
Kediaman Zhao Bingyan.
"Bagaimana kamu bisa mendapatkan benda seperti ini dan bagaimana bisa Lu'er mendadak demam setelah pulang mencarimu?” tanya Zhao Bingyan yang duduk di atas kursinya yang berbentuk seperti singgasana raja dan di hadapannya, sudah ada Mu Chen Xiao dengan raut wajah kebingungannya sambil terduduk di hadapan Zhao Bingyan.
”Aku tidak bisa mengatakan kalau sebelumnya aku membeli pil itu untuk pergi ke rumah para gadis dan mabuk-mabukan di sana. Dia pasti akan langsung memarahiku dan menyuruhku untuk membaca selusin buku lagi!” batin Mu Chen Xiao sambil membayangkan nasibnya setelah ini terjadi.
"Kamu masih tidak ingin menjawab? Apakah harus aku yang memaksamu?" Tanya Zhao Bingyan kembali dengan nada membunuh.
"Ah— begini. Guru besar pasti tidak akan percaya kalau aku menggunakan pil itu untuk menyelamatkan seekor anak anjing dari atas pohon. Karena pohon itu terlalu besar dan tubuhku terlalu kecil jadi, aku menggunakan pil itu untuk memanjat pohon dan menyelamatkan anak anjing tadi." Jelas Mu Chen Xiao dengan sangat yakin namun wajahnya tampak ketakutan ketika menjelaskannya.
"Bagaimana bisa seekor anak anjing berada di atas pohon? Mereka bisa saja turun dengan melompat ke bawah. Apa susahnya menyuruh anjing itu untuk turun?" Tanya Zhao Bingyan dengan nada tegas sambil menyimpan pil perubah wujud di balik pakaiannya.
”Sudah kuduga dia tidak akan percaya!” batin Mu Chen Xiao sambil mencoba untuk mencari alasan yang lebih logis lagi.
Dan tidak lama kemudian, ia pun kembali berkata, "Guru besar Zhao tidak mengerti! Bagaimana bisa seekor anak anjing yang baru lahir, melompat dari atas pohon yang tingginya hampir seukuran gerbang istana?"
Zhao Bingyan tidak ingin kalah dan tetap bertanya, "Memangnya ada, seekor induk anjing yang melahirkan anaknya di atas pohon? Kamu sedang menyamakan kedudukan anjing dengan burung, ya?"
Mu Chen Xiao yang awalnya menunduk karena berusaha untuk mencari alasan, tiba-tiba ia mengangkat kepalanya kembali sambil membuat sebuah tangisan palsu agar Zhao Bingyan bisa percaya padanya.
"Guru besar Zhao! Aku tidak ingin dihukum untuk membaca buku lagi. Percayalah padaku. Tadi itu, ada anak anjing yang tersangkut di dahan pohon." Ucapnya dengan nada memelas meminta untuk dikasihani.
Zhao Bingyan menyeringai dan bertanya, "Benarkah?" Sebelum akhirnya suara gonggongan anjing terdengar dari luar ruangan dan berhasil mengejutkan Mu Chen Xiao yang saat itu sedang duduk di lantai, berhadapan dengan Zhao Bingyan.
”Cih! Gawat! Zhao Bingyan pasti sengaja mengincar kelemahan ku!” batin Mu Chen Xiao perlahan sambil menoleh ke belakang dengan raut wajah yang terlihat ketakutan dengan apa yang ada di belakangnya saat ini.
__ADS_1
Lalu, ketika kedua matanya sudah melihat ke belakang dengan sepenuhnya. Ia sangat terkejut ketika melihat bola bulu, seekor anjing besar yang memiliki bulu seputih salju dengan lidah yang menjulur ke luar. Keluarga Zhao ternyata memelihara benda seperti ini…
”Mamp— lah aku,... Ha-ha-ha.” batin Mu Chen Xiao sambil menahan wajah tersenyumnya meskipun sebenarnya ia sangat ketakutan ketika melihat anjing putih ini berada di belakangnya.
"Xiao'er! Kamu pasti belum bertemu dengannya. Kenalkan, dia adalah Magical Beats milik keluarga Zhao namanya adalah Baixue." Ucap Zhao Bingyan dengan riang gembira begitu ia mengetahui kelemahan Mu Chen Xiao yang takut terhadap anjing.
Mu Chen Xiao menoleh kembali ke arah Zhao Bingyan dan berkata dengan senyum paksanya, "A-ha-ha-ha, iya Guru besar. Baixue terlihat imut sekali."
Zhao Bingyan tersenyum raja dan kemudian ia kembali berkata, "Baixue, kenapa kamu tidak menjabat tangannya?"
Begitu ia mendengar ancaman, Mu Chen Xiao langsung mengambil langkah waspada dengan bergeser menjauhi Baixue sedikit demi sedikit sebelum akhirnya, Baixue mengangkat salah satu kakinya!
"ARRGGHHHH?!!!"
”Mengapa bisa ada anjing di sini?! Pawang hewan atau apalah itu! Tangkap anjing liar ini!” batin Mu Chen Xiao yang gemetar ketakutan sambil terus memegangi sandaran kursi milik Zhao Bingyan.
Magical Beats anjing milik keluarga Zhao memang terkenal dengan kepintarannya. Baixue pun langsung terlihat sedih begitu ia melihat Mu Chen Xiao yang terburu-buru menjauhinya. Kedua daun telinganya pun menunduk dan Baixue pun akhirnya pergi meninggalkan ruangan.
"Aduh duh,... Kamu membuatnya sedih dan langsung pergi. Padahal aku ingin bermain-main dengannya." Ucap Zhao Bingyan sambil mencoba untuk melihat ke arah Mu Chen Xiao yang ada di balik kursi sandarannya.
”Dia pasti sengaja melakukannya! Dia tahu kalau aku ini berbohong. Haruskah aku mengatakan hal yang sebenarnya?” batin Mu Chen Xiao kembali.
"Kau bilang tadi, kamu menyelamatkan seekor anak anjing yang tersangkut di atas pohon?" Tanya Zhao Bingyan kembali dengan nada mencibir dan mencoba untuk melirik ke arahnya.
"Guru besar jangan melihatku!” ucap Mu Chen Xiao secara tiba-tiba dan membuat Zhao Bingyan seketika terdiam. "Sebenarnya aku takut dengan anjing bukan tanpa alasan. Aku pernah satu kali digigit oleh anjing liar. Dan akibatnya, selama seminggu aku mengalami demam tinggi hingga tidak bisa bangkit dari tempat tidur."
__ADS_1
"Sudah tahu anjing liar, kenapa masih di dekati?"
"Aku tidak pernah mendekatinya. Tiba-tiba saja dia menghampiriku dan langsung menggigit kakiku padahal aku tidak tahu apapun."
Zhao Bingyan sedikit tertawa kemudian ia melihat ke atas dan berkata, "Bagaimana ya? Baixue adalah anjing betina. Jika ia sudah berbuah dan akan melahirkan, apakah aku harus menyuruhnya untuk melahirkan di atas pohon agar Xiao'er tidak ketakutan?" Ucapnya dengan nada bercanda.
”Tol— kau Zhao Bingyan!” batin Mu Chen Xiao yang menahan kesalnya pada Zhao Bingyan yang terus saja menyindir dirinya.
[[ Kesenangan Karakter Utama ]]
[[ Sistem memberikan poin B + 1000 ]]
[[ Sisa poin akhir +1700 ]]
”Jadi, dia akan senang ketika melihatku sengsara? Pantas saja ia menyiksa Mu Chen Xiao dengan sepenuh hati.” batin Mu Chen Xiao yang menatap heran padanya.
Zhao Bingyan berhenti tertawa dan kemudian ia beranjak dari kursinya dengan tangan kiri yang ia letakkan di belakang punggungnya. "Kalau begitu, kamu tidak akan membutuhkan pil ini di tempat pelatihan nanti."
Mu Chen Xiao mendadak bersemangat dan berkata, "Hah? Tempat pelatihan? Apakah aku sudah boleh berlatih pedang?”
"Bukan berlatih pedang tapi, membangun titik awal Kultivasi mu kembali setelah aliran spiritual mu meledak beberapa hari yang lalu."
”Eh? Shang Ren sia— itu! Lagi-lagi dia membuatku sengsara! Untuk apa dia meletakkan segel api Liu dalam diriku?” batin Mu Chen Xiao yang merasa percuma dengan pelatihannya selama ini.
"Besok datanglah kemari. Aku akan melatihmu di sini. Akan tetapi, jika Yang Mulia memberikanku tugas penting, aku terpaksa melatihmu diluar perguruan besok."
__ADS_1