Chaos System

Chaos System
Chapter. 30 - Masalah Raja Xingyue


__ADS_3

Sementara ini, keadaan di Sekte Gunung Long Yu.


Sebuah bangunan besar yang kokoh dan memiliki warna putih bersih, berdiri di antara tebing-tebing tinggi pegunungan yang ada di sana. Dan begitu pasukan berkuda memasuki wilayah mereka dengan membawa surat dari Istana, seorang patriark Sekte yang terkenal dengan sifat tenangnya ini bernama, Jiu Fang Ye mendadak terkejut begitu surat perintah ini datang padanya.


"Surat perintah macam apa ini? Yang Mulia menyuruh keempat Sekte agar kami menangkap hantu Raja pertama Xingyue?!" Bentak Jiu Fang Ye yang tiba-tiba terlihat panik dan langsung memukul meja lantai yang terpasang di hadapannya.


"Patriark Sekte! Mohon tenang sedikit. Anda seperti tidak biasanya." Ucap seorang murid laki-laki yang saat ini berhadapan dengan Jiu Fang Ye bernama, Li Zhu.


"Apakah Istana sama sekali tidak menindaklanjuti perbuatan sekte Nian Gu yang telah seenaknya saja bertarung dengan murid-murid ku dan melukai mereka semua?! Seharusnya para petinggi Sekte di sana dihukum mati dan kepalanya dipenggal sebagai pelajaran bagi yang melihatnya!" Ucap Jiu Fang Ye dengan nada emosional yang telah melampaui batasan, sambil melempar beberapa macam benda yang ada di atas mejanya saat ini.


"Tolong, Guru tenang sebentar. Kita hanya perlu mewakilkan dua orang saja dalam penugasan ini." Ucap Li Zhu dengan nada pasrah dan mencoba untuk menenangkan diri agar ia tidak terluap emosi seperti Jiu Fang Ye.


Jiu Fang Ye tampak terkejut dan ia pun berhenti melempar semua benda yang ada di hadapannya. Ia mencoba untuk berpikir sesaat sebelum akhirnya ia berkata, "Itu benar. Sebaiknya aku mendatangkan orang-orang kuat dari sekte ku agar mereka mendapatkan pelajaran. Kalau begitu,... Li Zhu dan Jiao Biao! Kalian berada di level tujuh alam langit, sebaiknya kalian lakukan tugas ini dengan baik! Dan jangan lupa untuk membalaskan dendam murid-murid sekte yang terluka!"


"Akan kami lakukan!"


Sementara ini, keadaan di Sekte Nian Gu, wilayah kota Shangyue.


Sebuah bangunan kokoh yang berdiri di antara benteng-benteng besar dan berada di wilayah kota Shangyue, terdapat seorang laki-laki yang saat ini sedang duduk di atas singgasananya, sedang berjaga di atas benteng mengawasi beberapa pergerakan yang ada di wilayahnya. Laki-laki itu melebarkan kipas lipatnya dan tidak berhenti memandangi sekitar kalau ada bahaya yang mengancam. Sorot matanya tajam dan memiliki alis pedang di atas kelopak matanya.


Pada kipas lipatnya, terdapat tulisan yang terbuat dari tinta Kaisar yang bertuliskan dengan nama, Lin Mo.


"Damai sekali hari ini. Tidak ada yang menyerang dan tidak ada—"


"Patriark Sekte! Yang Mulia mengirimkan tugas untuk Anda!" Teriak seorang murid yang tiba-tiba mendatanginya dengan tergesa-gesa ketika Lin Mo ingin memulai satu tarikan nafas.


Lin Mo menutup kipas lipatnya dengan keras dan hampir saja ia mematahkannya begitu ia mendengar hal buruk tersebut. "Yang Mulia memerintahkan ku untuk apa?" Ucap Lin Mo dengan dingin dan hawa membunuh yang sudah menjalar kemana-mana.


Murid tersebut merinding ketakutan dan berusaha untuk menjawabnya dengan baik, "Y-Yang mulia memberikan tugas agar Anda mengirimkan dua orang dari sekte untuk berburu hantu di Lembah Dao Xun."


Lin Mo tertegun dan kembali menatap ke arah kota yang ramai dengan pengunjung di sana. Dilihat dari gerakan matanya, ia seperti sedang memikirkan apa yang harus ia lakukan saat ini.

__ADS_1


"Ketiga Sekte lainnya pasti juga terlibat dalam hal ini. Sekte Gunung Long Yu pasti tidak akan tinggal diam dan mengirim murid-murid terbaiknya. Kalau begitu, suruh seseorang yang berada di level satu dunia bawah dan level tujuh alam langit untuk melakukannya." Jawab Lin Mo yang langsung menyimpulkan.


"Maksud Anda Gu Qiaomei dan Yun Qing?" Tanya murid dengan heran.


"Ya! Siapa lagi jika bukan mereka. Suruh keduanya untuk segera bersiap dan jangan sampai Sekte Gunung Long Yu mendahului mereka."


...~ How To Survive A Prospective Corpse ~...


...~ Chapter 30 ~...


"Hah? Jadi, bocah Yun itu juga berguru pada Guru besar Zhao?" Tanya Mu Chen Xiao sekali lagi dengan raut wajah keheranan sambil menatap kedua ikan di sungai.


Kedua ikan ini mengangguk dan bertanya kembali, "Mengapa kau heran mendengarnya? Bukankah itu adalah hal yang biasa? Yan'er telah menjadi Guru besar di sini selama bertahun-tahun."


Mu Chen Xiao mengusap-usap ruang di antara kedua alisnya dan berkata dengan lesu, "Baiklah, baiklah. Aku paham."


”Itu artinya, aku juga akan disiksa sama seperti bocah Yun itu?! Mungkin sebaiknya aku mengundurkan diri dan mencari Guru yang lain. Tapi, siapa yang mau menjadi Guruku? Sejak awal aku telah berhubungan buruk dengan mereka.” batin Mu Chen Xiao


Mu Chen Xiao langsung tertegun dan menjawab, "Tidak juga. Sebenarnya aku merasa penasaran dengan Keempat Raja Xingyue ratusan tahun lalu. Apa yang mereka lakukan sehingga para Kultivator pada saat itu berencana untuk membunuh mereka? Jika keempatnya sangat kuat, mengapa tidak menjadikan mereka sebagai Guru?"


"Jelas sekali pemikirannya masih anak-anak." Bisik ikan jantan pada ikan betina yang ada di sebelahnya.


Mu Chen Xiao yang mendengar bisikan itu, hanya diam saja sambil menunggu jawaban mereka. Tubuhku mungkin masih kecil akan tetapi, jiwaku adalah seseorang yang sudah berumur dua puluh tahun.


Tidak lama setelah keduanya saling berbisik, ikan betina pun akhirnya melihat ke arah Mu Chen Xiao dan menjawab, "Yan'er pasti belum mengatakan alasannya mengapa pada saat itu para Kultivator menyatakan perang terhadap keempat Raja Xingyue. Lima ratus tahun lalu, ada sekelompok orang yang datang dari arah barat dan mereka membawa pasukan-pasukan yang berada di level sembilan dunia bawah. Mereka itu adalah keempat Raja Xingyue yang tidak terkalahkan. Karena dulu hanya ada peperangan antara satu kelompok Kultivator dengan kelompok lainnya, keempat Raja Xingyue menjadi penengah di antara mereka dan merajai di empat wilayah yang berbeda-beda. Semula, keadaan memang baik-baik saja akan tetapi semakin lama, keempat Raja Xingyue semakin bertindak berlebihan. Mereka membunuh sebuah kota dan membiarkan rakyat kelaparan. Karena perbuatan mereka sudah melanggar hukum alam, tiga ribu pasukan para Kultivator dari keempat wilayah pun bekerja sama untuk membunuh keempat Raja Xingyue,..."


Ikan jantan tidak tinggal diam dan dia kembali melanjutkan, ",... Setelah keempat Raja Xingyue terbunuh, peraturan dinasti pun dilakukan dua ratus tahun lalu. Akan tetapi, terjadi perseteruan di antara keluarga-keluarga besar Yan dan Zhao. Keluarga Zhao berpendapat agar tidak ada peraturan Istana yang melibatkan perbedaan antara kelompok bangsawan dengan rakyat biasa. Mereka lebih memilih peraturan Sekte yang tidak membedakan antara rakyat biasa dengan para Kultivator karena mereka semua memang berasal dari kelompok rakyat biasa. Akan tetapi, keluarga Yan benar-benar tidak sependapat dengannya. Mereka tetap ingin melakukan peraturan dinasti sehingga, terjadilah pertarungan antara kedua keluarga besar ini,..."


Ikan betina melanjutkan kembali, ",... Lalu, keluarga Zhao akhirnya kalah dalam pertarungannya sendiri dan keluarga Yan mendapatkan apa yang mereka inginkan dan perguruan Sekte masih berlaku hingga sekarang karena sejak dulu, mereka selalu mengadakan perguruan setiap tahunnya."


Setelah ia mendengarkannya, Mu Chen Xiao mencoba untuk berpikir sebelum akhirnya ia berkata, "Jadi, bukan karena keluarga Yan yang membunuh keempat raja Xingyue dan menjadi raja dua ratus tahun lalu?"

__ADS_1


Ikan jantan menjawab, "Bukan! Percayalah pada kami. Kami ini adalah arwah pegunungan yang hidup ratusan tahun."


”Benarkah aku bisa mempercayai seekor ikan sarden?” gumam Mu Chen Xiao sambil mengalihkan pandangannya.


"Hei! Kami dengar apa yang kau katakan."


Dan tidak lama setelahnya, seorang laki-laki tua dengan janggut putihnya, sedang berlari ke arahnya dengan hawa membunuh sekaligus perasaan marah yang ada dalam benaknya.


Laki-laki tua itu adalah Zhao Yuan yang terkejut setelah ia mendapatkan surat tagihan yang datang dari sebuah rumah gadis yang ada di kota!


"Mu Chen Xiao! Keterlaluan sekali kau! Berapa banyak uang yang kau gunakan untuk menyewa rumah gadis?!" Teriak Zhao Yuan di belakang Mu Chen Xiao hingga membuatnya terkejut setengah mati karena hawa spiritual yang dikeluarkannya saat ini.


”Sial! Itu adalah si Tua Bangka! Mengapa dia bisa ada di sini?!” batin Mu Chen Xiao yang berusaha untuk mencari jalan keluar dari tempat tersebut.


Lalu, tidak lama setelahnya. Zhao Wei Lu datang menghampirinya di susul dengan Li Chu Yi, Yun Shan Feng dan Pei Zhuo di belakangnya dengan perasaan marah pada Mu Chen Xiao karena ia selalu saja membuat masalah untuk mereka.


"Mu Chen Xiao! Kau apakan aku hingga sakit begini?!"


"Mu Chen Xiao! Keterlaluan! Kau telah mempermalukan diriku di depan Grandmaster Zhao?"


"Mu Chen Xiao! Kau telah membuat adik seperguruan ku enggan untuk belajar dariku! Aku tidak akan memaafkanmu!"


"Sudah berapa kali kau membuat kekacauan hingga tidak ada satupun orang yang mengunjungi perpustakaan ku?!"


”Aku tidak mungkin sampai membuat masalah sebanyak ini!” batin Mu Chen Xiao yang mencoba untuk lari dari tempat tersebut namun, tiba-tiba langkahnya pun terhenti ketika ia menabrak seseorang yang ada di belakangnya.


Dengan perlahan, Mu Chen Xiao menoleh ke belakang dan melihat sekelompok murid-murid perguruan yang saat ini sedang menajamkan pedang mereka dan berpikir bagaimana cara agar mereka bisa memberi pelajaran pada seorang murid baru yang telah mengacaukan perguruan selama beberapa hari ini.


"Bagaimana kita bisa menghajarnya senior?"


"Kita putuskan Meridian-nya dan hancurkan dantiannya."

__ADS_1


Mu Chen Xiao terdiam dengan ekspresi terkejut dan seolah tidak percaya dengan tindakan orang-orang yang ada di sini. ”Apakah mereka bisa bertindak sekejam ini? Yang benar saja?! Aku benar-benar dibenci oleh semua orang yang ada di perguruan tempat tinggal ku sendiri?!”


__ADS_2