
Hao Shu memiliki hubungan yang cukup baik dengan Zhao Bingyan karena ia memiliki hutang nyawa padanya. Ketika saat kecil, Zhao Bingyan pernah menolongnya ketika ia sedang tenggelam di sungai Luobing yang ada di jalur menuju kota Jiangyan.
Ia sebenarnya tidak ingin menerima murid seperti Mu Chen Xiao karena ia sering dikabarkan bahwa ada seorang murid yang sangat tidak bisa diatur di sekte Hua Jian dan itu semua adalah ulah Mu Chen Xiao.
Ia tidak menyangka kalau yang akan menjadi muridnya adalah seorang bocah nakal yang keras kepala dan berani menentang Gurunya dan juga menantang kakak seperguruannya sendiri dalam sebuah pertarungan. Ini benar-benar awal dari kekacauan! Mengapa Bingyan mengirimkan murid seperti dia?!
Lain hal yang sekarang ini dipikirkan oleh Mu Chen Xiao ketika ia pertama kali melihat Hao Shu dan sangat terkejut ketika ia mendengar kalau Hao Shu akan menjadi Gurunya selama ia berada di pegunungan Jinya. Benar-benar tidak seperti apa yang aku inginkan. Aku pikir dia adalah seorang Guru yang selalu membela muridnya dan melakukan apa saja jika muridnya dalam kesulitan. Ternyata, dia hanyalah seekor tikus tua yang takut dengan air.
Di dalam ruangan pribadi miliknya, Mu Chen Xiao bertekuk lutut di hadapan Hao Shu yang sekarang ini sedang duduk di atas singgasananya. Mereka berdua saling berpikir negatif karena masing-masing dari mereka enggan untuk diajari maupun mengajari orang yang sekarang ini berada di hadapan mereka.
Namun, karena Mu Chen Xiao mendapatkan paksaan dari sistemnya sendiri dan juga Hao Shu yang mengingat-ingat masa lalunya karena ia memiliki banyak hutang nyawa dengan Zhao Bingyan, akhirnya keduanya berusaha untuk akur meskipun tatapan dingin mereka masih terpelihara.
"Terimalah sujud dari murid ini. Mu Chen Xiao ingin berguru pada Tuan Hao Shu." Ucap Mu Chen Xiao sambil membungkukkan badannya di depan Hao Shu.
Hao Shu menatap cemberut sambil berusaha untuk memalingkan wajahnya dari pandangan Mu Chen Xiao yang masih bertahan dengan senyum palsunya itu. Rupanya ia masih mengaduk-aduk cangkirnya tanpa perlu menghiraukan Mu Chen Xiao yang sudah memohon padanya agar ia bisa menjadi Gurunya.
”Tikus got ini mendengarkan ku atau tidak, sih?!” batin Mu Chen Xiao yang terus berusaha untuk menahan amarahnya ketika ia mencoba untuk berbicara dengan Hao Shu yang sedang bersikap cuek padanya.
Hal ini sangat berbeda dengan apa yang didapatkannya ketika masih berada di Sekte Hua Jian. Orang ini berada jauh bedanya dari Zhao Bingyan yang langsung dengan senang hati menerima Mu Chen Xiao sebagai muridnya. Akan tetapi, orang ini benar-benar menjengkelkan dan perlu kesabaran ekstra untuk berhadapan dengannya.
Pada akhirnya, setelah ia berlama-lama mengaduk cangkirnya, Hao Shu menaruhnya kembali di atas meja yang terpasang di sebelah kanannya dan ia pun segera pergi meninggalkan Mu Chen Xiao yang masih menunggu jawaban darinya.
"Pergilah! Aku terlalu bagus untuk menjadi Gurumu!" Ucap Hao Shu sebelum ia pergi meninggalkan ruangan tersebut.
”....”
__ADS_1
Mu Chen Xiao tertunduk diam dalam posisinya yang sama. Ia mengeraskan tinjunya karena merasa jengkel pada Hao Shu yang telah menolaknya mentah-mentah tanpa melihat kemampuannya lebih dulu.
"GOB BLOK!!" teriak Mu Chen Xiao sambil membanting meja yang ada di sekitarnya. "... Dia pikir orang seperti dia sangat sulit untuk ditemukan?! Masih ada banyak orang-orang yang mungkin bisa menjadi Guruku. Dan orang seperti dia,... Benar-benar sangat menjengkelkan!"
Setelah ia berlama-lama berbicara tanpa ada yang mendengarkannya, Mu Chen Xiao akhirnya berdiri dari tempatnya dan berjalan keluar dengan kepala yang terus saja menunduk seperti tidak ingin melihat siapapun yang sedang berada di hadapannya.
Ia pun kembali ke kamarnya dan tanpa sengaja melihat Xun Ji'an yang sekarang ini sedang duduk malas di depan pintunya sambil memakan beberapa kue yang sudah disiapkan seseorang untuknya.
”Ular ini, apa dia datang untuk mencuri?” batin Mu Chen Xiao yang kemudian menendang punggung Xun Ji'an dari belakang hingga membuatnya terkejut dan tersedak makanannya sendiri.
Xun Ji'an terbatuk keras dan ia pun menoleh ke belakang lalu melihat Mu Chen Xiao yang tampaknya masih memelihara ekspresi marahnya karena ia baru saja ditolak untuk menjadi seorang murid.
"Eee,... Xiao Xiao! Sejak kapan kau kembali? Apakah kau berhasil menjadi muridnya?" Tanya Xun Ji'an dengan senyum lebar di wajahnya dan berharap ia akan mendapatkan kabar baik darinya.
"Kau yakin tidak ingin menjawab pertanyaan ku lebih dulu?" Tanya Xun Ji'an kembali sambil mendorong pintu kamarnya agar ia tidak bisa masuk sebelum ia menjawab pertanyaan terbesarnya.
"Tidak." Jawab Mu Chen Xiao yang membuat Xun Ji'an tersentak mendengarnya, "... Orang itu tidak bisa mengajariku! Dia selalu merendah di hadapanku jadi, aku menolaknya."
Xun Ji'an menatap tidak percaya karena baru kali ini ia mendengar ada seorang murid yang menolak gurunya sendiri. Dilihat dari ekspresinya, ia merasa kalau Mu Chen Xiao sedang tidak berbohong dan mengatakan sesuai dengan kenyataannya. Akan tetapi, memangnya ada yang seperti itu.
"Kau tidak bohong 'kan? Jangan bilang kalau kaulah yang ditolak oleh Hao Shu!" Ucap Xun Ji'an yang mulai menduga-duga kalau Mu Chen Xiao sedang berbohong padanya.
"BAC— KAU!" teriak Mu Chen Xiao yang langsung membanting pintunya dari dalam dan membuat Xun Ji'an membungkam mulutnya sendiri.
”Mengapa semua orang begitu menyebalkan hari ini! Tikus got itu mirip sekali dengan pak tua bangka Zhao Yuan dan rubah tua Pei Zhuo!” gumam Mu Chen Xiao sambil bersandar pada pintunya.
__ADS_1
[[ Prioritas Utama Hao Shu ]]
[[ Anda harus mendapatkan perhatiannya jika ingin hidup lebih lama ]]
"Lalu apa yang akan terjadi jika aku tidak melakukan apa yang kau katakan itu? Apakah kau akan menghanguskan poin yang sudah aku kumpulkan lagi?"
[[ Kematian Anda sudah diputuskan sejak Anda lahir. ]]
[[ Tujuan utama adalah membunuh karakter utama Zhao Bingyan dan menjadi Raja pada dinasti berikutnya. Sistem tidak akan menghanguskan poin Anda. Namun, Anda akan mati dengan cara yang sama. Yaitu, dikhianati oleh semua orang. ]]
"Bisakah sistem ini tidak Bac— dalam sehari? Lagipula aku sudah tahu tujuanku ada di sini. Aku hanya perlu melakukan dua hal itu dan selanjutnya aku akan kembali, bukan? Artinya, aku sudah ditakdirkan sebagai seorang penjahat."
[[ Sistem sudah diatur untuk mengacaukan dunia ]]
[[ Kata kunci : Anjing penjilat ]]
Mu Chen Xiao berpikir sebelum berkata sambil menunjukkan senyum sinisnya, "Hmm,... Jadi pengacau tidak buruk juga. Setidaknya aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Setelah itu, semua orang pasti akan tunduk padaku… he… he…"
Suara gemuruh itu tiba-tiba saja mendatangi mereka dan juga terdapat beberapa rumah yang akhirnya jatuh karena sebuah serangan yang datang secara mendadak. Semua orang yang ada di sana merasa sangat terkejut dan langsung menghampiri sumber suara.
Hao Shu sudah menduga bahwa kedatangan Zhang Xiuzhen kemari, akan mengundang lawannya untuk datang kemari. Ia pun segera bersiap untuk menghadap lawannya dengan pedang yang sudah menemaninya selama bertahun-tahun.
Orang yang sekarang ini telah menyerang mereka adalah seorang laki-laki dan perempuan yang masing-masing dari mereka memakai jubah hitam dan pedang yang begitu terikat pada pergelangan tangannya. Wanita yang menyerang mereka adalah orang yang telah memporak-porandakan kediaman keluarga 'Mu' dan orang yang hampir membunuh Zhang Xiuzhen. Sedangkan laki-laki yang sekarang ini berdiri di sebelahnya adalah orang yang telah menyuruh anak buahnya sendiri untuk menyerang pegunungan Jinya.
"Ye Xing! Pastikan kau membunuh penyusup kecil tadi barulah kau menghabisi semua sampah-sampah yang ada di sini." Ucap laki-laki itu dengan dingin dan membuat wanita itu langsung menjawab, "Baik, Tuan."
__ADS_1