Chaos System

Chaos System
Chapter. 121 - Keluarga Tunggal


__ADS_3

"Negara kami, Yong Fei meskipun mereka baru saja berdamai dengan Luoyang, kami sangat takut jika ada penghianat yang ada di luar sana. Jadi, kami berdiam di sini dan akan berjalan saat sore nanti." Jelas kakek tua berumur 92 tahun bernama Ban Wu.


"Kakek! Apakah kau tidak terlalu membuka keadaan di Yong Fei pada orang asing? Bisa saja salah satu dari mereka ada seorang pengkhianat yang akan memulai perang." Ucap A-Ling dengan ekspresi tidak sukanya pada seluruh pasukan Istana dan murid-murid Sekte.


”Kenapa orang ini begitu menjengkelkan?” batin Mu Chen Xiao saat ia melihat ekspresi wajah A-Ling yang ia tunjukkan pada semua orang di sana.


"Gege! Ada apa?" Tanya Yong Jun He pada Mu Chen Xiao saat ia sedang berhadapan dengan para pedagang dari negara Yong Fei.


Seluruh pedagang tersebut sangat terkejut setelah mereka melihat Yong Jun He yang saat ini sedang berdiri di sebelah Mu Chen Xiao bahkan A-Ling yang awalnya sangat berlawanan dengan mereka juga menunjukkan ekspresi yang sama.


"Bagaimana Pangeran Yong ada pada kalian?!" Tanya Ban Wu dengan panik sambil menunjuk ke arah Yong Jun He yang masih berada di sebelah Mu Chen Xiao.


"Ha? Memangnya kenapa? Dia baru saja kembali dari Istana Zhang menuju Istana Yong Fei." Jawab Mu Chen Xiao yang menatap heran pada seluruh pedagang di hadapannya.


"Gege! Siapa mereka?" Tanya Yong Jun He saat ia sedang bersembunyi di belakang punggung Mu Chen Xiao.


Mu Chen Xiao menoleh ke arah Yong Jun He di belakangnya dan menjawab, "Mereka hanya pedagang biasa. Yang Mulia jangan khawatirkan itu."


"Sekarang sudah jelas. Kami tidak bermaksud apapun untuk mencelakai kalian. Kami hanya beristirahat sebentar dan akan pergi sebentar lagi." Ucap Zhao Bingyan yang memisahkan keributan mereka semua.


"Kalau begitu, baiklah. Kami bisa berbagi tempat dengan kalian." Ucap Ban Wu yang memecahkan keheningan di tempat tersebut.


Tidak lama setelahnya, dua kelompok ini akhirnya terdiam dan memikirkan keadaan mereka masing-masing. Mu Chen Xiao yang saat ini sedang duduk di atas sebuah batu, terus dipandangi oleh A-Ling yang tampaknya sangat tidak menyukainya. Apalagi, Yong Jun He terus berada di sebelahnya. Hal itu pastilah sangat dibenci olehnya karena Yong Jun He adalah calon rajanya.


Mu Chen Xiao terdiam dan mengabaikan A-Ling yang terus saja menatapnya. Ia termenung sejenak sebelum akhirnya, Ban Wu mendatanginya dan memberikannya sebotol air mineral yang disimpan olehnya semenjak memulai perjalanan.


"Ambillah ini nak! Kau tampaknya sangat kelelahan." Ucap Ban Wu yang berhasil mengundang perhatian Mu Chen Xiao untuk langsung menatapnya.


Mu Chen Xiao awalnya ragu untuk menerimanya namun, pada akhirnya ia tidak bisa menolak kebaikan seseorang padanya. "... Terima kasih, kakek." Ucap Mu Chen Xiao saat ia menerima botol tersebut.


"Anak muda, siapa namamu?" Tanya Ban Wu setelah ia melihat Mu Chen Xiao meminum airnya.

__ADS_1


"Namaku?" Mu Chen Xiao tertegun saat Ban Wu bertanya tentang namanya. Ia pun akhirnya menjawab sesaat kemudian, "Chen Xiao dengan nama panjang Mu Chen Xiao." Ucapnya yang tampaknya sangat ragu untuk menyebutkan namanya sendiri.


"Chen Xiao ya? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu." Ucap Ban Wu sambil memikirkan nama tersebut. "... Mungkinkah kau adalah anak dari Qian Yue?" Tanyanya yang membuat Zhao Bingyan dan Shang Ren sangat terkejut setelah mendengarnya.


Rupanya kedua orang ini telah merahasiakan sesuatu yang belum diketahui oleh Mu Chen Xiao. Mereka berdua merahasiakannya dengan alasan yang sama. Yaitu, agar Mu Chen Xiao tidak mencari tahu tentang keberadaan keluarganya yang telah mati 13 tahun lalu.


"Siapa wanita itu? Mengapa kakek langsung menyimpulkan bahwa aku adalah anak dari wanita yang kau sebut tadi?" Tanya Mu Chen Xiao yang kebingungan setelah Ban Wu menyebut Qian Yue dalam kalimatnya.


Ban Wu tertegun dan bertanya kembali, "Kau sungguh tidak mengetahuinya? Apakah tidak ada seorangpun yang memberitahukanmu tentang Qian Yue? Dia itu ibumu! Peramu wanita yang menikah dengan pemimpin keluarga Mu dan memiliki seorang anak laki-laki yang dinamai Chen Xiao."


Mu Chen Xiao menatap bingung ke arah Ban Wu. Selama ini, ia hanya tahu jika Ayahnya adalah Mu Chou Ran dan ia belum mengetahui siapa Ibunya saat ini. Ia merasa kalau sistem ini pernah memberitahukan semuanya termasuk siapa Ibunya saat itu. Akan tetapi, sistem ini mereset semua ingatannya dan ia pun kembali ke dalam plot kehidupan yang seharusnya dijalani olehnya.


"Dia adalah peramu wanita yang sangat baik dan selalu membantu kami. Akan tetapi, setelah pernikahannya dengan Mu Chou Ran, dirinya menjadi seseorang yang sangat ditakuti oleh semua orang meskipun ia sudah banyak berbuat baik." Jelas Ban Wu dengan sedih setelah mengingat semua hal itu. "... Lagipula kau sama sekali tidak bisa menyangkalnya. Karena saat itu, akulah yang menjadi saksi kelahiran mu. Kau adalah anak laki-laki dari Qian Yue yang hilang 13 tahun lalu."


Mu Chen Xiao termenung, memikirkan segala hal yang baru saja dikatakan oleh Ban Wu padanya.


"Kami sudah mendengar semua ceritamu kakek tua!" Celetuk Shang Ren saat ia menarik tangan Mu Chen Xiao menjauh dari Ban Wu. "... Lagipula, aku sangat yakin kalau Mu Chen Xiao tidak merindukan keluarganya sama sekali."


"...."


Mendengar celetukan dari Mu Chen Xiao, ekspresi Zhao Bingyan seketika bersalah karena ia akhirnya ingat bahwa dialah yang telah membunuh ibu dari Mu Chen Xiao. Ia selalu menyesal akan hal itu dan akhirnya ia melupakannya sampai pada hari ini, ingatan itu kembali dan membuat Zhao Bingyan merasa menyesal seumur hidup.


"Kakek! Bisa ceritakan padaku bagaimana wajah ibuku saat itu?" Tanya Mu Chen Xiao dengan penasaran.


Ban Wu berpikir sebelum menjawab, "Dia wanita yang cantik dan baik hati. Wajahnya selalu tersenyum lembut dan selalu menghangatkan semua orang yang melihatnya."


Mu Chen Xiao tersenyum senang dan berkata kembali, "Benarkah ibuku seperti itu?"


"Ya. Qian Yue memiliki wajah yang mirip sekali denganmu." Ucap Ban Wu sekali lagi.


"Huh! Apakah sampai sesenang itu kau mengetahui tentang ibumu? Memangnya tidak ada yang memberitahukanmu tentangnya?" Tanya A-Ling yang tampaknya masih tidak senang dengannya.

__ADS_1


Mu Chen Xiao yang mendengarnya tidak berekspresi saat menatap ke arahnya. "... Memangnya kenapa? Apakah aku salah jika ingin mengetahuinya?" Tanya Mu Chen Xiao dengan nada menantang.


"Kau sedang menantang ku untuk bertarung?" Celetuk A-Ling saat sedang menatapnya dengan dingin.


Mu Chen Xiao menyeringai dan menjawab, "Jika kau tidak keberatan."


"Tunggu! A-Ling! Kau jangan memulai masalah di sini." Ucap Ban Wu saat mencoba memisahkan mereka berdua.


Dari belakang, Shang Ren tiba-tiba saja menepuk pundak Mu Chen Xiao sehingga hal itu membuatnya langsung menoleh ke arahnya.


"Apa kau,... Benar-benar merindukan keluarga tunggal mu?" Tanya Shang Ren dengan ekspresi terkejut dan tidak percaya dengan ucapan yang ia keluarkan sebelumnya.


"Hmm? Memangnya ada apa dengan itu? Apakah Guru besar Shang Ren juga mempermasalahkannya?" Tanya balik Mu Chen Xiao setelah ia dibuat kesal oleh A-Ling.


Shang Ren terkejut dan ia pun menurunkan tangannya kembali. "... Maaf. Aku hanya bertanya saja." Ucapnya sambil berjalan menjauhi Mu Chen Xiao.


”Haah? Aku baru tahu jika Shang Ren bisa meminta maaf semudah itu.” batin Mu Chen Xiao yang menatap heran ke arahnya.


Ketika suasana telah kembali seperti semula, tiba-tiba saja beberapa pedagang yang berada di barisan belakang panik dan langsung menjauhi sebuah benda yang sedang mendekati mereka.


"Menjauh! Itu,... Adalah laba-laba Youdu!" Ucap salah satu pedagang dengan panik.


Begitu suara pedagang itu terdengar, semua orang berkumpul di tengah-tengah bersama dengan pasukan lainnya yang juga dikejutkan dengan kumpulan laba-laba Youdu yang sedang mengepung mereka semua.


"Semuanya tenang! Jangan panik!" Ucap Zhao Bingyan yang mencoba untuk menenangkan semua pedagang yang tampaknya sangat ketakutan saat melihat serangga besar ini.


Di saat mereka telah terkepung, Zhao Bingyan memunculkan pedangnya kembali dan membekukan seluruh laba-laba Youdu hanya dengan satu kali tebasan.


Ketika sebuah jalan telah terlihat, mereka pun segera berlari menuju jalan keluar dengan disusul para pasukan Istana Zhang yang berada di belakang mereka.


Setelah seluruh orang keluar dari gua tersebut, Zhao Bingyan berhasil melindungi semua orang yang ada di sana tanpa ada yang terluka sedikitpun. Namun, ketika seluruhnya telah berhasil keluar, terdapat puluhan pasukan bayangan yang sekarang ini sedang mengepung mereka semua.

__ADS_1


"Serahkan Pangeran Yong jika kalian ingin hidup!" Ucap seorang pemimpin dengan jubah hitam yang berkibar di belakang punggungnya.


”Kami baru saja selamat dari serangan laba-laba Youdu dan kami sudah diserang oleh puluhan pasukan bayangan yang asalnya belum diketahui?!” batin Mu Chen Xiao saat melihat para pasukan bayangan telah mengepung mereka.


__ADS_2