
Beberapa saat sebelum perang dimulai. Seorang prajurit berlari menuju tenda milik Du Yang dan menyampaikan sebuah pesan yang harus dikatakan olehnya saat itu juga.
"Yang Mulia! Jenderal Du Yang! Penyusup telah meninggalkan kemah!" Ucap prajurit tersebut pada ketiga orang yang sekarang ini sedang membicarakan sesuatu.
"Hmm,... Baiklah. Kita bicarakan ulang mengenai strategi kali ini." Ucap Yong Qi yang memecahkan keheningan di dalam tenda tersebut.
"Sebelumnya, Zhao Bingyan telah mengirimkan beberapa pasukan pelindung miliknya. Kami tahu jika kota Luoyang memiliki banyak Magical Beats yang mereka gunakan untuk berperang. Karena itu, dia mengirimkan anjing Baixue dan juga beberapa arwah terkuat yang ada di pegunungan Jinya. Dan juga, Istana Zhang telah menjamin kalau kalian akan mengalami kemenangan dengan bantuan kami." Jelas Cheng Xing Xian pada Yong Qi dan Du Yang di hadapannya.
"Arwah apa saja yang kalian kirimkan untuk membantu kami?" Tanya Yong Qi.
"Arwah gagak Xu Wuya, Arwah ular putih Xun Ji'an dan syair yang dibenci, Lun Quo. Mereka bertiga adalah benteng pelindung untuk Sekte Hua Jian sejak lima tahun lalu." Jawab Cheng Xing Xian.
Yong Qi berpikir saat ia kembali memperhatikan sebuah peta yang ada di bawah tangannya. "... Karena hanya ada tiga arwah pegunungan dan satu magical beats, masing-masing dari mereka akan memimpin pasukan yang ada di barat, Utara, timur dan selatan. Setiap pasukan akan dibagi menjadi seribu orang dan aku akan memimpin pasukan di wilayah barat." Jelas Yong Qi sambil menunjuk bagian-bagian yang akan ditempati oleh para arwah pegunungan dan satu-satunya hewan sihir yang mereka miliki.
"Tunggu sebentar Yang Mulia! Saya memiliki sesuatu yang harus dijelaskan lebih dulu." Ucap Du Yang yang memberhentikan pembicaraan mereka. "... Pasukan Luoyang sama sekali tidak menyerang para petinggi Istana dan yang pasti mereka juga tidak akan menyerang Yang Mulia. Akan tetapi, mereka menyerang para pasukan agar kami bergerak mundur karena kekurangan orang."
"Huh? Jadi itu tujuan mereka?" Tanya Yong Qi yang sangat terkejut setelah mendengarnya. "... Kalau begitu, apa rencanamu berikutnya?"
__ADS_1
"Yang Mulia! Sebelumnya Anda mengatakan jika Yang Mulia akan memimpin pasukan barat, Jenderal Du Yang akan memimpin pasukan selatan dan aku akan memimpin pasukan tenggara. Itu artinya para pasukan Luoyang tidak akan mengirimkan Magical Beats di ketiga daerah tadi. Bagaimana jika kita mengacak posisinya saja. Yang Mulia akan memimpin pasukan Utara dan jenderal Du Yang akan memimpin pasukan barat. Dan bagi pasukan-pasukan yang didalamnya terdapat arwah pegunungan Jinya, jumlahnya dikurangi sepuluh persennya. Setidaknya itu akan sedikit mengurangi resiko pengurangan jumlah pasukan kalian." Jelas Cheng Xing Xian.
Yong Qi berpikir dan memperhatikan rencana yang sudah disiapkan oleh Cheng Xing Xian untuk negaranya. Jika tujuannya memang untuk melindungi pasukan maka, "Aku akan membawa lima ratus pasukan dengan anjing Baixue berada dalam barisanku!" Ucap Yong Qi yang berhasil mengejutkan Du Yang dan beberapa prajurit yang berada di sana.
"Tapi, Yang Mulia! Itu terlalu berbahaya! Bagaimanapun tujuan kami adalah untuk melindungi Yang Mulia." Celetuk Du Yang saat ia mendengar hal itu keluar dari mulut Permaisurinya.
"Jangan meragukanku!" Ucap Yong Qi dengan tegas. "... Bagaimanapun juga aku tidak yakin kalau mereka tidak akan membunuhku dan juga jenderal Du Yang. Aku akan tetap maju dengan lima ratus pasukan!"
Dan beberapa saat kemudian, mereka pun menyetujuinya dan bergerak dengan masing-masing pasukan yang ada di belakang mereka. Yong Qi yang sekarang ini merubah wujudnya menjadi Du Yang, bergerak hanya dengan lima ratus pasukan dan seekor anjing magical beats yang akan membantunya.
Ketika Yong Qi sedang berhadapan dengan salah satu pemimpin pasukan Luoyang, tanpa perlu memulai pembicaraan ia langsung menyerang Jenderal tersebut. Namun, tingkahnya berhasil diketahui oleh orang-orang Luoyang yang merasa aneh dengan tingkah yang biasa dilakukan oleh Du Yang. Mereka pun menduga dan berhasil membongkar penyamaran Yong Qi yang sedang berpura-pura menjadi Du Yang.
Bukan hanya peperangan di bagian Utara yang menjadi perhatian mereka, perang yang terjadi di tiga wilayah lainnya juga ikut membuat semua orang di sana bergidik ketakutan.
Di wilayah barat laut, terdapat seekor ular putih besar yang langsung memakan hidup-hidup para magical beats yang mereka miliki. Lalu, di wilayah timur terdapat ratusan burung gagak yang langsung mencongkel mata para pasukan Luoyang yang membuat mereka semua menjadi buta. Dan yang terakhir di wilayah tenggara, seluruh pasukan terbunuh karena ilusi yang diciptakan oleh sebuah bayangan hitam tak berbentuk yang berpihak pada pasukan Yong Fei.
"Apa-apaan semua ini?! Dari mana mereka berasal?!" Ucap Jenderal Luoyang yang tampaknya sangat tidak percaya bahwa mereka telah mengalami kekalahan yang besar.
__ADS_1
"Kalian semua hanya orang-orang kecil. Mengapa kalian semua menentang kami dan bahkan mempengaruhi wilayah Chuye dan Lianyu?" Tanya Du Yang setelah ia memperhatikan ekspresi Jenderal Luoyang yang tampaknya sangat terkejut setelah melihat kekuatan baru mereka.
"Tidak mungkin! Bagaimana kau bisa mengalahkan kami?!" Ucap Jenderal Luoyang dengan amarah yang mulai memuncak.
"Kami tahu kalau kalian mengirimkan pasukan bayangan untuk memata-matai kami. Karena itu, kami mengabaikan semua keberadaan mereka dan membiarkan mereka mendengarkan strategi yang kami miliki. Setelah pasukan bayangan kalian pergi, barulah kami membicarakan tentang strategi yang sebenarnya. Terima kasih karena Jenderal telah mengikuti permainan kami dan mempercayai seluruh ucapan kami." Jelas Du Yang yang diakhiri dengan senyum kepuasannya.
”Cih! Kalau begitu kami terpaksa bergerak mundur!” batin Jenderal Luoyang yang langsung mengeluarkan sebuah kembang api dari balik pakaiannya lalu, dihentikan oleh Du Yang yang langsung memotong tangannya tanpa sepengetahuan darinya.
Jenderal Luoyang benar-benar tidak menduga bahwa tangannya akan terpotong semudah itu oleh pedang milik Du Yang. Ketika tangannya telah terjatuh di atas pasir, ia hanya bisa meringis kesakitan di tengah-tengah barisan pasukannya sendiri.
"Kau memotong tanganku! Kau akan mendapatkan balasannya!" Bentak Jenderal Luoyang yang tampak sedang menahan sakit pada pergelangan tangannya.
"Sayang sekali! Hari ini adalah akhir bagimu!" Ucap Du Yang dengan dingin sambil mengangkat pedangnya kembali. Dan ketika ia akan menjatuhkan pedangnya di atas kepala Jenderal Luoyang, tiba-tiba saja seorang prajurit Luoyang datang menghampiri jenderalnya dan melindunginya dari serangan Du Yang yang akan melepas kepalanya.
Prajurit Luoyang langsung menahan serangan Du Yang dan segera melepaskan sebuah kembang api sebagai perintah untuk segera bergerak mundur.
Tepat setelah ia melepaskan kembang apinya, prajurit tersebut menghilang bersama dengan Jenderal Luoyang menggunakan mantra teleportasi miliknya.
__ADS_1
Du Yang menggertak kesal setelah ia tidak bisa membunuh Jenderal Luoyang padahal sedikit lagi mereka akan memenangkan peperangan ini.
”Para pemberontak itu! Ternyata mereka memiliki seorang Kultivator di antara barisan mereka!”