Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 96


__ADS_3

Tak terasa hari sudah menjelang pagi,Milka terlihat mengerejap kan mata nya.


Entah kenapa pagi ini,Milka merasa perut nya sedikit tidak nyaman.


"sayang, anak-anak mommy,kenapa hmm,apa kalian merasa kurang nyaman?"ucap Milka berbicara sendiri dengan perut nya dan dengan tangan mengelus nya lembut.


Arion mendengar istri nya berbicara sendiri,segera bangun,dan melihat ke arah istri nya.


"ada apa sayang,apa ada yang sakit?"tanya Arion merasa khawatir.


"gak,hanya saja aku merasa perut ku kurang nyaman saja"jawab Milka sambil tersenyum.


Mendengar jawaban istri nya ia segera mendekat dan meletakkan tangan nya di perut Milka.


"ada apa baby?,,kenapa kalian nakal sekali hmm,kalian membuat istri ku tidak nyaman.."ucap Arion dengan nada yang di buat marah,namun tetap mengelus lembut perut Milka.


Duk


Duk


Merasa kan gerakan di perut istri nya,Arion merasa senang,karna anak-anaknya merespon baik ucapan nya.


"hey,kalian sudah berani melawan Daddy,awas saja kalau kalian sudah keluar,Daddy akan menghukum kalian,,kalian dengar itu,Daddy akan menghukum kalian."ucap Arion dengan terkekeh kecil,bahkan bayi di dalam perut Milka pun ikut merespon.


"sayang,lihat lah, anak-anak kita mengerti apa yang di ucapkan oleh ku,dan aku merasa senang sekali."ucap Arion begitu semangat.


"tentu saja,mereka pasti akan sayang sekali dengan Daddy nya"ucap Milka tersenyum,dan mengusap kepala Arion yang berada di atas perut nya.


Cup


cup

__ADS_1


cup


Milka merasa geli,dengan tindakan Arion yang menciumi perut nya.


"geli.."ucap Milka.


"hhee,,sayang,aku kan hanya memberikan kecupan pada mereka.."ucap Arion dengan tersenyum malu.


"iya,tapi kan itu geli..a.."ucapan Milka terpotong karna bibir nya sudah di bungkam oleh bibir Arion.


Setelah beberapa menit,akhir nya ciuman pun terlepas,karna nafas kedua nya mulai menipis.


"morning kiss,sayang"ucap Arion sambil memandang lekat Milka.


Bahkan tangan nya,sudah mengapit wajah Milka dengan lembut.


Kedua nya terdiam,karna mereka masih mengatur pernafasan mereka.


Setelah cukup, tiba-tiba saja Arion berkata dengan lirih.


"a,,apa?"tanya Milka gugup,entah kenapa perasaan nya tidak tenang.


"berjanjilah padaku,apa pun yang terjadi,kamu jangan pernah merasa sendiri,dan satu lagi,aku ingin kamu menjaga anak kita,aku ingin,kamu menjadi wanita yang kuat,dan jangan pernah menyerah dengan keadaan,tetap lah menjadi wanita yang tangguh untuk anak-anak kita"ucap Arion lirih,sontak ucapan itu membuat Milka bingung.


"aku berjanji,dan tentu saja kita akan menjadi orang tua yang tangguh,bahkan aku ingin kamu,yang selalu ada di samping ku dan anak-anak kita,sampai maut memisahkan kita"ucap Milka dengan lembut,namun hati nya merasa tak tenang dengan perkataan suami nya,se akan suami nya akan pergi meninggalkan nya.


Mendengar perkataan istri nya,membuat Arion merasa sedih,dan segera memeluk istri nya.


"aku juga ingin,tapi kita tidak tau apa yang terjadi kedepan nya"batin Arion.


Satu jam kemudian,pasangan suami istri itu keluar dari kamar nya,menuju meja makan untuk sarapan.

__ADS_1


"oh ya,sayang,bukan kah hari ini kamu akan periksa kandungan?"tanya Arion sambil menyuapkan makanan ke mulut nya.


"iya"jawab Milka singkat.


"baiklah,nanti aku usaha kan untuk menemani mu ke dokter."ucap Arion.


Di tempat lain,tepat nya di apartemen Lina,Rey sudah menunggu selama setengah jam,namun orang yang di tunggu pun tak juga membuka kan pintu nya.


"kemana sih kamu,masa ia kamu masih tidur jam segini,bukan nya pagi ini kita akan ada meeting"gerutu Rey mulai kesal karna bosan.


Ting tong


Ting tong


Ting tong


Rey terus saja memencet bel apartemen Lina,bahkan jari telunjuk nya sampai merah,namun yang punya rumah belum juga membuka kan pintu nya.


"ya ampun,masa aku harus mendobrak nya, lama-lama aku khawatir juga"gumam nya sambil terus memencet bel.


Beberapa detik kemudian,terdengar suara pintu di buka,,dan


Brugh


"aww,kenapa kamu berada di depan apartemen ku?"tanya Lina terkejut,karna kekeasih nya menabrak diri nya,sehingga membuat kedua nya membentur lantai.


"aduhh,,cepat lah bangun,kamu itu berat sekali"ucap Lina karna sudah merasa berat dan sesak.bukan sesak karna tertindih,tapi ia berusaha menahan nafas nya,karna ia merasa jantung nya akan melompat dari tempat nya.


Sedangkan Rey,masih belum bergeming ia masih betah di posisi nya,bahkan ia tak sadar bahwa sekarang mereka ada di depan pintu,untung nya apartemen Lina berada di lantai khusus,jadi tak ada orang yang lewat di lantai itu.


Karna di lantai itu,hanya ada 2 pintu apartemen,jadi tak kan ada orang lewat,kecuali orang yang khusus untuk membersihkan apartemen itu....

__ADS_1


Plak


Tiba-tiba saja,pukulan mendarat di lengan nya dan itu membuat nya terkejut dan segera bangun dari atas tubuh Lina.


__ADS_2