
"Cih! Sebenarnya ada berapa banyak jumlah mereka?!" Tanya Yun Qing yang sudah terlihat mulai kelelahan karena melawan pasukan hantu yang jumlahnya tidak dapat terhitung sejak tadi.
Suasana di dalam hutan pada malam hari, berubah menjadi suasana yang sangat mencekam! Dengan adanya sebuah pertarungan antara ratusan pasukan hantu dengan keempat orang Kultivator, membuat suasana malam hari terasa sangat panjang dari biasanya. Setidaknya, mereka telah berdiri di atas ratusan pasukan hantu yang sudah tidak berbentuk lagi. Mereka semua hancur karena mendapatkan serangan angin besar Yun Qing dan beberapa ada yang hangus terbakar karena menerima ayunan pedang milik Jiao Biao yang berada di tingkat Master level tujuh.
”Mengapa tidak ada habis-habisnya?! Kalau begini terus, kita akan kehabisan tenaga di tempat seperti ini!” batin Jiao Biao yang berdiri di tengah-tengah mereka dengan mengandalkan pedang sebagai pijakannya.
Gu Qiaomei yang berada di level satu dunia bawah pun juga ikut melakukan hal yang sama dan ia telah menghabisi sebagian besar dari para hantu yang ada di sekelilingnya menggunakan pedang yang sudah diasah olehnya.
Bayangan hitam itu terus bergerak cepat membunuh sebagian dari para hantu yang ada di depannya mereka namun, ia lengah sedikit ketika hendak akan membunuh seorang hantu jenderal yang memiliki tinggi lima kali lipatnya dari tinggi manusia!
Ketika ia berjalan di dekatnya, hantu jenderal tersebut langsung mengayunkan pedangnya yang menimbulkan sebuah percikan api yang cukup besar hingga merobek sebagian kecil dari pakaian panjang Gu Qiaomei.
Melihat ada tanda bahaya, ia pun segera menghindar darinya dan kembali ke tempat semula, berdiri di sebelah Yun Qing yang tampaknya sudah sangat kelelahan.
"Mereka tidak akan ada habis-habisnya sampai seseorang menyegel kembali lembah Dao Xun yang menjadi sarang bagi mereka!" Ucap Yun Qing sambil bersiap menyerang menggunakan kipas lipatnya.
"Bagiku, yang lain bukan masalah. Akan tetapi, di depan sana mereka memiliki hantu jenderal yang sangat sulit dikalahkan. Tubuhnya sekeras batu sehingga, pedang sekalipun tidak akan bisa membunuhnya." Jawab Gu Qiaomei sambil melihat ke arah hantu jenderal di depannya.
"Mungkin jika kita menemukan seseorang yang bisa mengeluarkan elemen petir, itu pasti akan mempermudah kita untuk membunuhnya. Tapi, sepertinya semua orang di sini juga dalam keadaan yang sama. Mereka ini, benar-benar hantu yang rakus!" Ucap Yun Qing kembali sambil menyeka darah yang ada di bawah bibirnya.
Tidak lama setelah keduanya selesai bicara, tiba-tiba saja hantu jenderal yang ada di depan mereka kembali melakukan serangan kedua. Ia berlari ke arah mereka sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi sebelum akhirnya ia menjatuhkannya tepat di atas kepala Gu Qiaomei!
Melihat serangan yang mungkin akan membunuhnya dalam sekejap, membuat Gu Qiaomei langsung saja bergerak cepat dan menghindari pedang hantu jenderal yang sepertinya sangat menginginkan kepalanya dan menyisihkan tulang belulangnya.
Itu adalah serangan kedua yang dilakukan oleh hantu jenderal namun, Gu Qiaomei sama sekali belum membalas semua serangannya. Dan kali ini, ia pun akhirnya mulai serius dengan meletakkan sebuah mantra pengeras pada pedangnya agar tidak hancur ketika ia sedang mencoba untuk memotong-motong tubuh hantu tersebut.
Pedang Gu Qiaomei akhirnya bergerak dan mencoba untuk memberi beberapa luka pada tubuh jenderal hantu tersebut akan tetapi, setelah ia berlama-lama menyerangnya, tubuh Jenderal itu tidak juga terluka ataupun mendapatkan goresan akibat gerakan cepat pedang milik Gu Qiaomei yang sudah diasah berulang-ulang kali olehnya.
__ADS_1
”Dia benar-benar tidak bisa tertahankan!” gumam Gu Qiaomei yang akhirnya mengangkat pedangnya kembali dan menjauhkan diri dari hantu jenderal yang sangat sulit dikalahkan.
Di saat ia sudah hampir kehilangan semua tenaga karena bertarung habis-habisan dengan para hantu yang tidak pernah berhenti muncul, tiba-tiba saja sebuah kilatan cahaya muncul dari arah sebaliknya dan langsung menghancurkan tubuh hantu Jenderal hingga berkeping-keping!
”Kekuatan yang besar sekali! Dari mana datangnya?!” batin Gu Qiaomei sambil menutupi kedua matanya dengan lengan kanannya karena cahaya yang begitu mencolok dan menyiksa penglihatannya.
Dan tidak lama setelah cahaya tersebut menghilang, sesosok bayangan putih yang menggandeng tangan seorang anak yang lebih kecil darinya, muncul di antara mereka dan orang ini juga telah membunuh sebagian besar dari hantu-hantu yang berusaha untuk menyerang para murid-murid Sekte.
Setelah kedua orang ini muncul, dalam sekejap para hantu yang sebelumnya beramai-ramai menyerang mereka, tiba-tiba saja tumbang seolah-oleh ditimpa sebuah energi kekuatan yang sangat besar. Mereka semua jatuh tanpa ada yang menyentuhnya sama sekali dan keadaan pun akhirnya bisa kembali seperti semula.
Kedatangan Zhao Bingyan dan Mu Chen Xiao, benar-benar mengejutkan mereka yang sebelumnya telah bertarung keras melawan para hantu yang tidak ada habis-habisnya. Mereka berpikir, 'Apakah yang membuat para hantu ini tumbang dalam sekejap?' dan pertanyaan ini akhirnya terjawab ketika para hantu hantu ini berubah menjadi abu yang berterbangan.
”Mereka bukan mati karena ditimpa aura spiritual yang besar. Akan tetapi, ada sebuah petir yang menyambar mereka yang kecepatannya benar-benar tidak bisa dilihat oleh mata kepala manusia.” batin Gu Qiaomei yang memperhatikan mereka dan kemudian ia menatap ke arah Zhao Bingyan yang masih berdiri tidak jauh darinya.
Merasa kalau ini bukan tindakannya karena ia hanya membunuh hantu Jenderal, hal itu membuat Zhao Bingyan merasa penasaran siapa yang bisa membunuh ratusan hantu dalam sekejap. ”Bukankah sebelumnya mereka masih menyerang? Mengapa sekarang semuanya berubah menjadi abu?” batin Zhao Bingyan yang kemudian bertanya pada Mu Chen Xiao yang ada di sebelahnya, "Xiao'er? Apa kamu yang melakukannya?"
"Tentu saja aku yang melakukannya." Ucap Shang Ren yang tiba-tiba berada di belakang mereka dan sekarang ini dia sedang berjalan ke arah mereka berdua.
Shang Ren memiliki kemampuan yang setara dengan ratusan pasukan elit. Pantas saja ia bisa melakukannya semudah itu. Lalu, jika dia sebenarnya bisa membunuh mereka hanya dalam kedipan mata, mengapa ia tidak muncul sejak tadi dan malah muncul bersamaan dengan datangnya Zhao Bingyan dan Mu Chen Xiao.
”Orang ini?! Mengapa rasanya dia seperti mengikutiku setiap saat?!” batin Mu Chen Xiao yang sangat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Zhao Bingyan menghadap ke arah Shang Ren dan berkata setelah ia memberi salam padanya, "Terima kasih karena Guru besar telah membantu."
Shang Ren menyeringai sambil melipat tangannya sebelum ia menjawab, "Ini hanya kebetulan saja. Aku di sini untuk mencari Yang Mulia. Sepertinya, dia juga dalam masalah." Ucapnya yang kemudian langsung di jawab oleh seseorang yang ada di belakangnya. "... Apanya yang dalam masalah? Aku baik-baik saja!"
Shang Ren pun akhirnya menoleh ke belakang dan benar saja, pemuda yang sebelumnya telah menjawab pertanyaannya adalah Yan Fengying sungguhan! "... Jadi, Yang Mulia berhasil selamat dari hantu Jenderal Sha Mo?" Tanya Shang Ren dengan senyum sinisnya.
__ADS_1
Yan Fengying tidak menjawab dan di wajahnya seperti menunjukkan sikap cueknya pada Shang Ren yang mencoba untuk bertanya bagaimana keadaannya saat ini. Sudah jelas wajahnya tampak berdebu dan ia terus memegangi perutnya yang sempat dihantam batu besar ketika dia sedang bertarung dengan hantu Jenderal. ”... Apakah karena dia malu untuk mengatakannya di depan orang-orang ini?” batin Shang Ren sambil menatap dingin ke arah Yan Fengying yang sedang berjalan menjauhinya.
Melihat keadaan yang sudah seperti semula, membuat Li Zhu merasa heran dan pada akhirnya ia pun menghampiri Zhao Bingyan dan berkata setelah ia memberi salam padanya, "Terima kasih karena Tuan muda telah membantu kami di sini."
Zhao Bingyan langsung menjawab, "Bukan aku tapi, Guru besar Shang Ren yang melakukannya."
Li Zhu tertegun dan langsung melirik ke arah Shang Ren sebelum dia kembali menatap ke arah Zhao Bingyan, "Tapi, tetap saja Anda telah membunuh hantu Jenderal tadi. Dia yang paling sulit dikalahkan." Ucap Li Zhu sekali lagi.
Zhao Bingyan terdiam beberapa saat sebelum ia kembali berkata, "Kalau begitu baiklah. Berterima kasihlah juga pada Guru besar Shang Ren yang ada di sana." Ucapnya sambil menunjuk ke arah Shang Ren yang berada tidak jauh darinya. Namun, ia malah menyesal ketika menunjuk ke arah Shang Ren yang ada di sana. Ia terkejut karena melihat Mu Chen Xiao yang saat ini sedang berdiri berhadapan dengannya tanpa diketahui olehnya kapan ia berjalan ke sana. ”Eh? Kapan dia melangkah ke sana? Bukankah aku memegangnya tadi?” batin Zhao Bingyan.
Sementara Mu Chen Xiao menunjukkan ekspresi cemberut padanya, Shang Ren malah menunjukkan ekspresi kosong dan bingung mengapa Mu Chen Xiao menatapnya seperti itu. "Apa kau punya masalah?" Tanya Shang Ren yang merasa heran ketika melihatnya.
"Guru besar Shang Ren punya masalah apa denganku sampai-sampai terus mengikutiku seperti ini?!” tanya Mu Chen Xiao yang masih memelihara ekspresinya saat ini.
"Kau mengira aku terus mengikuti mu?" Ucapnya yang kemudian tidak lama setelahnya ia seperti sedang menahan tawanya karena melihat Mu Chen Xiao yang sudah salah sangka terhadapnya. "Kau sepertinya sudah salah paham. Bukankah sudah kubilang kalau sebelumnya aku sibuk mencari Yang Mulia?"
"Lalu, bagaimana dengan yang terjadi di kota? Aku melihatmu sedang duduk sendirian di salah satu rumah minum ketika aku dikejar-kejar anjing?!"
Shang Ren mengalihkan pandangannya sebelum menjawab, "Aku sedang beristirahat sebentar di sana. Apakah aku salah jika beristirahat di tempatmu?"
”Kebetulan macam apa ini? Seharusnya dia bisa merasakan kekuatan spiritual milik Yan Fengying untuk mencarinya. Akan tetapi, mengapa dia malah pergi ke sini?” batin Mu Chen Xiao yang menatap heran padanya.
Tidak lama setelahnya, Shang Ren kemudian melirik ke arah tanah yang sedang dipijak oleh Mu Chen Xiao. Dia merasa aneh dengan tanah tersebut karena ia sempat melihat getaran ringan yang terjadi di bawahnya.
Karena merasa ada yang aneh, Shang Ren pun akhirnya mendorong keras Mu Chen Xiao hingga terlempar ke belakang dan benar saja, di bawah kakinya saat ini sudah ada segerombolan hantu yang akan memakannya dari dalam tanah. Hantu-hantu itu menunjukkan kepalanya sambil membuka lebar-lebar mulutnya.
Namun, sebelum Shang Ren membunuh segerombolan hantu yang ada di bawah kakinya, ketika ia mendorong Mu Chen Xiao ke belakang, tiba-tiba saja muncul sebuah mulut dari dalam tanah yang langsung menelan Mu Chen Xiao hidup-hidup tanpa disadari olehnya sama sekali!
__ADS_1
Dalam sekejap, Mu Chen Xiao tertelan oleh mulut besar tersebut dan seketika, musuh menghilang dari pandangan mereka termasuk para hantu yang sebelumnya bersembunyi di dalam tanah!