
Rey terkejut mendengar perkataan Milka,bahkan ia sampai melongo mendengar nya.
"kau kejam sekali"ucap Rey dengan menampilkan wajah sedih.
"habis nya di tanya serius,tapi jawab nya cuek,dasar menyebalkan"gerutu Milka kesal.
Mendengar itu Rey menghembuskan nafas nya pelan.
"hmm,baiklah,nona cantik apa yang harus aku lakukan?"tanya Rey dengan senyum terpaksa nya.
"benarkah?"tanya Milka senang bukan kepalang.
'ya ampun,apa yang ku katakan,kenapa aku bisa bicara seperti itu,,,,ya Tuhan semoga saja bukan permintaan yang aneh-aneh."batin Rey menggerutu pada diri nya sendiri.
"i,,,iya"ucap Rey dengan perasaan yang sudah dag dig dug tak karuan.
"aku ingin kak Rey,menjemput Lina sahabat ku"ucap Milka senang,bahkan Rey yang mendengar nya pun meresa bahagia.
"Lina?"beo Rey.
"iya,Lina asisten ku di kantor,dan ingat kak,jangan lama,jangan di bawa kemana-mana dulu,langsung bawa ke sini,kalau tidak,kau akan tau akibat nya"ucap Milka dengan nada mengancam,jangan lupakan tatapan dingin nya,membuat Rey bergidik.
"ba,,,baiklah"ucap Rey lesu,padahal tadi nya ia akan membawa Lina jalan-jalan dulu.
"ya sudah,pergi sana,aku sudah bosan melihat kak Rey"cetus Milka cuek,tanpa rasa bersalah.
Rey mendengar itu hanya bisa mengelus dada nya.sambil menggerutu tak jelas.
Sekarang di ruang tamu itu,terjadi keheningan,karna Milka mau pun paman Dimas hanya diam dengan pikiran nya masing-masing.
10 menit kemudian,Arion datang membawa pesanan istri nya,ia meletak kan nya di hadapan Milka.
__ADS_1
Berbarengan dengan itu,Digo muncul dari arah pintu.
Milka mendengar orang masuk mengangkat kepala nya.
"kau sudah datang?,,,cepat sini duduk di sebelahku"ucap Milka dengan tegas,tanpa melihat bahwa wajah Arion sudah masam,ketika Digo datang.
Tak menunggu lama,Digo segera duduk di sebelah Milka,namun melihat tatapan Arion,membuat Digo segera pindah dari tempat duduk nya,ke sebelah Dimas.
Milka melihat itu cemberut,ia melihat ke arah Arion yang tersenyum sinis.
"aku tidak mau melihat mu"ketus Milka pada Arion.
Seketika senyum sinis nya berubah menjadi tatpan memelas.
"sayang"panggil Arion dengan nada merajuk.
Namun Milka diam saja tidak melihat tak melihat walau sedikit saja.
Tiba-tiba saja suara seseorang mengaget kan semua nya.
"pak Kus,,bawa kan aku jus melon ke sini"teriak Fika membuat semua orang yang ada di situ melihat ke arah nya.
"baik nona"jawab pak Kus sopan.
Fika yang belum menyadari banyak orang di sana hanya berjalan cuek,dengan muka bantal nya,jangan lupa kan rambut acak-acakan nya.
"kakak ipar,kenapa kau tidak membangun kan ku"ucap Fika manja sambil bersandar di pundak Milka.
"hey,kau bocak tengik,menjauh dari istri ku"ucap Arion ketus pada Fika.
"ish,kakak ini ke..."ucapan nya terpotong karna ia baru menyadari kalau di sana ada 2 orang yang menatap nya dengan tatapan berbeda-beda.
__ADS_1
Dimas menatap nya dengan tatapan tak percaya sambil menggelengkan kepala nya,sedangkan Digo menatap nya dengan tatapan gemas,namun ia dengan segera menampilkan tatapan datar nya seperti biasa.
Sedangkan Milka,hanya menggelengkan kepala nya,karna sudah biasa melihat penampakan itu,sedangkan Arion hanya berdecak sebal.
"ya ampun,kenapa ia imut sekali,dan kenapa ini jantung ku berdetak cepat begini."batin Digo dengan terus menatap Fika dengan tatapan datar.
Sedangkan Fika malu bukan main,apa lagi di sana ada pria yang selalu mengganggu pikiran nya setiap waktu.
Fika hanya nyengir malu,dan wajah nya di sembunyikan di pundak kakak ipar nya Milka.
"kenapa kau tidak memberitau ku kalau sedang ada tamu"bisik Fika di telinga Milka.
"kau tidak bertanya"ucap Milka cuek membuat Fika mendengus sebal.
"nona ini jus nya"ucap pak Kus ramah.
"terima kasih pak Kus"ucap Fika dengan senyum manis nya.
"sama-sama nona"ucap pak Kus kembali.
Tak berapa lama mereka sedang berbincang,datanglah pasangan yang baru menjalin cinta.
"yuhuu,aku datang"teriak Rey membuat seisi mansion memandang nya geram.
"berisik"ucap mereka yang duduk di ruang tamu.
Sedangkan Lina hanya menggelengkan kepala nya,sedangkan Rey menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sama sekali.
"woah,,kak Rey siapa yang kau bawa itu,apakah itu adik mu?"ucap Fika dengan nada menggoda.
"hey bocah,,sembarangan saja kalau ngomong,apa kau tidak lihat,kalau kami pasangan serasi"ucap Rey dengan pede nya.
__ADS_1
"aku tidak percaya,,bagaimana bisa,wanita secantik kakak ini,mau dengan pria tua seperti mu"ledek Fika membuat semua orang yang ada di sana tertawa,berbeda dengan Arion dan Digo hanya tersenyum tipis saja...