Chaos System

Chaos System
Chapter. 22 - Pil Elemen Manusia


__ADS_3

"Xiao'er! Sebelum aku memasuki intinya, bisakah kamu memberitahukan diriku mengapa kamu bisa mengetahui cara untuk mengobati racun ular Gu Zhu?"


Mu Chen Xiao tidak langsung menjawab dan terdiam untuk beberapa saat. Dia mungkin akan menduga Zhao Bingyan telah mengetahui kalau Ayahnya adalah seorang tirani yang kejam dan tidak manusiawi. Harus mencari alasan lain untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya.


"Aku pernah melihat seseorang dengan kondisi yang sama seperti Guru besar. Saat itu ada seorang tabib yang membandingkan keadaannya kalau, dia seperti air keruh yang penuh dengan kotoran. Dan jika itu tidak diganti dengan air bersih maka, air itu akan semakin keruh dan berbau."


Selepas dia bercerita panjang lebar, Mu Chen Xiao malah memperparah keadaan dengan membanding-bandingkan Zhao Bingyan dengan air keruh dan bau. Wajahnya menjadi suram dan tidak bertenaga. Sepertinya, dia sakit hati ketika mendengar Mu Chen Xiao mengatakan alasan yang tidak jelas sumbernya.


'Mamp—! Habislah nyawaku. Sebentar lagi, aku akan kehilangan kepalaku dan hidup sebagai hantu tanpa kepala!'


"Baiklah, aku mengerti."


"Eh? Mengerti apa?" Batin Mu Chen Xiao yang menatap bingung ke arahnya.


Sambil mengambil sesuatu yang ada di balik pakaiannya, Zhao Bingyan berkata, "Bukalah mulutmu."


Mu Chen Xiao tidak mengerti apa yang Zhao Bingyan maksudkan dan dia hanya bisa mengikutinya karena dia tidak ingin Zhao Bingyan membunuhnya lebih awal. Namun, bisa saja dia memberikan racun berbentuk pil Mu Chen Xiao agar dia lebih cepat mati.


'Sama saja! Jika aku menolak maupun menerimanya, aku juga akan mati!'


Sambil memejamkan matanya dan terus membuka mulutnya sedikit, Mu Chen Xiao membayangkan racun apa yang akan digunakan oleh Zhao Bingyan untuk membunuhnya. Dia terus berpikir demikian sampai akhirnya, sebuah pil berukuran kecil masuk ke dalam mulutnya dan langsung ditelan olehnya tanpa harus merasakan bagaimana rasanya ketika pil tersebut masuk ke dalam tenggorokannya.


Begitu pil tersebut masuk ke dalam tenggorokannya, seketika Mu Chen Xiao terbatuk dan nyaris saja mengeluarkan kembali pil yang ada di dalam tenggorokannya sebelum akhirnya, Zhao Bingyan memberikan minum untuknya.


'Obat apa yang dia berikan padaku?! Pahit sekali!'


Melihatnya masih terbatuk pelan, membuat, Zhao Bingyan menunjukkan ekspresi khawatirnya sambil menepuk-nepuk punggung Mu Chen Xiao yang tersedak obat.

__ADS_1


'Sangat tidak masuk akal! Aku tersedak di bagian tenggorokan! Bukan bagian punggung!'


"Xiao'er? Kamu baik-baik saja?" Tanya Zhao Bingyan dengan khawatir padanya.


Mu Chen Xiao berhenti terbatuk dan membuka matanya kembali. Sekilas dia merasakan tubuhnya lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada lagi rasa pusing di kepalanya dan wajahnya sudah tidak lagi terlihat pucat.


Sebenarnya apa yang Zhao Bingyan berikan padaku? Mungkinkah, itu adalah pil penambah energi yang kemarin aku pesan dari kelima tabib kemarin?


"Guru besar! Obat yang Guru berikan padaku, apakah itu,..."


"Jika kamu mengira ini adalah pil penambah darah atau energi, sepertinya kamu salah. Aku mendapatkannya dari seorang peramu wanita. Dia memberikanku delapan tahun lalu. Itu adalah pil elemen manusia tingkat Langit."


'Jika tidak salah, Ibu dari Mu Chen Xiao adalah satu-satunya wanita yang bisa meracik segala macam obat bahkan untuk obat tersulit sekalipun. Mungkinkah, Zhao Bingyan pernah bertemu dengan ibuku? Hmm,... Sepertinya ini bagus untuk menunda hari kematian ku dan menjadi alasan yang bagus.' batin Mu Chen Xiao sambil menyeringai diam-diam.


Pil elemen manusia tingkat langit adalah pil yang mampu meningkatkan kemampuan seseorang secara instan. Jika seseorang yang berada di tingkat Young Master level satu meneguk pil ini, dia akan langsung berada di level sembilan Young Master. Selain itu, harganya juga sebanding dengan sebuah pulau besar yang dihuni oleh hewan-hewan buas.


'Bukankah ini sama saja dengan menjaga harta untuk seseorang yang telah berhutang nyawa padamu?' Batin Mu Chen Xiao


"Sayang sekali, aku tidak bisa. Itu akan sangat berbahaya jika aku tetap menelannya."


Mu Chen Xiao menatap bingung dan bertanya, "Memangnya apa yang akan terjadi? Bukankah itu artinya Guru besar akan menembus level sembilan dunia bawah?"


"Bukan level sembilan dunia bawah akan tetapi, aku akan menjadi salah satu keempat raja Xingyue."


'Nama aneh macam apa yang aku dengar lagi ini?' batin Mu Chen Xiao yang kebingungan saat mendengarnya.


"Keempat raja Xingyue adalah orang-orang terpilih yang kemampuannya melebihi seorang Grandmaster level sembilan. Mereka adalah pemimpin yang merajai masing-masing empat wilayah dua ratus tahun lalu sebelum peraturan dinasti dilakukan. Keempat raja Xingyue, melakukan perang dengan ratusan ribu Kultivator yang berada di tingkat dan level yang berbeda-beda. Pada akhirnya, keempat raja Xingyue mati dan peraturan dinasti pun dilakukan. Orang yang menduduki singgasana untuk pertama kalinya adalah seseorang yang berasal dari keluarga Yan."

__ADS_1


"Hoh? Raja Yan telah berkuasa sejak dua ratus tahun lalu? Apakah tahun tahun itu tidak cukup bagi mereka untuk terus berkuasa dan tetap berencana untuk memperebutkan takhta kerajaan?"


Zhao Bingyan menghentakkan jarinya pada dahi Mu Chen Xiao dan berkata, "Berapa banyak buku yang kau baca kemarin? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk terus membacanya?"


"Aduh! Sakit!"


Mu Chen Xiao mengusap-usap dahinya yang tampak memerah dan tanpa sengaja, hal itu membuat dahinya sangat terlihat.


Zhao Bingyan cukup terkejut ketika dia melihat sebuah segel api Liu yang terpasang pada dahinya dan membuatnya menghentikan Mu Chen Xiao yang terus mengusap-usap dahinya.


Mu Chen Xiao menatap bingung ke arahnya dan bertanya, "Ada apa Guru? Mengapa wajah guru terlihat khawatir?"


Zhao Bingyan menatap dahinya dan bertanya, "Apa yang ada di dahimu ini?"


Mu Chen Xiao tertegun dan langsung mengambil sebuah cermin perunggu yang ada di bawah bantalnya. Ternyata benar! Segel ini, masih tertanam di dahinya. Aku pikir, ini akan hilang selama beberapa hari. Ternyata ini permanen.


"Eh? Hmm,... Bagaimana mengatakannya ya? Aku juga tidak tahu mengapa ada segel di dahiku ini." Ucap Mu Chen Xiao dengan canggung dan mencoba untuk menutup-nutupi kebenaran.


Zhao Bingyan tidak berhenti menatap ke arahnya dan berkata kembali, "Apakah Guru besar Yin Lang yang memberikannya padamu ketika pertarungan kemarin?"


Mu Chen Xiao tidak menjawab dan hanya mengangguk padanya.


Seketika, pikiran Zhao Bingyan menjadi berantakan entah kemana dan bingung untuk mengatakan apalagi padanya. Kalau begitu percuma saja aku memberikannya pil elemen manusia tingkat langit jika pada akhirnya, Guru besar Yin Lang akan mengambilnya. Aku harus berpikir untuk terus melindunginya dan menjauhkannya dari orang-orang Sekte Yin Lang. Akan tetapi, jika aku membiarkannya tumbuh menjadi orang lemah, dia mungkin hanya akan menjadi pelayan di sini dan menjadi salah satu orang yang paling tidak berguna. Itupun jika dia bisa menerimanya. Namun sepertinya, dia tidak bisa menerimanya dan akan tetap mengikuti mimpinya.


"Suatu hari, jika kau bertemu kembali dengan Guru besar Yin Lang, sebaiknya kamu abaikan saja dia akan menjauhlah darinya."


'Apakah Zhao Bingyan juga mengetahui tentang segel api Liu?' batin Mu Chen Xiao yang menatap heran padanya.

__ADS_1


"Memangnya apa yang akan terjadi padaku jika masih tetap bertemu dengan Guru besar Yin Lang?"


Zhao Bingyan tiba-tiba terbatuk pelan dan berkata, "Kamu masih tinggal di wilayah kediamanku. Sebaiknya, jangan cari alasan untuk membantahnya. Pergilah! Aku ingin beristirahat sejenak."


__ADS_2