
Sedangkan di sebuah kamar,seorang istri sedang membersihkan wajah suami nya dengan micellar water.
Meski suami nya tak berhenti mengomel,tapi dengan sabar sang istri membersihkan wajah nya dengan teliti.
Suami istri tersebut adalah Arion Hilmawan dan Milka putri Pramudya.
"selesai."ucap Milka senang.
"benarkah?"ucap Arion senang.
"tentu saja,bahkan sekarang kau bertambah tampan."ucap Milka lembut,tentu saja membuat nya senang bukan kepalang.Bahkan senyum di bibir nya semakin mengembang.
Setelah selesai Milka merapihkan peralatan yang sudah di pakai nya ke tempat sampah,namun suami manja nya terus saja mengekor di belakang nya.
Milka yang melihat suami nya mengekor,hanya bisa menghembuskan nafas nya pelan.
"sayang."panggil Arion.
"hmm"cuek Milka.
"berbalik lah."pinta Arion.
Namun,Milka hanya sibuk dengan kegiatan nya,dan seolah tidak mendengar suara Arion.
Membuat Arion menjadi kesal,dan semakin merengek.
"sayang?"tanya Arion.Milka masih acuh dan tak peduli.
Arion yang tidak sabar pun,membalikkan tubuh Milka dengan tidak sabar.
Cup
Karna gemas Arion mengecup,bibir Milka sekilas membuat Milka melotot kan mata nya.
"ish,apa yang kamu lakukan?"ucap Milka dengan wajah merona.
__ADS_1
"tidak,aku hanya memberikan hadiah untuk istri ku."ucap Arion dengan tangan mendekap tubuh Milka hangat.
"hadiah?...."tanya Milka sambil mengerutkan kening nya.
Arion tersenyum dan menganggukan kepala nya.
"iya,karna kau sudah sabar menghadapi ku yang manja beberapa hari ini."ucap Arion serius.
Cup
Sekali lagi Arion,mengecup bibir Milka,namun sekarang semakin menuntut dan semakin lama.
Milka yang sadar,bahwa ke dua orang tua nya masih berada di kediaman nya,segera mendorong dada Arion.
Setelah melepaskan pagutan nya,mereka mengatur nafas masing-masing,menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"kenapa?"tanya Arion bingung.
"kau lupa apa bagaimana,...di bawah masih ada mama dan papa."ucap Milka sambil merapihkan penampilan nya.
"ya sudah ayo ke bawah."ajak Milka menyeret tangan Arion.
Sampai di bawah,ia melihat pemandangan langka,memebuat Arion yang melihat nya merasa terharu.
"ohoho,ada apa ini,kenapa kalian begini,dan kamu kenapa menempel seperti materai saja."ucap Milka melihat pemandangan di hadapan nya.
"ish kamu ini sirik saja,aku hanya meminjam nya sebentar....iyakan Tante?"ucap Fika sambil mengerucutkan bibir nya.
Sedangkan Milka dan Arion setelah duduk di sofa ruang keluarga,hanya berdecak sebal.
Sekaligus bahagia karna melihat orang yang di sayangi nya,merasa nyaman dan tenang di dekapan seseorang,yang tak lain Sinta,yang sedang memeluk Fika,namun mendominasi di sini Fika yang memeluk nya erat.
"sudah biarkan saja,tidak tiap hari ini."ucap Sinta lembut dan mengusap kepala Fika lembut.
"tuh dengar,kakak-kakak ku yang cantik dan tampan,...Tante saja tidak keberatan."ucap Fika manja.
__ADS_1
Milka yang mendengar itu hanya memutar bola mata nya malas,Rendra yang mengelengkan kepala nya.
Berbeda dengan Arion,ia hanya bisa menatap pemandangan itu dengan mata berkaca-kaca,karna sejak kecil Fika tidak mendapat kasih sayang seorang ibu,jadi wajar saja,jika ia menempel seperti itu pada mertua nya.
Apalagi,ibu mertuanya itu seseorang yang sangat lembut dan penyayang.
Milka yang melihat Arion begitu pun,segera mengusap lengannya.
Arion yang merasa hangat di lengan nya karna usapan istri nya,, melirik ke arah istri nya yang sedang tersenyum manis dan terasa tulus.
"kamu tidak apa-apa.?"tanya Milka lembut.
"nggak,,aku gak apa-apa."ucap Arion dengan suara pelan,karna tenggorokan nya tercekat menahan tangis.
Semua orang yang ada di situ melihat ke arah pasutri tersebut.
Fika yang paham dengan keadaan kakak nya,menghambur ke pelukan kakak nya,di sambut baik oleh Arion.
"maafkan aku kak,membuat kakak bersedih."ucap Fika dengan suara parau.
"tidak,kau tidak membuat kakak sedih,hanya saja kakak terharu melihat nya."ucap Arion lembut sambil mengecup kepala adik nya lembut....
Setelah beberapa menit kemudian,keadaan kembali seperti sedia kala.
"oh ya pa,aku ingin bicara penting sama papa.?"ucap Arion.
"baiklah."ucap Rendra berdiri dengan bantuan tongkat nya.
Segera mereka pergi ke ruang kerja milik Arion.
Sedangkan para wanita,melanjutkan obrolan mereka.
"duduk pa."ucap Arion.
"apa yang ingin kau bicarakan.?"tanya Rendra serius.
__ADS_1