
Setelah terjadi keributan,yang di sebab kan oleh pemilik rumah.
Kini keadaan kembali tenang,seakan tidak pernah terjadi apa-apa.
Setelah selesai dengan urusan nya,Fika keluar dari kamar nya dan memanggil pelayan.
"pak Kus,aku minta tolong,suruh pelayan membersihkan kamar ku."ucap Fika lembut.
"baik nona."ucap pak Kus sopan.
"dan ya,kalau kakak menanyakan aku,bilang saja aku ada urusan di luar."ucap Fika.
"baik nona,akan saya sampai kan."ucap pak Kus.
"baiklah aku pergi dulu."pamit Fika.
"iya."jawab pak Kus.
Sebenar nya pak Kus sangat malas bila berhadapan dengan Fika.
Namun,karna dirinya bekerja di sana jadi dia tidak menampak kan kekesalan nya.
Bagaimana tidak malas,gadis itu sungguh cerewet,dan berisik.
Tapi itu semua membuat nya bahagia,karna ia tau betapa memprihatinkan nya gadis itu setelah kepergian ayah nya.
Pak Kus yang sedang melamun pun,tidak menyadari jika,ada pelayan lain yang menyapa nya.
Pelayan yang melihat itu pun merasa heran,karna tidak biasanya pak Kus melamun begitu.
Sedangkan di perjalanan,Fika mengemudikan mobil nya sedang.
Namun,ia tak menyadari ada seseorang yang akan melintas di depan mobil nya.
Ckit
"aww."ringis orang itu.
Fika yang kaget pun segera keluar dari mobil nya dan menghampiri orang yang hampir di tabrak nya.
"ya ampun,kenapa aku ceroboh sekali."gumam nya dengan takut.
"apa anda baik-baik saja tuan.?"tanya Milka dengan gugup.
"hey,apa kau tidak bisa menyetir dengan benar.?"bentak pria itu.
__ADS_1
"ma,,maaf aku tidak sengaja."ucap Fika gugup,dengan menundukkan wajah nya.
Orang itu menatap tajam Fika yang hanya bisa menundukkan wajah nya.
"ck,kau ini membuang waktu ku saja."gerutu pria itu.
Milka yang mendengar gerutuan pria tersebut mengangkat kepala nya.
"ya ampun,tampan sekali."gumam Fika dalam hati,namun segera tersadar dengan apa yang di pikirkan nya.
"hey tuan,aku kan sudah minta maaf,lagi pula kau tidak apa-apa,bahkan tergores pun tidak,dasar lebay."marah Fika karna pria tersebut tidak menerima maaf nya.dan malah marah-marah.
"apa kau bilang,lebay..asal kau tau yah,kalau bukan aku yang hampir kau tabrak,sudah habis di peras kau."ucap pria tersebut dingin.
"lagi pula siapa yang ingin menabrak anda tuan,kau nya saja ke geeran."ucap Fika sewot.
"sudahlah berdebat dengan mu tidak akan pernah selesai."ucap pria itu sambil melangkah maju meninggal kan Fika yang menggerutu.
"dasar cowok nyebelin,kalau tidak tampan,sudah habis kau ku cakar wajah mu itu."gerutu Fika sambil masuk ke dalam mobil nya kembali.
Sedangkan di dalam sebuah kamar tepat nya di balkon,Arion sedang merengek pada Milka.
"sayang,aku ingin makan mangga."ucap Arion manja.
"baiklah,tunggu di sini yah,aku akan ambilkan dulu."ucap Milka masih sabar.
Beberapa saat,Milka sudah kembali lagi ke dalam kamar.
"ini,mangga nya."ucap Milka menyodorkan mangga dalam piring ke hadapan Arion.
Arion yang tadi sudah tak sabar dan terus tersenyum,seketika murung.
Milka yang melihat itu pun menghela nafas pelan.
"kenapa gak di makan mangganya.?"tanya Milka heran.
Arion hanya menggelengkan kepala nya dan masuk ke dalam kamar nya,lalu merebahkan tubuh nya di kasur.
Milka yang kesal melihat tingkah suami nya,menyusul nya ke dalam kamar.
"ya ampun,ada apa lagi ini,dan kenapa tingkah jadi seperti ini."gumam Milka memijit kening nya.
Setelah berusaha meredakan amarah nya,Milka bicara pada suami nya.
"sayang,ada apa?..kenapa murung hmm...katanya tadi ingin mangga,lalu kenapa tidak di makan.?"tanya Milka beruntun.
__ADS_1
Arion mendengar istri nya bertanya pun merasa sedih,segera memeluk Milka,tanpa terasa air mata nya mengalir.
Milka yang merasakan baju nya basah pun,meraih pipi suami nya dan menjauhkan wajah nya,agar dapat di lihat nya.
"kenapa dia menggemas kan sekali,seperti anak kecil yang menangis pada ibu nya,karna tidak terpenuhi keinginana nya.
"kenapa sayang,kenapa menangis?"ucap Milka yang merasa khawatir.
"a,,aku.."ucapan nya terjeda.
"aku kenapa.?"tanya Milka semakin khawatir.
"aku ingin makan mangga."ucap Arion pelan.
"kan tadi sudah aku bawakan,terus kenapa malah di tinggal gitu aja."ucap Milka berusaha tetap lembut.
"tapi aku gak mau mangga yang masak...."ucap Arion pelan sambil melihat wajah istri nya.
"terus.?"bentak Milka yang sudah emosi.
Bukan nya menjawab,Arion malah membelakangi Milka.
"ya ampun,,kalau kamu masih saja bertingkah seperti ini,aku akan pergi dan tidak mau mengurus mu lagi."marah Milka yang sudah tidak bisa membendung emosi nya lagi.
Ucapan Milka bukan nya membuat Arion tenang malah ia marah.
"ya sudah sana pergi,tinggalkan aku,karna aku hanya bisa menyusah kan mu saja...aku bisa mencari orang lain,yang mau mengurus ku."ucap Arion dengan suara keras,dan meninggalkan Milka di kamar sendirian.
Brak
Milka yang mendengar itu,merasa sangat bersalah,bahkan ia tidak berniat untuk meninggal kan diri nya.
Dengan segera menyusul suami nya keluar kamar.
Arion yang sudah sampai di lantai bawah,memanggil pak Kus dengan teriak-teriak.
"pak Kus,,,pak Kus."ucap Arion.
Pak Kus yang mendengar tuan nya memanggil segera menghampiri nya.
"ada apa tuan?"ucap pak Kus.
"aku ingin makan mangga muda."ucap Arion,pak Kus hanya menatap heran.
"pak Kus."panggil Arion.
__ADS_1
Pak Kus seketika mengerti.
"baik tuan akan saya Carikan."ucap pak Kus lalu berlalu.