Chaos System

Chaos System
Chapter. 97 - Satu Kamar


__ADS_3

"Aku lihat tabib yang mengobati Mu Chen Xiao di kediaman Guru besar adalah seorang penggoda wanita."


"Ya, aku juga melihatnya. Dia memiliki wajah yang berkecukupan dan lagi, Sekte ini hanya memiliki satu murid perempuan dan satu guru besar perempuan. Dia pasti tidak akan tahan berada di sini."


Kedatangan Mo Wuya ke Sekte Hua Jian, benar-benar membuat semua orang di sana terus membicarakannya. Mo Wuya yang memiliki wajah tampan dan kharismatik, membuat semua wanita pasti akan mendekat padanya. Dan kelebihannya yang lain, ia juga memiliki sayap gagak yang sangat menawan ketika ia melebarkannya dan menunjukkannya pada semua orang yang ada di sana.


Namun, Mo Wuya hanya akan muncul ketika musim dingin dan ketika sudah memasuki musim semi, ia akan berubah kembali menjadi Xu Wuya yang berhati dingin dan kejam.


”Rasanya ada yang aneh. Xu Wuya yang berhati dingin dan kejam, mengapa ia harus ada di musim-musim biasanya dan tidak di musim dingin sama seperti sifat aslinya?” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya setelah Mo Wuya merawat kaki kanannya yang patah setelah mencoba untuk menghindar dari array penjebak.


Mu Chen Xiao yang sedang berada di kamarnya, hanya ditemani oleh Zhao Bingyan kecil yang tampaknya sangat mengkhawatirkannya. Sedangkan, Mo Wuya yang bertanggung jawab atas kakinya, malah pergi meninggalkannya dengan alasan pekerjaan padahal ia hanya sibuk mencari wanita-wanita cantik di kota pada malam hari. Lalu, Hao Shu juga sibuk mencari siapa pengacau yang saat itu berada di sungai Rongye. Karena itulah ia di sini hanya ditemani oleh Zhao Bingyan yang sangat mengkhawatirkannya padahal ini hanya patah biasa.


”Setidaknya aku yang sekarang bukan manusia biasa. Mo Wuya bilang kalau kakiku akan sembuh selama seminggu.” batin Mu Chen Xiao saat ia memandangi kaki kanannya yang terbungkus perban dan kayu penyangga.


"A-Yue! Kau baik-baik saja?" Tanya Zhao Bingyan dengan ekspresi memelasnya seolah ia akan kehilangan Mu Chen Xiao begitu saja.


"A-ha-ha-ha,... Aku baik-baik saja. Sekarang aku ingin beristirahat." Ucap Mu Chen Xiao yang disertai dengan tertawaannya saat ia meraih selimutnya kembali.


Ketika Mu Chen Xiao menarik selimutnya kembali, Zhao Bingyan tiba-tiba saja menghentikan tangannya sambil menunjukkan wajah memelasnya saat dia mencoba untuk tidur.


"A-Yue, Yan'er ingin tidur denganmu."


SYOKK


”Rasanya seperti ditusuk panah dan tersambar petir.” batin Mu Chen Xiao yang sangat terkejut begitu ia mendengar kalau Zhao Bingyan ingin tidur dengannya.


Akan tetapi, jika aku berkata iya, bagaimana jika Zhao Bingyan akan kembali ke wujud aslinya saat pagi tiba? Setelah ini, aku pasti akan dihukum oleh nenek tua Li Chu Yi karena telah berani tidur bersama dengan orang yang disukainya.

__ADS_1


"Tapi, kamar ini begitu dingin dan hanya memiliki satu selimut dan satu bantal." Ucap Mu Chen Xiao yang berharap Zhao Bingyan akan segera kembali ke kamarnya sendiri.


"Yan'er akan tidur tanpa bantal dan selimut!" Ucap Zhao Bingyan secara spontan hingga membuat Mu Chen Xiao merasa tidak percaya kalau ia akan membiarkan Guru besar Sekte ini merasa kedinginan di tengah malam.


”Jika saja aku membiarkan hal itu terjadi, bisa-bisa hukuman seratus cambukan telah senantiasa menungguku!” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya.


"Kalau begitu, sebaiknya Guru besar tidur di sini dan aku akan tidur di bawah—"


Seketika, Mu Chen Xiao berhenti berbicara karena ia telah melihat Zhao Bingyan yang telah tertidur di sebelahnya ketika ia sedang mengalihkan pandangannya.


”Apakah aku harus melakukan cara pertama atau cara kedua? Tapi, membiarkan Zhao Bingyan kedinginan seperti ini, membuatku sedikit merasa senang karena aku telah melihatnya sengsara untuk pertama kalinya. He-he.” gumam Mu Chen Xiao sambil tersenyum seringai dan merencanakan banyak hal buruk untuknya.


[[ Pelanggaran Karakter ]]


[[ Penelantaran anak di bawah umur ]]


”.....”( sabar, tenang dan jangan marah.)


...~ Chaos System ~ ...


...~ Chapter 97 ~ ...


Keesokan paginya ketika cahaya matahari pagi memasuki sebuah ruangan yang ada di sebuah kediaman yang sangat besar. Dengan perlahan Zhao Bingyan membuka matanya dan melihat sebuah matahari yang seperti telah terbit di depan wajahnya. Ia pun akhirnya terduduk kembali sambil mengusap-usap matanya yang terasa gatal. Zhao Bingyan menatap sekeliling dan ia pun akhirnya sadar kalau sekarang ini ia sedang berada di kamar Mu Chen Xiao.


”Apakah semalam aku tidur berjalan hingga sampai ke tempat ini?” gumam Zhao Bingyan saat ia sedang menurunkan kakinya dari atas ranjang.


Lalu, ketika Zhao Bingyan mencoba untuk menurunkan kakinya, ia seketika terkejut saat menyadari kalau kakinya kembali memanjang dan tubuhnya telah membesar seperti seorang pemuda yang telah berusia 26 tahun.

__ADS_1


”Ada apa ini? Rasanya semalam aku bermimpi usiaku kembali berumur lima tahun dan tinggal di kediaman Zhao bersama Qian Yue. Kenapa rasanya aku sangat terkejut ketika melihat ukuran tubuhku yang kembali normal?” batin Zhao Bingyan sambil memandangi telapak tangannya sendiri.


Tidak lama setelah ia larut dalam kebingungan, ia pun akhirnya teringat dengan hal yang sebelumnya terjadi kalau ingatannya benar-benar kembali ke usianya yang kelima tahun dan ia juga telah memanggil Mu Chen Xiao dengan sebutan A-Yue.


Merasa terhina!


"Apa aku benar-benar bertindak seperti anak kecil dan menghina diriku sendiri? Aku juga memanggil Mu Chen Xiao dengan nama A-Yue. Apakah dia sudah tahu kalau seluruh keluarga Zhao adalah kerabatnya?" Tanya Zhao Bingyan dengan wajah memerah karena malu ketika ia mengingat kejadian kemarin.


Zhao Bingyan terdiam selama beberapa saat dan ia pun menoleh ke arah sudut ruangan yang berada di sebelah ranjangnya. Ekspresinya pun menjadi sangat terkejut saat ia melihat Mu Chen Xiao yang tertidur di sana dengan hanya beralaskan tikar tipis yang tidak bisa menghangatkannya.


”Apakah aku yang menyuruhnya untuk tidur di lantai?"


Zhao Bingyan langsung berjalan menghampirinya dan melihatnya keadaannya dengan baik. Ia mengguncang pelan pundak Mu Chen Xiao namun, hal itu tidak juga membuatnya terbangun dari tidurnya.


"Hmm,... Bagaimana cara membangunkannya?" Gumam Zhao Bingyan yang memperhatikan dan pandangannya pun akhirnya terhenti pada sebuah luka yang ada di kaki kanan Mu Chen Xiao.


Zhao Bingyan sangat terkejut ketika melihat luka tersebut. Ia pun segera memeriksanya dengan menyentuh sedikit dari luka tersebut dan ia akhirnya tahu kalau luka terjadi disebabkan karena patah tulang.


”Apakah aku yang melukainya saat aku berubah menjadi monster?” batin Zhao Bingyan setelah semua ingatannya telah kembali.


Secara spontan ia pun langsung menarik telinga Mu Chen Xiao dan karena hal itu, Mu Chen Xiao seketika terbangun dengan perasaan terkejut setelah ia merasa ada yang sakit pada bagian telinganya.


"Haah? Apa yang terjadi?" Ucap Mu Chen Xiao dengan panik sambil menatap sekeliling.


"Mu Chen Xiao! Lihatlah ke arahku!" Bentak Zhao Bingyan yang langsung membuat perhatian Mu Chen Xiao seketika teralihkan ke arahnya.


Ia pun sangat terkejut ketika ia melihat seorang pemuda dewasa yang berumur 20-an sedang duduk di hadapannya dan menatapnya dengan ekspresi serius. Pemuda yang sekarang ini sedang mencoba untuk berbicara dengannya, adalah Zhao Bingyan yang telah kembali seperti semula.

__ADS_1


”He-he,... Aku sudah menduganya malam tadi.”


__ADS_2