
Setelah berapa lama termenung, Edward segera angkat bicara.
"Besok jalankan rencana kita, dan ingat, itu semua harus berhasil, Om tidak ingin gagal lagi seperti kemarin-kemarin.. " ucap Edward tegas.
"baik Om, ku pastikan rencana kita berhasil, bahkan nanti aku sendiri yang akan turun tangan.. " ucap Ricki tak kalah tegas, dengan senyuman jahat nya.
"Om percaya padamu. " ucap Edward dingin.
"Makasih Om" ucap Ricki tersenyum licik.
"kau tau Rick, Om dulu sangat mencintai Tante mu, namun ketidak jujuran Tante mu, semua nya berakhir. " ucap Edward menghela nafas berat.
"bahkan om, rela pergi jauh dari sisi tante mu, Karna Om berharap dia akan bahagia dengan pilihan nya, namun Om salah, ternyata Tante mu menderita. " ucap Edward sendu.
"terus bagaimana Om tau, kalau Tante menderita? " tanya Ricki pemasaran, Karna ia tak tau cerita sebenar nya, ia hanya tau dari ayah nya dan juga nenek nya.
"ada seseorang yang memberitahu Om tentang semua itu, bahkan orang itu pun memberikan bukti nya" ucap edward.
Mendengar itu Ricki, merasa harus mempercayai nya, Karna bukan hanya ayah dan nenek nya saja yang memberitahu nya, bahkan sekarang Om nya pun bicara begitu.
Sedangkan di di sebuah hotel, seorang lelaki paru baya, terlihat memasuki sebuah kamar mewah, di hotel tersebut.
Lelaki itu, segera membaringkan tubuh nya di kasur yang terletak di tengah-tengah kamar.
..
"nyaman nya"gumam nya pelan.
....
__ADS_1
Sedangkan di perusahaan Arion, ia sedang termenung di kursi kerja nya, bahkan ia tak menyadari Rey memasuki ruangan nya.
Melihat itu Rey hanya menghela nafas berat, entah kenapa ia begitu khawatir pada sahabat nya ini, apalagi setelah mendengar cerita sahabat nya.
" Ar"panggil Rey yang ketiga kali nya.
"ya" jawab Arion.
"sudahlah jangan di pikiran, semua nya akan baik-baik saja, apa lagi besok adalah hari bahagia untuk mu" ucap Rey berusaha menenangkan Arion, yang sedari pagi tadi hanya melamun, bahkan pekerjaan nya tak tersentuh.
"hm" sahut Arion.
"Baiklah, sekarang kita pulang, apa kau tidak Rindu dengan isteri mu itu" ucap Rey, sambil menggoda Arion.
Mendengar kata istri, ia segera bangkit dari duduk nya, dan menyambar jas nya.
"ayo" anak Arion.
Tak berapa lama, mereka sudah sampai di Mansion, terlihat beberapa pelayan terlihat sibuk.
"dimana istriku? " tanya Arion pada salah satu pelayan di sana.
"di atas tuan" jawab pelayan itu, bergegas ia berlari ke arah tangga, dengan tak sabar nya ia membuka pintu dengan kasar.
Brak
"sayang" panggil Arion, namun tak ada sahutan, namun ia mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi,"mungkin sedang mandi"batin nya.
Entah kenapa ia begitu merindukan istri nya padahal beberapa jam yang lalu ia habis video Call dengan istri nya itu.
__ADS_1
Tak berapa lama, terdengar suara pintu di buka.
Ceklek
Mendengar suara pintu di buka, Arion melihat ke arah suara, seketika ia menelan saliva nya kasar.
Bagaimana tidak, ia melihat istri nya hanya di balut handuk setengah paha, membuat nya semakin Sexy dengan perut buncit nya.
Sedangkan Milka, hanya cuek mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil, tanpa menyadari keberadaan suami nya.
..
Grep
Arion memeluk Milka dari belakang, membuat Milka terkejut, bahkan ia hampir menyikut perut Arion.
"ya ampun sayang, kau membuat ku kaget saja" ucap Milka sambil membalikkan badan nya menghadap Arion.
"aku merindukan mu" ucap Arion dengan suara serak nya.
"aku juga" ucap Milka dengan pipi merona.
Cup
Arion mengecup bibir Milka pelan, Karna tak ada penolakan, ia kembali mengecup nya, namun tak ada penolakan, ia semakin gencar memainkan bibir Milka dangan bibir nya.
"aku mencintai mu" ucap Arion terdengar Lirih, namun belum mendengar jawaban Milka, ia sudah kembali ******* bibir Milka dengan penuh nafsu, namun masih lembut.
"aaakkh" des*h Milka terdengar merdu di telinga Arion.
__ADS_1
Dan sore itu pun, terjadi penyatuan yang mengghairahkan bagi mereka.