
Mendengar suara tawa pasangan suami istri itu,membuat para orang tua heran bercampur kesal.
Bagaimana tidak?,mereka berlari dari lantai bawah,sampai ke lantai tiga,bahkan Daddy yang berniat berenang pun tak jadi,dan lebih parah nya lagi,Daddy sudah tak menggunakan pakaian lengkap nya,dan hanya menggunakan celana pendek nya saja,sampai ia tak menyadari itu.
Sedangkan Bu Sinta dan pak Rendra,hanya mendengus kesal,pasalnya mereka berniat untuk tidur siang,namun nyatanya tak jadi karna mendengar teriak menantu nya.
"kenapa kalian tertawa?,apa ada yang lucu?"dengus Daddy Adrian kesal,sambil duduk di sofa yang ada di sana.
"ya ampun,sungguh pemandangan yang menakjubkan"gumam Milka dengan kekehan namun masih di dengar Arion.
Arion yang tau ucapan tersebut,melempar kan selimut ke arah Daddy Adrian.
"dad,apa kau tak malu,berpenampilan seperti itu,apa kau ingin menggoda salah satu pelayan di mansion ini?"tanya Arion kesal pada Daddy nya.
"apa.."belum selesai berucap pak Rendra sudah lebih dulu tertawa,bahkan Bu Sinta pun ikut tertawa.
"hahaha,,kak apa kau tak punya baju,sehingga kau memakai celana lucu seperti itu"ucap pak Rendra,seketika membuat Daddy tersadar dengan tampilan nya.
__ADS_1
"akh,ini semua karna kau,kalau saja kau tak berteriak,aku tidak akan menjadi bahan tawa an si kutu beras itu"teriak Daddy sambil menunjuk Arion.
"lah,kok malah menyalahkan aku,seharus nya Daddy doank yang salah,siapa suruh di mansion tengah hari begini mamakai celana seperti itu."ucap Arion sambil menahan tawa nya.
Baru akan berucap,Bu Sinta sudah mendahului nya berbicara.
"kak,apa kau tak punya lagi celana yang lebih lucu dari itu?"tanya Bu Sinta tertawa geli,sambil menunjuk ke celana yang di pakai Daddy.
"ck..kalian hanya bisa mengolok olok ku,kalau bukan karna dia aku tak akan mungkin berpenampilan seperti ini."gerutu Daddy kesal,sambil mendelik kan mata nya.
Namun tak ada yang menyadari itu,Arion pun masih saja terkekeh,hingga ia bersuara.
"lalu kenapa kalian sampai berkeringat begitu,apa kalian habis lomba lari?"tanya Arion dengan wajah serius nya.
"ck kau ini,bertanya apa meledek hah,asal kau tau saja,kami dari lantai bawah sampai ke sini berlari melewati tangga"cetus pak Rendra yang sudah mulai teratur nafas nya.
"kenapa tidak naik lift saja,apa lift nya rusak?"tanya Arion dengan wajah polos nya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Arion Daddy Adrian berdiri dari duduk nya.
"apa?..bagaimana bisa aku melupakan,kalau di mansion ini ada lift nya,huft,semua ini karna bocah nakal itu"teriak Daddy menghampiri Arion,dengan wajah kesal nya.
Arion yang sudah tau,apa yang akan di lakukan Daddy nya,sudah ancang-ancang akan berlari,namun ia urungkan karna Milka meremas tangan nya dengan kuat.
"sayang,apa sakit lagi?"tanya Arion panik,membuat para orang tua mengalihkan pandangan nya pada suami istri itu.
Daddy Adrian pun yang semula akan menjewer putra nya mendadak berhenti,dan melihat ke arah Milka,ia terkejut melihat wajah Milka pucat.
"sa,,sakit"ucap Milka dengan nafas tertahan.
"ma,bagaimana ini,dari tadi malam ia sudah merasakan sakit pada perut nya,a,,apa."ucapan Arion terpotong karna Bu Sinta,sudah berteriak untuk cepat membawa nya ke rumah sakit,dengan sigap Arion menggendong badan Milka.
Sedangkan pak Rendra dan Daddy hanya terbengong melihat itu,sampai Sura Bu Sinta menyadarkan mereka.
"kalian,apa kalian akan melongo di sana saja,tak mau mengantar anakku ke rumah sakit.?"teriak Bu Sinta,dengan segera mereka bergegas keluar lari tunggang langgang,Bu Sinta melihat itu hanya berdecak kesal,namun ia segera menyusul mereka.
__ADS_1