Chaos System

Chaos System
Chapter. 58 - Kedai Makanan Jin Yue


__ADS_3

Desa kecil Jin Yue adalah desa yang berdekatan dengan kota Xuanzhou dan lembah Dao Xun jika seseorang bisa berjalan selama dua jam menuju desa tersebut. Desa itu memiliki beberapa toko dan rumah-rumah penduduk yang bisa dihitung dengan jari. Orang-orang di sana, kebanyakan dari mereka bekerja sebagai penjual kayu bakar dan membuka rumah makan kecil-kecilan yang hanya dimuat beberapa orang saja. Memang tidak heran jika desa ini begitu sepi. Penduduknya saja kebanyakan adalah para orang tua dan anak-anak.


"Tempat ini sepertinya cocok untuk beristirahat sebentar. Apa Xiao Xiao mau mengunjungi salah satu kedai makanan yang ada di sana?" Tanya Xun Ji'an sambil menunjuk ke arah salah satu kedai makanan yang berdiri berjejeran dengan toko-toko lainnya.


"Hah? Kita baru saja berjalan selama dua jam. Mengapa Gege ingin sekali beristirahat?" Tanya Mu Chen Xiao yang akhirnya menyadari betapa tidak bergunanya orang ini ketika mereka berada dalam perjalanan yang panjang padahal dia sendiri tidak bisa menunggangi kuda.


"Ayolah,... Sekali saja. Lagipula, saat perjalanan nanti kita tidak akan menemukan kedai makanan di sana. Jadi, tidak ada salahnya jika mampir sebentar." Ucap Xun Ji'an dengan nada merayu sambil mendorong Mu Chen Xiao menuju kedai makanan tersebut.


Beberapa saat kemudian setelah Xun Ji'an mendorong Mu Chen Xiao menuju kedai makanan tersebut dan memesan beberapa makanan yang ada di sana. Mu Chen Xiao mengambil kursi yang ada di luar karena tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang karena ia datang bersama seekor ular.


Ia hanya memesan lima kue kacang dan tidak lama kemudian, pesanannya pun akhirnya tiba. Ia hanya perlu menunggu Xun Ji'an yang masih memesan makanan dan sepertinya ia telah memesan makanan yang mungkin saja tidak muat di meja yang sekarang ini ditempati olehnya. ”Memangnya berapa piring yang dia pesan hingga selama ini?!” batin Mu Chen Xiao yang mulai merasa heran mengapa ia harus menunggu Xun Ji'an selama ini.


Mu Chen Xiao menghela nafas lesunya dan mengangkat salah satu kue kacangnya yang sama sekali belum termakan olehnya. Dan ketika ia baru saja mengangkatnya, tiba-tiba saja seseorang yang berada di sebelahnya langsung memakannya padahal ia sama sekali tidak menawarkan makanannya.

__ADS_1


”....”


Mu Chen Xiao merasa heran dengan seorang laki-laki hitam yang sekarang ini sedang duduk di sebelahnya dan orang itu langsung saja memakan kue miliknya ketika ia baru saja mengangkatnya dan hendak akan memakannya sekarang.


"Hmm,... Kacang yang ditumbuk dengan sangat halus dan tekstur kuenya sangat lembut. Rasanya pas sekali. Aku penasaran dengan pembuatnya." Pikir seorang laki-laki di sebelahnya yang sebelumnya telah menggigit sebagian dari makanannya.


"I-itu, kenapa tuan memakan makananku?" Tanya Mu Chen Xiao dengan canggung karena sebelumnya ia merasa tidak pernah bertemu dengan laki-laki yang ada di sebelahnya.


Laki-laki itupun akhirnya menoleh ke arah Mu Chen Xiao dan sangat terkejut ia ketika menyadari kalau orang itu adalah Shang Ren dengan tampilan yang biasa dia tunjukkan pada semua orang di sekelilingnya. ”Aku merasa tersambar petir.” batin Mu Chen Xiao yang begitu terkejut karena ia selalu saja bertemu dengan Shang Ren ketika ia sedang berada di luar Sekte dan di sungai Rongye.


”Rasanya baru satu jam aku bertemu dengannya dan sekarang bertemu lagi?” batin Mu Chen Xiao yang kemudian bertanya, "Mengapa Guru besar Shang Ren kemari? Apa ada kau memiliki tugas yang harus diselesaikan?"


Shang Ren berpikir sebelum menjawab, "Tidak ada. Aku kemari hanya untuk bersenang-senang dan mencari anakku saja. Aku yakin dia tinggal di sini dan sedang bersama seorang penjual kayu bakar di sekitar sini. Aku kehilangan dia ketika ditenggelamkan oleh Ibunya sendiri di sungai Luobing saat masih bayi"

__ADS_1


”Eh? Shang Ren sudah berkeluarga dan punya anak? Kenapa wajahnya sama sekali tidak mirip dengan bapak-bapak!” batin Mu Chen Xiao yang terdiam karena terkejut setelah, ia mendengar cerita yang dikatakan oleh Shang Ren sama seperti apa yang dialaminya saat masih bayi. ”Shang Ren tidak memiliki marga keluarga 'Mu'. Dia tidak mungkin menjadi Ayahku seperti, apa yang aku pikirkan sekarang ini.” batin Mu Chen Xiao kembali yang kemudian berkata, "Kenapa Guru besar Shang Ren mencoba untuk mencarinya? Bagaimana jika dia tidak mengenal Guru besar karena tidak pernah melihatmu?"


Shang Ren menghela nafas dan menjawab, "Itulah yang selama ini aku khawatirkan. Jika saja aku mengatakan yang sebenarnya, mungkin saja dia tidak akan bisa mempercayainya dan marah padaku." Jawabnya sambil menoleh ke arah Mu Chen Xiao dan bertanya, "... Aku ingin bertanya satu hal. Kau sudah menerima kenyataan bahwa, keluargamu telah hancur enam tahun lalu. Semua keluargamu tidak ada yang tersisa kecuali, Mu Chou Ran yang keberadaannya masih misterius. Jika saja, penjahat Mu Chou Ran memang masih hidup dan sedang berada di sebelahmu sekarang ini, apakah kau akan memilih untuk tinggal bersama dengan seorang penjahat seperti Mu Chou Ran atau kau ingin tetap tinggal di Sekte mu sekarang ini?"


Mu Chen Xiao terkejut setelah ia mendengar semua perkataan dan apa yang ditanyakan oleh Shang Ren padanya. Ia juga sangat memperhatikan ekspresi Shang Ren yang tampaknya terlihat kosong dan sangat kehilangan. Karena ia tidak pernah memiliki kesempatan untuk bertemu dengan seseorang yang dicarinya selama ini. ”Sebenarnya, seperti apa wajah anaknya itu sehingga ia begitu merindukannya? ” batin Mu Chen Xiao yang berpikir.


"Seharusnya, keluarga itu bisa saling mendukung. Sudah jelas jika, seseorang yang telah kehilangan keluarganya selama bertahun-tahun, dia pasti akan merindukan keluarganya sendiri meskipun ia tidak pernah bertemu dengannya. Jika saja, keluarga yang ditemukannya adalah seorang penjahat maka, ia akan berusaha untuk merubahnya dan tidak membiarkannya menjadi hitam seperti iblis. Aku juga pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan terhadap keluarganya sendiri. Jika dia memang keras kepala, maka aku akan menyuruhnya untuk membunuhku dan aku akan menghentikannya dalam wujud hantu. Mungkin aku akan terus melakukan itu karena aku memang sudah mati." Jelas Mu Chen Xiao sambil menunjukkan senyum senangnya.


Shang Ren merasa ada sebuah tekanan yang menusuk benaknya. Ia kemudian mengusap-usap mata kanannya yang terlihat berair dan kembali menatap ke depan. "Jadi itu yang akan kau lakukan? Apa kau berharap menjadi hantu setelah kematianmu?" Tanya Shang Ren kembali.


"Aku pikir itu adalah sebuah kekuatan besar yang bisa dimanfaatkan. Jika basis Kultivasi seseorang telah menghitam, dia akan mendapatkan kekuatan dari seluruh tingkat. Orang itu, akan memiliki kemampuan yang setara dengan Raja Xingyue, bahkan lebih kuat dari mereka semua. Aku, ingin seperti orang itu." Jelas Mu Chen Xiao dan kemudian ia melihat Xun Ji'an yang tampaknya sudah selesai untuk memesan.


Shang Ren menyeringai dan ia pun akhirnya berdiri kembali dari kursinya setelah melihat Xun Ji'an yang kembali menghampiri Mu Chen Xiao. Dan sebelum pergi meninggalkannya, Shang Ren mengelus kepalan Mu Chen Xiao dan berkata, "Semoga kau bisa melakukan apa yang sudah kau rencanakan itu." Ucapnya sambil berjalan meninggalkannya.

__ADS_1


Mu Chen Xiao mulai merasa heran karena belakangan ini, Shang Ren selalu menunjukkan sisi lembut terhadapnya. Padahal, ia seharusnya segera membunuhnya atau melakukan hal buruk yang mungkin saja bisa menghancurkan basis Kultivasinya mengingat kalau ia adalah seorang karakter penjahat.


”Apakah kepalanya telah terbentur benda keras?”


__ADS_2