Chaos System

Chaos System
Chapter. 131 - Lari Dari Sekte


__ADS_3

"Yan Gege! Aku ingin bicara denganmu! Yan Gege!" Seru Zhao Wei Lu saat ia sedang mengetuk pintu ruangan Zhao Bingyan yang ada di paviliun Yu'an namun, ia tidak mendapatkan jawaban apapun dari dalam.


”Aneh sekali. Rasanya aku melihatnya tadi pagi. Apakah dia sedang pergi sekarang?” batin Zhao Wei Lu yang memikirkannya. "... Yan Gege! Aku akan masuk!" Ucap Zhao Wei Lu kembali sambil membuka pintunya dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


Ketika ia sudah berada di dalam, ruangan tersebut terlihat sangat berantakan dengan dipenuhi oleh sampah-sampah kertas yang bertahun-tahun tidak dibuang begitupun juga dengan kuas tinta yang membuat lantainya terlihat sangat kotor. Di sana juga terdapat meja yang terbalik dan buku buku yang berserakan seolah telah terjadi angin ribut di tempat ini.


"Kotor sekali! Apa yang dipikirkannya saat ini? Apakah sakit kepala membuatnya harus melakukan semua ini?" Gumam Zhao Wei Lu yang merasa terheran saat melihatnya.


Di dalam tumpukan kertas, ia pun mengambil secarik kertas yang kusam dan terdapat foto seorang murid di sana. Kertas ini adalah dokumen pendaftaran milik seorang murid yang akan berguru di sini.


Namun, ketika Zhao Wei Lu akan melihat fotonya. Foto tersebut sudah terlihat hancur dan wujudnya tidak bisa dilihat oleh siapapun karena termakan usia. Ia pun mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dan melihat nama yang tertera di sana.


"Ini adalah dokumen milik Mu Chen Xiao? Mengapa dia bisa menyimpannya hingga selama ini? Mungkinkah sakit kepala yang dialami olehnya belakangan ini, karena Mu Chen Xiao yang menghilang dari ingatannya? Lalu dimana dia sekarang?"


Setelah ia mengakhiri kecurigaannya, Zhao Wei Lu segera pergi dari tempat tersebut menuju tempat Zhao Yuan berada saat ini dengan membawa secarik kertas yang ditemukannya tadi.


Ia mencoba mencari di ruangannya akan tetapi, Zhao Yuan sedang tidak berada di sana. Langkahnya pun kembali tertuju ke arah sungai Rongye namun, ia masih tidak bisa menemukannya.


"Gawat! Tempat ini sangat luas! Bagaimana jika Yan Gege benar-benar akan pergi dan membunuh Mu Chen Xiao dalam perjalanannya. Lalu, dimana Master Yuan itu berada? Yan Gege tidak mungkin mencelakainya juga!"


Tidak lama setelah ia terdiam di sungai Rongye, Chi Yu dan Xiong Yu muncul dari dalam permukaan air dengan wujud seekor ikan yang sedang menatap ke arah Zhao Wei Lu.


"Hei nak! Siapa yang kau cari?" Tanya Chi Yu saat ia sudah berada di atas permukaan.


Zhao Wei Lu tertegun dan langsung menatap ke arah Xiong Yu dan Chi Yu. "... Apakah kalian berdua melihat Yan Gege dan Master Yuan?" Tanyanya yang membuat mereka berdua berpikir.


"Hmm,... Kami tidak tahu. Kami bahkan tidak merasakan hawa kekuatan milik mereka." Jawab Xiong Yu sesaat kemudian.


"Memangnya ada apa? Mengapa kau tampaknya sangat memikirkan mereka berdua?" Tanya Chi Yu dengan penuh penasaran.


Zhao Wei Lu menatap serius ke arah keduanya dan menjawab sesaat kemudian, "Yan Gege akan membunuh Mu Chen Xiao!"


Xiong Yu dan Chi Yu tampak terdiam dengan wajah terkejutnya. "Ini benar-benar tidak bisa percaya! Mengapa Yan'er akan membunuh Mu Chen Xiao? Bukankah dia adalah muridnya sendiri?" Tanya Chi Yu yang masih sangat terkejut setelah mendengarnya.


"Setelah ingatannya tentang Mu Chen Xiao menghilang, dia sering mengeluh sakit kepala dan para tabib tidak bisa melakukan apapun untuknya." Jelas Zhao Wei Lu sesaat kemudian.

__ADS_1


"Kenapa kau mencariku?" Tanya seorang laki-laki berjanggut putih yang sedang berjalan di belakangnya dan orang itu adalah Zhao Yuan.


"Master Yuan?!" Seru Zhao Wei Lu yang tidak percaya akan bisa menemukannya di tempat seperti ini. Ia pun segera berlari menghampirinya dan bertanya kembali, "Apakah kau melihat Yan Gege disekitar sini?" Tanyanya yang membuat Zhao Yuan berpikir selama beberapa saat.


"Ya, kalau dipikir-pikir. Saat ini ia sedang pergi keluar. Dia bilang akan pergi ke kota Qianlu untuk membawa Mu Chen Xiao kembali ke sekte." Jawab Zhao Yuan sesaat kemudian.


Mendengar bahwa dugaannya ternyata benar, Zhao Wei Lu segera memasang ekspresi terkejut dan meremas secarik kertas yang telah diambil olehnya. Lalu, tidak berselang lama ia pun akhirnya meninggalkan tempat tersebut menuju suatu tempat.


Saat ia sampai di gerbang Utara Sekte, benar saja dengan apa yang dikatakan oleh Zhao Yuan. Kuda putih milik Zhao Bingyan telah hilang karena seseorang membawanya ke suatu tempat.


Tidak lama setelahnya, ia pun menghampiri seorang murid dan bertanya, "Apakah sebelumnya, Yan Gege pergi dari sini bersama kudanya?"


Salah satu murid tertegun dan menjawab sesaat kemudian, "Ya. Aku memang melihatnya pergi tapi, dia tidak mengatakan apapun ketika dia akan pergi."


Setelah ia mendengar jawaban tersebut, Zhao Wei Lu segera meninggalkan tempatnya dan pergi dengan menunggangi seekor kuda, menyusul perginya Zhao Bingyan yang sedang menuju ke kota Qianlu.


Sementara ini, di wilayah barat kota Xuanzhou saat Zhao Bingyan baru saja pergi dari sekte nya. Pandangannya sedang tertuju pada seorang laki-laki berjubah hitam yang sedang mencuri di sebuah rumah yang hanya dihuni oleh seorang wanita tua.


Wanita tua yang menghuni rumah kecil tersebut terbunuh oleh mereka sehingga para pencuri ini bisa bergerak leluasa apalagi hanya ada satu rumah yang terbangun di tempat tersebut.


"Serahkan kuda milikmu dan seluruh uang yang kau punya!" Bentak salah seorang pencuri yang sudah ada di hadapannya.


Zhao Bingyan terdiam dan tidak berekspresi saat menatap mereka. Saat ini keadaannya sangat bingung. Ia tidak tahu harus membunuh mereka atau tidak sebelum akhirnya ia melihat segumpal darah yang keluar dari dalam rumah seseorang.


”.....”


"Hei! Apa yang kau pikirkan?! Cepat serahkan kuda itu jika kau ingin tetap hidup!" Bentak salah satu pencuri.


Zhao Bingyan terdiam dan menundukkan kepalanya selama beberapa saat. "... Apa yang kalian inginkan dariku? Bukankah kalian memiliki masalah yang harus diselesaikan?" Ucap Zhao Bingyan dengan dingin dan pelan.


"Orang ini benar-benar tidak berguna! Bunuh saja dia!" Pinta salah satu dari pencuri yang mengundang perhatian para pencuri lainnya untuk segera membuka pedang mereka kembali.


Ketika para pencuri akan menyerangnya, Zhao Bingyan mengeluarkan pedangnya dan menebas satu persatu orang yang mencoba untuk membunuhnya.


Ketika pedangnya mengenai kulit dan daging mereka, orang-orang ini seketika membeku dan tubuhnya terpecah belah bersama dengan es yang membekukannya.

__ADS_1


Saat seluruhnya telah mati, satu orang berhasil terlepas darinya. Orang itu bergidik ngeri saat ia melihat kekuatan yang dimiliki oleh Zhao Bingyan untuk membunuh semua rekannya. Ia juga tidak percaya orang seperti Zhao Bingyan bisa berada di tempat terpencil seperti ini.


"T~ tolong! Jangan bunuh aku! Aku tidak akan melakukan kejahatan lagi!" Ucap laki-laki itu dengan kedua tangan dan kaki yang terlihat gemetar saat melihatnya.


"Kau menyuruh anak buahmu untuk membunuhku? Apakah kau pikir aku tidak akan merespon ancaman yang seperti itu?" Tanya Zhao Bingyan dengan dingin dan senyum seringai yang sangat jarang terlihat.


"T~ tuan! Maafkan aku! Tolong jangan bunuh aku!" Ucapnya sekali lagi setelah ia sadar bahwa ia bukanlah tandingan Zhao Bingyan yang sedang marah.


"Oh,... Sayang sekali! Aku tidak membutuhkan mulutnya mu itu. Mungkin sebaiknya aku lepas saja agar kau tidak bisa bicara lagi!"


Setelah Zhao Bingyan mengakhiri kalimatnya, pedangnya kembali bergerak dan merobek kedua sisi mulut laki-laki yang telah berlutut di depannya.


Menyadari bahwa mulutnya telah sobek sampai telinga, laki-laki itu hanya meringis kesakitan sambil memegangi mulutnya yang tidak henti mengeluarkan darah.


"Ada seseorang yang ingin aku temui dan aku tidak tahu apakah aku harus membunuhnya atau tidak." Gumam Zhao Bingyan saat ia mengangkat dagu laki-laki tersebut dengan kaki kanannya. "... Wajahmu terlihat sangat bagus jika terus terdiam seperti ini. Bagian mana lagi yang harus dihilangkan?" Ucap Zhao Bingyan yang kembali memunculkan pedangnya.


Laki-laki yang sedang berhadapan dengannya semakin bergidik ngeri dan tidak bisa melakukan apapun untuk melawannya.


Lalu, setelahnya Zhao Bingyan memegang daun telinga laki-laki tersebut dan melepaskannya sehingga membuatnya berteriak kesakitan.


"Apakah hanya segini saja?" Tanya Zhao Bingyan saat ia menancapkan pedangnya kembali di atas tanah.


Laki-laki itu terdiam dengan wajah yang terlihat ketakutan. Hawa kekuatan spiritual milik Zhao Bingyan begitu memojokkannya dan membuatnya tidak berdaya meskipun Zhao Bingyan tidak melakukan apa-apa padanya.


Tidak lama setelah Zhao Bingyan memperhatikannya, ia merasakan adanya hawa kekuatan spiritual yang lain dan kekuatan ini adalah milik Zhao Wei Lu yang sedang bergerak cepat mengejarnya.


Tidak ingin jika dirinya disuruh untuk kembali ke Sekte, Zhao Bingyan segera menebas leher laki-laki pencuri dan segera menaiki kuda tunggangannya menuju suatu tempat yang jauh dari Zhao Wei Lu yang sedang mengejarnya.


Tidak lama setelahnya, Zhao Wei Lu akhirnya muncul kembali dan ia pun terkejut karena langsung disuguhkan dengan pemandangan ratusan gumpalan daging yang menggenang dan menutupi jalannya. Bau anyir darah pun tidak terlepas dari pemandangan yang mengerikan ini.


"Dia pasti melakukan pembunuhan terhadap mereka! Lagi-lagi pedang es telah mempengaruhi dirinya!" Gumam Zhao Wei Lu saat ia menutupi hidung dan mulutnya dengan lengan.


Setelah ia memperhatikan gumpalan tersebut, Zhao Wei Lu memusatkan perhatiannya ke depan dan perlahan ia pun merasakan hawa kekuatan milik Zhao Bingyan meskipun jumlahnya sangat sedikit.


”Dia sama seperti 13 tahun lalu. Orang itu pasti tidak akan segan untuk mengambil nyawa orang lain. Sebaiknya cepat sebelum dia lepas kendali!”

__ADS_1


__ADS_2