Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 59


__ADS_3

Setelah lama berbincang,Dani pamit pulang karna sudah larut malam.


"kak,aku pamit pulang dulu ya,aku takut ibu menunggu ku"pamit Dani pada Arion.


"hmm,baiklah,sampaikan salam pada Tante"ucap Arion.


"baiklah,,,kakak ipar aku pulang dulu lain kali kita bertemu lagi."ucap Dani berdiri dan akan memeluk Milka.Namun belum sampai ia sudah di seret oleh Arion.


"apa yang mau kau lakukan pada istri ku,enak saja kau mau menyentuh nya"gerutu Arion sambil membawa Dani ke arah pintu.


"ish,possesive sekali,aku kan hanya ingin memeluk nya saja,,,dan ini lagi kenapa menyeret ku begini,seperti kucing saja"ucap Dani kesal.


Sedangkan Milka hanya menggelengkan kepala nya.


Flashback on


"kak gemuk"teriak seseorang dari arah tangga.


Dani merasa nama masa kecil nya di panggil ia membalikkan badan nya.


"ish,siapa lagi ini?"gerutu Dani.


"wah,kak gemuk kita ketemu lagi"ucap Fika,sambil menghambur memeluk Dani.


"siapa kau?"tanya Dani sambil melepaskan pelukan Fika.


"kau jahat sekali kak,padahal aku ini kan putri jail mu"jawab Fika mengerucutkan bibir nya.


Dani berpikir,beberapa detik kemudian,..


"wah,ternyata kau sudah besar,dan cantik lagi."ucap Dani senang sambil mengacak rambut Fika.


"dan tunggu dulu,berarti dia si manusia es itu,dan kamu anak nya bibi Naina kan?"tanya Dani serius sambil melihat kedua orang pasutri itu.


"benar"ucap ke dua nya kompak.

__ADS_1


"wah,,pantas saja aku seperti mengenal kalian,ternyata kalian teman masa kecil ku yang paling aku rindukan."ucap Dani sambil memeluk pasutri tersebut.


"lepaskan,kau membuat istri ku sesak,dan kau menyakiti calon anak ku"ketus Arion pada Dani.


"dan juga ngapain kau peluk-peluk,aku tidak sudi di peluk oleh bocah nakal seperti mu."ketus Arion sebal.


"benarkah?,,,wah sebentar lagi aku akan jadi uncle"seru Dani senang.


"tentu saja,,apalagi kalian akan mendapat sekaligus 3"ucap Arion bangga.


"benarkah?"teriak Dani dan fika.mereka bahagia dengan kabar tersebut.


"jangan teriak-teriak.kalian mengagetkan calon anak ku"ucap Arion ketus.


"aah,,kakak ipar selamat,semoga kalian sehat,sampai melahir kan nanti."ucap Fika sambil memeluk Milka,bahkan Dani sampai mendorong Arion.


"aku akan memberitahu ibu,pasti dia bahagia mendengar kabar ini."ucap Dani duduk di sebelah Milka.


Arion hanya mendengus kesal,karna ia di jauhkan dari istri nya,bahkan sekarang istri nya di kerubungi oleh bocah-bocah laknat ini.


Setelah mendengar kabar itu mereka semua berbincang sampai akhir nya Fika pergi ke kamar nya karna sudah mengantuk.


Setelah Dani pergi Arion mengajak Milka ke kamar.


"aah,aku tidak menyangka ternyata bocah nakal itu tidak berubah,sikap nya masih saja menyebalkan."ucap Arion sambil duduk di sofa kamar.


"hmm,aku juga,bahkan aku juga heran kenapa ia bisa menculik ku padahal yang kita tau dia begitu baik dan ramah"ucap Milka duduk sambil memeluk Arion dari samping.


"iya,,dan pasti ini karna hasutan ayah nya yang gila harta itu"ucap Arion,mendadak kesal.


"iya,apa lagi ia pernah merencanakan akan membunuh mu"ucap Milka dengan suara datar dan dingin,tak lupa tangan nya terkepal erat.


Arion mendengar itu membelalak kan mata nya,karna hanya ia yang tau rencana itu dan anak buah yang di suruh memata-matai ayah Dani.


"dari mana kamu tau?"ucap Arion dengan wajah datar.

__ADS_1


Deg


Milka mendengar itu seketika gugup dan tak berani melihat ke arah Arion.


"jawab aku,dari mana kamu tau?"tanya Arion semakin memaksa Milka.


"a,,aku.."Milka semakin gugup dan bingung harus menjawab apa.


Arion melihat istri nya gugup,semakin yakin ada yang di sembunyikan oleh istri nya.


"apa yang kau sembunyikan dari ku?"tanya Arion semakin meng intimidasi Milka.


"a,,aku..."belum selesai Milka menyelesai kan ucapan nya telpon nya berbunyi.


Milka merasa lega,karna merasa terselamatkan,namun perasaan lega tersebut hilang seketika.


"kenapa tidak di angkat?"tanya Arion masih dengan wajah datar dan tatapan tajam.


"ini hanya salah sambung.."ucap Milka dengan gugup.


"dari mana kamu tau,bahkan kamu tidak mengangkat nya."ucap Arion semakin mendesak Milka.


Bahkan suara telpon berbunyi lagi,dan Milka tak bisa mengelak lagi.


"angkat,,dan loudspeaker"ucap Arion dingin dan tatapan tajam.


"ha,,hallo?"jawab milka


"kenapa kau gugup begitu,,?"tanya seseorang di sebrang sana.


"ada apa?"tanya Milka sambil melirik Arion was-was.Karna pasti ada ke adaan darurat bila orang ini menelpon larut malam begini.


"kapan kamu kembali ke perusahaan,aku sudah keteteran,dan lagi Digo lagi cuti,ia punya urusan dengan keluarga nya."ucap orang tersebut di sebrang telpon.


Arion mendengar itu,semakin menatap tajam Milka,dan Milka di tatap begitu menciut kan nyali nya.

__ADS_1


"nanti ku hubungi lagi"ucap Milka segera menutup panggilan tersebut.


Arion belum memutuskan pandangan nya pada Milka,bahkan Milka sampai meremas ujung baju nya,dan meneguk Saliva nya kasar.


__ADS_2