mewaspadai para harimau yang mungkin saja akan menyerang mereka kapan saja. Namun, ketika semua pasukan telah terdiam saat menghadapi puluhan harimau tersebut, dua orang yang berasal dari sekte yang sama malah bergerak maju membunuh satu persatu harimau tersebut hingga membuat mereka menjadi agresif.


Ketika Jin Mifeng dan Yan Fengying membunuh satu persatu harimau di hadapan mereka, para harimau tersebut langsung menerkam beberapa pasukan termasuk menyerang kereta kuda milik putra mahkota!


”Hooh,... Benar-benar pengacau.” batin Mu Chen Xiao yang saat itu telah berdiri di sebelah kereta kuda Yang Mulia dan menepis beberapa harimau yang akan menyerangnya.


Ketika ia sedang berjaga di sebelah kereta kudanya, Putra Mahkota Yong Fei membuka tirainya setelah ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.

__ADS_1


"Gege? Apa yang sedang terjadi?" Tanya Putra Mahkota Yong Fei pada Mu Chen Xiao yang ada di sebelahnya.


Mu Chen Xiao menoleh ke arah Putra Mahkota Yong Fei dan menjawab, "Yang Mulia tenang saja. Mereka ini hanyalah hewan-hewan biasa." Ucapnya sambil melambaikan tangannya.


Ketika ia sedang melakukan hal itu, dari atas langit muncul beberapa petir yang langsung menyambar seluruh harimau yang sedang menyerang mereka. Petir tersebut berasal dari kekuatan spiritual milik Mu Chen Xiao yang tidak sengaja terlepas olehnya sama halnya saat ia sedang dalam bahaya.


Melihat seluruh harimau yang telah hangus terbakar karena petir yang menyambar mereka, hal itu membuat seluruh pasukan merasa sangat terkejut sekaligus takjub dengan seseorang yang memiliki kemampuan seperti ini.


Seluruh pasukan langsung mengalihkan perhatiannya pada Mu Chen Xiao yang masih berada di posisi yang sama. Mereka menduga bahwa Mu Chen Xiao 'lah yang telah melakukan semua itu untuk mereka.


”Sumpah! Bukan aku yang melakukannya!” batin Mu Chen Xiao saat ia melihat seluruh pasukan sedang menatap ke arahnya.


Tidak lama setelahnya, Zhao Bingyan akhirnya berjalan mendekatinya dan bertanya, "Xiao'er! Apakah kau yang melakukan semua itu?" Ucapnya yang membuat Mu Chen Xiao kebingungan untuk menjawabnya.


"B- bukan! Aku tidak melakukannya!" Jawab Mu Chen Xiao dengan canggung setelah ia merasa tidak mengeluarkan sedikitpun kekuatannya saat pertarungan tersebut terjadi.


Zhao Bingyan yang sedang memperhatikannya, semakin membuat Mu Chen Xiao malu dan mengerakan kudanya untuk berjalan mundur menjauhi Zhao Bingyan.


"Aku ingin melihat dahimu!" Pinta Zhao Bingyan yang membuat Mu Chen Xiao tertegun setelah mendengarnya.


”Hah? Memangnya ada apa dengan dahiku?” batin Mu Chen Xiao yang langsung mengangkat rambut depannya dan memperlihatkan dahinya saat ini.


Benar saja dengan apa yang diduga olehnya. Segel api Liu yang sebelumnya telah tertanam di dahi Mu Chen Xiao dengan perlahan memudar dan sepertinya akan menghilang dalam waktu dekat.


"Kamu sepertinya harus lebih berhati-hati dengan kekuatanmu sendiri." Ucap Zhao Bingyan yang langsung pergi menjauh dari hadapannya.


”Haah? Memangnya apa yang terjadi padaku?” gumam Mu Chen Xiao yang memperhatikan.


Ketika ia sedang memperhatikannya, Putra Mahkota Yong Fei tiba-tiba memanggil dirinya dan sepertinya ia ingin meminta sesuatu darinya.


"Aku ingin Gege menemaniku di dalam."


”......”

__ADS_1


[[ Sistem akan mengurangi poin -200 jika Anda menolaknya ]]


__ADS_2