
Di mansion Arion, terlihat Milka tengah menangis sesegukan di dalam kamar nya hingga ada seseorang yang mengetuk pintu nya.
Tok
Tok
Tok
"nak,ini mama,boleh mama masuk?"ternyata yang mengetuk pintu itu Bu Sinta,ia sengaja untuk melihat Milka sambil mengantarkan makanan karna sedari pulang dari tempat mereka berlibur,Milka belum terlihat makan apapun.
"masuklah ma."ucap Milka dengan suara parau,tapi masih membukakan pintu untuk ibunya.
Bu Sinta pun segera masuk,ia menyimpan nampan di nakas sebelah ranjang,kemudian ia duduk di sisi ranjang.
Sedangkan Milka hanya melihat itu,namun Bu Sinta memegang tangan nya lembut dan menyuruh nya duduk di sisi nya.
"sini, duduk lah."ucap Bu Sinta lembut,dan Milka dengan patuh menuruti nya.
Setelah Milka duduk Bu Sinta meraih piring di atas nakas dan mencoba untuk menyuapi Milka,dan mulai menyedokkan nasi dan teman-temannya.
"kamu tau sayang,apa yang paling menyedihkan di dunia ini bagi seorang wanita?...makan lah.!"tanya Bu Sinta di akhiri dengan perintah,sambil menyodorkan sendok yang penuh dengan nasi..
Namun Milka hanya menggelengkan kepala nya,dengan mata yang berkaca-kaca.
"hmm,baiklah mama tidak akan memaksa."ucap Bu Sinta sambil menyimpan kembali piring yang di pegang nya.
"hal yang paling menyedihkan di dunia ini bagi seorang wanita,ibu dan anak,ialah kehilangan seorang suami,anak dan kehilangan orang tua nya,hanya saja yang paling ironis di antara ke tiga itu adalah kehilangan anak,kamu tau kenapa,karna seorang anak,bisa di sebut pengganti orang yang sudah tiada,bahkan di luaran sana banyak yang mengalami hal itu,bahkan di antara nya ada yang mengalami ke gilaan karna kehilangan seorang anak."
__ADS_1
"jadi,apa kamu mau kalau anak-anak kamu menyusul ayah nya,karna ibu nya tak mau makan?"tanya Bu Sinta sambil memeluk Milka,dan terdengar isakan kecil dari bibir Milka dengan kepala menggeleng.
"tenanglah,mama bukan nya menakuti mu,hanya saja,kamu juga harus makan,kasihan anak-anak mu juga butuh makan.sekarang,ayo makan lah"ujar Bu Sinta segera mengambil kembali piring yang masih utuh itu.
Milka pun dengan terpaksa menerima suapan itu,hingga habis,walau sambil sesegukan tapi ia mampu menghabiskan makanan yang di piring.
"baiklah,cepatlah bersiap,kita akan segera memakamkan jenazah suami mu,kasihan,sudah terlalu lama"ujar Bu Sinta lembut.
Setelah mendapat anggukan dari Milka,Bu Sinta keluar dari kamar Milka dan segera turun ke bawah untuk bergabung bersama yang lain.
Sampai nya di bawah,terlihat sudah banyak orang yang datang,bahkan di sana juga terlihat sudah ada Jenny,yang terlihat sedang menangis di pelukan pak Rendra,Bu Sinta melihat itu segera menghampiri nya dan bergabung di pelukan mereka.
"sayang,kamu datang?"tanya Bu Sinta lirih.
"hmm,aku juga mau minta maaf pada kalian semua,terutama pada mama,karna udah ngerawat aku dari masih bayi,dan juga aku udah menemukan ibu kandung ku."ucap Jenny tersenyum kecil,namun terlihat di binar mata nya ia begitu bahagia.
Melihat ibu asuh nya menitikkan air mata nya,ia segera memeluk nya.
"terima kasih ma,karna udah ngerawat aku,dan maaf kan semua kesalahan Jenny."ucap Jenny lirih.
"tentu saja,mama audah memaafkan mu sebelum kamu meminta maaf."ucap Bu Sinta.
"terima kasih"ucap Jenny sambil merenggang kan pelukan nya.
Tak lama setelah mereka melepas pelukan nya,terdengar suara Rey meng interupsi,bahwa jenazah harus segera di kebumi kan.
"baiklah,sebentar lagi kami sedang menunggu Milka dulu."ucap Bu Sinta berbicara.
__ADS_1
Rey tak langsung beranjak pergi,ia malah menghampiri pak dimas,entah kenapa ia ingin sekali memeluk ayah angkat nya itu.
Pak Dimas yang peka pun,segera memeluk Rey,yang sudah di anggap anak nya sendiri.
"menangis lah,ayah tau,ini pasti sangat berat untukmu,tapi ingat kau jangan lupa,bahwa kedepan nya,kau harus menjaga majikan mu yang baru, sebagaimana dulu,Arion selalu bilang pada mu.huft..menangislah."ucap pak Dimas pelan,dan terdengar Isak tangis Rey di pelukan ayah angkat nya itu,dan dengan sabar pak Dimas merelakan bahu nya,tak lupa tangan nya mengusap punggung Rey,karna bagaimana pun ia sudah menganggap Rey sebagai anak nya begitu pun sebalik nya.
Melihat itu,semua orang yang berkumpul terharu melihat kedekatan itu,terutama Bu Mita ia sampai menangis di pelukan Dani anak nya.
Tak lama terdengar suara Milka berbicara dengan dingin,namun jangan lupa kan mata nya sembab karna menangis.
"kita pergi"ajak Milka dingin,segera mereka menuju ke depan untuk mengantar Arion ke pemakaman.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di pemakaman umum,mereka segera mengurus jenazah sebelum malam,karna hari sudah sore.
Milka yang melihat secara langsung pemakaman itu,hanya menatap dengan dingin,bahkan air mata yang sedari tadi mengalir sudah surut bahkan tak ada setitik pun,semua orang melihat itu merasa khawatir,mereka takut terjadi sesuatu pada Milka,mereka sangat yakin bahwa sekarang Milka merasa tertekan,namun tebakan mereka salah,dan yang tau itu hanya Milka seorang.
-
-
-
Kalau besok update lagi,mungkin akan membahas tentang Jenny yang ketemu sama ibu kandung nya.
Dan juga masalah yang menimpa Danu setelah pertemuan nya dengan Aline ibu nya Jenny.
Maaf nya kalau cerita nya rada gak nyambung dan berantakan,maklum masih amatiran 😁
__ADS_1