
Ke esokan hari nya,di tempat yang berbeda,Dani dan ayah nya kembali merencana kan sesuatu,bahkan ada seseorang yang ikut dengan rencana mereka.
"bagaimana kau sudah mengerti dengan apa yang aku katakan?."tanya ayah Dani.
"sudah,bahkan kebetulan mereka sedang membutuh kan seseorang."ucap orang tersebut.
"baiklah segera lakukan,dan jangan sampai ketahuan."perintah nya tegas.
"sekarang kau pergi lah,dan segera beri aku kabar baik."ucap ayah Dani kembali.
"baik tuan,kalau begitu saya permisi."pamit nya pada ayah dan anak itu.
"huft.."ayah Dani menghela nafas.
"bagaimana kabar Kakak kamu sekarang.?"ucap ayah Dani.
"entah lah,anak buah kita tidak bisa mendapatkan sesuatu,karna tempat itu di jaga dengan ketat."ucap Dani lemah.
"biarkan saja,mereka tidak akan mungkin menyakiti seorang wanita."ucap ayah Dani yakin.
"syukurlah kalau begitu."ucap Dani lega.
Walau bagaimana pun Jenny adalah kakak nya,walau berbeda ibu tapi ia begitu menyayangi kakak nya itu,walau seburuk apa pun sikap nya.
Sebenar nya Dani orang baik,namun karna hasutan ayah nya ia menjadi dendam tak beralasan.
__ADS_1
"lalu kapan kau akan menjalan kan rencana mu.?"tanya ayah nya.
"secepat nya,karna aku masih harus mengurus perusahaan."ucap Dani.
"lalu,bagaimana hasil pertemuan kemarin,siapa yang berhasil memenangkan proyek tersebut.?"tanya nya.
"tidak tau,karna baru besok akan di umumkan perusahaan yang pantas memegang nya."ucap Dani.
"hmm,ku harap perusahaan kita yang mendapatkan nya,karna walau bagaimana pun,ini proyek besar,bahkan keuntungan nya pun tidak main-main."ucap ayah nya.
"entahlah,karna banyak perusahaan yang sangat berkompeten,apalagi dengan perusahaan Hilmawan grup,pemilik nya saja sangat kompeten,bahkan ketika mengajukan proposal pun,tidak ada rasa gentar di wajah nya yang ada hanya wajah datar dan dingin."ucap Dani panjang lebar.
"sial,kalau begini caranya kita bisa gagal mendapatkan proyek itu."ucap ayah nya.
Dani yang mendengar itu pun mengerutkan kening nya.
"ck kau itu bodoh apa tidak tau,orang itu lah yang harus kita hancur kan,bahkan ayah nya yang mencoba membunuh ibu mu dulu."ucap ayah nya dengan wajah yang meyakinkan.
"apa?..kenapa ayah tidak memberitahu sebelum nya,kalau tau begitu aku akan hancurkan perusahaan nya."ucap Dani menggebu-gebu,karna baru mengetahui apa yang terjadi pada ibu nya dulu.
Sedangkan ayah nya yang melihat itu hanya tersenyum sinis,semoga saja dengan begitu ia bisa dengan mudah menghancurkan keturunan Alfian Hilmawan.
Alfian Hilmawan adalah ayah dari Arion Hilmawan.
Bahkan sampai sekarang tidak ada yang tau dimana keberadaan nya,hanya saja semenjak kecelakaan tersebut,semua orang menduga kalau dia sudah tiada.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu aku pulang dulu dan aku akan merencanakan sesuatu pada perusahaan nya."ucap Dani sambil melenggang pergi.
Sedangkan di sisi lain,Arion sedang bermanja dengan istri nya.
Bahkan sampai membuat se isi mansion heran di buat nya,seseorang yang terkenal dingin,bisa begitu hangat dan manja karna seorang wanita,yang tidak lain adalah Milka istri nya.
Milka yang sudah kesal pun hanya bisa mendengus kesal.
"kamu kenapa sayang?"tanya Arion pura-pura tidak tau.
Milka yang di tanya pun hanya mendengus kasar,bagaimana tidak sedari pagi sampai saat akan jam makan siang suami nya itu selalu saja membuntuti nya,seperti anak ayam mengikuti induk nya.
Dengan ragu Milka menjawab karna takut suami nya tersinggung.
"sayang bisa kah kau menjauh dulu,aku ingin pergi ke kamar mandi."ucap Milka dengan hati-hati.
Arion hanya menghela nafas,karna istri nya itu selalu saja mencari alasan untuk tidak dekat-dekat dengan nya.
"ya sudah pergilah.......tapi aku ikut."ucap Arion manja,membuat Milka yang tadi nya tersenyum langsung saja mengerucut kan bibir nya.
"terserah."ucap Milka kesal.semakin cemberut.
Arion yang melihat itu malah tersenyum dan mencubit pipi Milka gemas.
"aw,sakit."ucap Milka pelan.sambil mengusap pipi nya yang merah.
__ADS_1
Arion yang melihat itu,merasa gemas sendiri,tanpa aba-aba dia mengecup pipi Milka yang merah akibat ulah nya.