
Dunia bagaikan runtuh tepat di kepala nya,ia tak menyangka kalau gadis pujaan nya harus meregang nyawa karna bunuh diri,dan lebih menyakitkan nya ia pergi bersama janin yang di kandung nya.
Setelah selesai mengurus jenazah Aline,keluarga besar Aline,pergi menuju ke rumah besar mereka.
Di rumah itu sudah banyak pelayat yang hadir,bahkan sahabat-sahabat nya sudah berada di sana.
Naina,Mita dan pacar nya Naina,Rendra sudah berada di sana,mereka tak menyangka,kalau sahabat nya harus mengalami kejadian ini.
Bahkan,mereka tidak tau,kalau Adrian dan Aline sudah putus.
Karna selama itu,mereka jarang berkomunikasi,apalagi dengan Adrian.
Mereka bertanya,,apakah Adrian tau,?...tak ada yang memberi kan jawaban nya.
Karna hari sudah sore,sekarang mereka mengantar jenazah Aline ke pemakaman keluarga.
Di sana,Danu,merasa menyesal karna menjebak Aline,namun semua orang tak ada yang tau,hanya ia dan Aline lah yang tau,mereka menutup rapat rahasia itu.
Setelah selesai sahabat beserta keluarga pergi meninggal kan makam,namun Danu masih di sana,ia bahkan merasa belum rela.
"maafkan aku"lirih nya sendu.
Setelah hari mulai gelap,Danu baru berdiri meninggalkan pemakaman tersebut,ia berjalan lunglai,seakan berat untuk melangkah.
Ia masuk ke dalam mobil nya,ia tidak langsung pulang,ia mampir ke rumah keluarga besar Aline.
Baru sampai di sana,ia di beritahu oleh palayan rumah itu,bahwa ia sudah di tunggu oleh keluarga besar Aline.
Sampai di ruang tamu,ia di sambut dengan tamparan dari ibu Aline.
__ADS_1
"apa kau puas melihat anak saya meninggal?"ucap ibu Aline dengan penuh amarah.
Danu tak menjawab,ia hanya diam,karna merasa ini memang salah nya.
"maaf"cicit Danu pelan.
Karna sudah tak kuat menahan amarah yang meledak-ledak,ibu Aline pingsan.ia di bawa ke kamar yang dekat di sana.
Setelah semua orang sedang istirahat,Danu ingin pulang,namun pelayan di rumah itu memanggil nya dengan tergesa-gesa.
"den,tunggu...ini ada surat buat Aden dari non Aline"ucap pelayan sambil menyerahkan sebuah kertas.
"terima kasih bi"ucap Dani lirih sambil menerima surat itu dan pergi meninggal kan kediaman Aline.
Sampai di apartemen nya,ia tak sabar membuka surat itu dan membaca nya.
Danu
setelah kamu membaca surat ini,berarti aku sudah pergi jauh.
aku minta maaf,karna udah ngerepotin kamu beberapa minggu ini.
aku harap kamu jangan benci aku,ya..
maaf,,bila aku bawa anak kita pergi bersama ku,karna biar aku punya temen di sana.
*maaf,karna aku gak beritahu kamu sebelum nya,aku takut kamu menjadi merasa bersalah.
aku tau,beberapa minggu ini,kamu suka murung,dan pasti itu karna aku kan*.?
__ADS_1
*sekali lagi,aku minta maaf sama kamu.
tapi aku harap kamu gak marah sama aku.
dan juga aku harap,kamu jangan merasa bersalah,karna semua ini sudah takdir.
dan kamu tau,Adrian mutusin aku,padahal kita masih baik-baik aja*.
di sana aku merasa sakit hati banget,karna ia mutusin aku di saat aku frustasi.
*tapi aku gak menyesal,dengan semua ini,cuma aku merasa gak sanggup aja.
ya udah,segitu aja,,aku cuma mau minta maaf sama kamu.
makasih ya,karna kamu udah baik sama aku.
dari sahabatmu*
Aline.
Setelah membaca surat itu,Danu merasa menyesal,bahkan ia tidak tau,kalau Aline sedang mengandung,kalau saja ia tau,pasti ia akan selalu di samping nya.
Bahkan,dalam hati nya bertekad,bahwa ia akan menghancurkan Adrian,karna bagaimana pun ini semua karna Adrian,dan ia akan membalaskan dendam nya.
Flashback off.
Mengingat itu,Danu semakin membenci Adrian,walaupun sudah tiada tapi dendam itu masih membara.
"kau dengar Adrian,walau pun kau sudah mati,tapi aku masih tetap akan membalaskan dendam ku pada anak mu itu...hhaa"teriak Danu sambil mengepalkan tangan nya.
__ADS_1