Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 93


__ADS_3

Setelah memutuskan sambungan telpon nya,Milka segera keluar dari kamar nya untuk menyambut kedatangan suami nya.


Namun baru saja sampai di ujung tangga,ia sudah melihat suami nya masuk,dan menghampiri nya.


"sayang.."panggil Milka lembut.


Mendengar suara lembut itu pun membuat Arion merasa tenang,entah apa yang membuat nya begitu,namun perasaan yang sedang emosi pun,seketika lenyap.


"sayang"ucap Arion sambil tersenyum menatap ke arah Milka.


"kamu mau kemana,hmm,,kenapa tergesa begitu jalan nya?"tanya Arion lembut.


"tentu saja,untuk menyambut ke datangan suami ku "..ucap Milka dengan senyum manis nya,bahkan terdengar sangat bersemangat.


"terima kasih,,tapi lain kali,jangan begitu lagi,apa lagi ada anak kita di sini"ucap Arion sambil mengusap perut Milka.


"baiklah"cetus Milka,sambil cemberut.


Melihat istri nya cemberut membuat Arion mengerutkan kening nya.


Bahkan sampai di dalam kamar pun,istri nya masih saja cemberut.


"sayang,,aku mandi dulu yah,,,cup"ucap Arion sambil mengecup kening Milka lembut,namun bukan jawaban yang ia dengar namun hanya dengusan saja.


Membuat Arion tersenyum tipis,"dasar bumil,,,awas saja nanti malam habis kamu "batin nya,tersenyum miring.

__ADS_1


Krieet


Brak


Mendengar pintu kamar mandi tertutup,membuat Milka menggerutu kesal.


"dasar tidak peka,apa dia tidak tau kalau aku itu sangat merindukan nya,bahkan sejak pulang tadi dia tidak memeluk ku sedikit pun bahkan ia langsung tidur dan pergi,apa dia tak rindu padaku,setelah beberapa hari tak bertemu...huhh,,dasar pria menyebalkan,tak peka,membuat ku kesal saja"gerutu nya panjang lebar,namun ia tetap menyiapkan pakaian untuk suami nya.


15 menit kemudian,Arion sudah selesai dengan mandi nya,ia melihat istri nya sedang cekikikan sendiri dengan ponsel nya.


Membuat Arion merasa heran,dan ada rasa cemburu,tapi ia tetap melanjutkan memakai pakaian nya.


"sayang"panggil Arion,namun tak di respon sedikit pun,bahkan seakan-akan istri nya mendadak tuli.


Membuat Arion kesal dan segera menghampiri istri nya itu.


Setelah sampai di hadapan istri nya,ia merebut ponsel istri nya,sehingga membuat Milka mendongakkan kepala nya,jangan lupa kan dengan wajah yang di tekuk,dan bibir yang mengerucut.


Karna gemas dengan sikap istri nya,tanpa aba-aba ia langsung mengecup bibir istri nya.


Merasa tak ada penolakan,ia semakin melanjutkan nya dengan lebih dalam,bahkan tangan nya sudah menahan tengkuk Milka.


Bahkan,ia tak segera melepaskan nya saat Milka sudah kehilangan pasokan oksigen.


Merasa kasihan melihat istri nya,karna wajah nya sudah memerah,ia segera melepaskan nya membuat ia tersenyum,namun Milka setelah paru-parunya sudah puas menghirup oksigen,ia malah semakin mengerucutkan bibir nya.

__ADS_1


"kenapa Hem?"tanya Arion lembut sambil mengusap bibir Milka yang basah karna nya.


Namun,yang di tanya hanya diam tak menjawab,bahkan Milka memalingkan wajah nya ke samping.


Membuat Arion gemas dan memeluk nya.


"kenapa hm?"tanya nya lagi.


"apa kamu tidak rindu pada ku,sehingga kamu tidak mau memeluk ku,?,,padahal aku sangat merindukan mu,bahkan saat di sana pun aku ingin segera pulang,padahal baru sampai,,tapi aku kecewa,karna orang yang aku rindukan tak merindukan ku kembali"ucap Arion dengan wajah yang di buat sedih.


Sontak saja perkataan itu,membuat Milka memeluk Arion erat,bahkan terdengar isakan kecil dari bibir nya.


"ke,,kenapa kamu bicara begitu,padahal aku sangat merindukan mu,tapi kamu seakan tak peduli,bahkan kamu malah pergi dari sore tadi"ucap Milka dengan terisak.


"kata siapa,kamu tau,dari tadi aku menahan untuk tidak segera memeluk mu,karna aku ingin segera membersihkan diri dulu,agar nanti aku bisa puas memeluk mu"ucap Arion sambil meregangkan pelukan nya dan mengapit wajah Milka dengan tangan nya.


Mendengar itu membuat Milka senang,bahkan air mata yang tadi mengalir pun tiba-tiba surut dengan cepat.


"benarkah?"tanya Milka wajah senang nya.


"tentu saja"ucap Arion.


Namun saking gemas nya dengan istri nya ia kembali mencium istri nya dalam,dan semakin menuntut,bahkan Milka sudah di baringkan di ranjangnya.


Tanpa mereka sadari,mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun,saking terbuai nya dengan permainan tangan mereka,dan setelah puas bermain-main,mereka segera melakukan kewajiban masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2