
Setelah beberapa saat keheningan melanda semua nya,hanya tangis Milka yang masih terdengar.Hingga suara dokter Yuda memecah kan keheningan.
"ekhem,maaf sebelum nya,saya ingin pamit karna ada pasien darurat,yang membutuhkan saya."ucap Yuda sopan.
"baiklah,mari aku antar ke depan."ucap Rey.
Setelah beberapa saat,Arion membuka suara.
"kalau begitu semua nya kita makan siang dulu."ucap Arion..
"dan kamu Fika,antar kakak ipar mu mengganti baju nya."perintah Arion.
"baik kak."ucap Fika.
Namun Rendra berkata "tidak usah tuan,kami akan pulang saja"ucap Rendra di bantu anggukan oleh Sinta.
"terse,,,"ucapan Arion terpotong karna melihat tatapan Milka yang memohon untuk mencegah orang tua nya pulang,dengan wajah melas nya.
Namun itu membuat Arion gemas,dan ingin segera membawa nya ke kamar.
__ADS_1
Arion menghela nafas nya."baiklah,kalian makan siang lah di sini,aku tidak mau istri ku bersedih karna hal sepele."ucap Arion.
Blush
Ucapan itu berhasil membuat wajah Milka bersemu merah.
"aku akan lakukan apa pun yang bisa membuat kamu bahagia,sayang."gumam Arion dalam hati nya,sambil menatap Milka yang tengah tersenyum senang.
Walau dia bersikap cuek,tapi dia tidak bisa membuat orang yang dia sayangi bersedih.
"baiklah kami akan makan siang di sini,demi putri ku ini."ucap Rendra dengan tersenyum.
Setelah sampai di dalam kamar,tiba-tiba Milka memeluk Fika sahabat nya,sekaligus adik ipar nya.
"hey,kau itu kenapa,dan tolong lepaskan pelukan mu ini,aku merasa sesak."ucap Fika dengan suara tertahan.
"ish,kau ini,aku sedang bahagia tau,akhir nya aku bisa bertemu dengan papa ku."ucap Milka dengan mata berbinar.
"selamat nya,semoga saja kebahagian selalu bersama mu,dan cepatlah buat kan aku keponakan yang lucu,kakak ipar."ucap Fika membuat wajah Milka bersemu merah,dan menunduk malu.
__ADS_1
"cie,,cie,ada yang malu nie."ledek Milka dan semakin membuat wajah nya merona.
"alah,sudah lah aku akan mengganti pakaian dulu,jangan sampai membuat mereka menunggu terlalu lama."ucap Milka dengan memalingkan wajah nya.
"hahaha,,baiklah kakak ipar."ledek Fika,dan memdapatkan lemparan bantal ke muka nya.
Sedangkan di lantai bawah,tepat nya di ruang makan,terjadi kecanggungan antara Arion dan mertua nya,meskipun Rendra adalah mertua nya,tapi itu tidak membuat nya besar kepala.
"tuan,aku ingin mengatakan sesuat."ucap Rendra terjeda sambil menghirup nafas panjang, "tolong jaga putri ku satu-satunya,jangan pernah menyakiti nya ,apalagi sekarang ibu nya sudah tidak ada,aku hanya mempunyai dia...bila tuan sudah tidak menginginkan nya,kembalikan dia pada ku,maka aku akan senang menerima nya kembali nya."ucap Rendra dengan mata berkaca-kaca.
Sedangkan Sinta hanya jadi pendengar,walau pun suami nya berkata demikian,tapi dia tidak pernah iri atau merasa tak di anggap,karna memang pernikahan ini terjadi karna kesalahan nya.
"papa tidak usah khawatir,karna aku pasti akan menjaga nya,dan ya jangan bicara formal pada ku,karna sekarang aku adalah menantu mu."ucap Arion datar.
Sedangkan Rendra hanya bisa bernafas lega,karna putri nya ada yang menjaga.
"baiklah nak,kalau itu mau mu."ucap Rendra dengan senyum menghiasi wajah nya.
"walaupun dia sangat dingin dan jarang tersenyum,tapi aku yakin,hati nya lembut bahkan dia bisa membahagiakan anak ku."ucap Rendra dalam hati.
__ADS_1