Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 48


__ADS_3

Setelah puas menyantap mie nya,Arion lekas berdiri meninggal kan semua orang yang belum selesai makan.


Orang tua Milka dan Milka pun melongo.


"bagaimana bisa.?"tanya semua orang dalam hati.


Milka dan orang tua nya saling pandang,merasa heran dengan orang satu itu.


Bagaimana bisa coba,makan mie dengan satu mangkuk penuh,hanya menghabiskan waktu yang singkat,bahkan orang tua Milka dan Milka pun,yang duluan makan belum separuh nya.Dia sudah habis.


"sayang,ada apa dengan suami mu,kenapa sikap nya jadi aneh begitu.?"tanya Sinta penasaran.


"aku juga gak tau mah,bahkan tadi pagi juga dia begitu,sampai membuat aku kesal."ucap Milka,sambil menghabiskan makanan nya.


"maksud nya?"tanya Rendra.


"iya,tadi pagi dia ingin makan mangga,tapi mangga muda."ucap Milka.


Rendra dan Sinta saling pandang.


"kamu hamil?"tanya Sinta,membuat Milka tersedak air minum nya.


"ha,,hamil?"gumam Milka.


Belum menjawab gumaman Milka.Arion sudah datang lagi memanggil Milka.


"sayang,kenapa lama sekali,aku menunggu mu dari tadi."ucap Arion merajuk.


Serentak semua orang melirik ke arah suara.


Sinta melihat itu pun melongo tak percaya.


Ingin tertawa tapi takut menyinggung menantu nya,kalau tidak tertawa,tapi sayang jika di lewat kan.


Sedangkan Rendra sudah tertawa terbahak-bahak.


"ya ampun,ada apa dengan wajah mu.?"tanya Rendra,sambil memegang perut nya.

__ADS_1


Arion yang merasa di tertawa kan,mata nya berkaca-kaca,dengan segera Milka menghampiri nya.


"sayang."ucap Milka dengan suara tertahan karna ingin tertawa.


"kalian semua jahat."ucap Arion sendu,dengan mata berkaca-kaca.


Milka segera memeluk suami nya,agar tidak menangis.


Setelah menetral kan suara nya,Milka bertanya.


"ada apa sayang?"ucap Milka lembut.


"a,,aku ingin memakai bedak,tapi tidak tau cara nya."Rajuk Arion.dengan mata berkaca-kaca.


"ya ampun,ada apa lagi ini."ucap Milka dalam hati.


Rendra dan Sinta dari tadi hanya mendengarkan ke dua pasutri tersebut,dengan menahan senyum.


Pada saat itu juga,Fika datang dengan heran,melihat kakak nya yang sedang memeluk Milka,dan dua orang paru baya.


"ada apa ini.?"tanya Fika dengan heran.


"hahaha..ada apa dengan wajah mu kak,kenapa kau begitu menyedihkan..hahaha"ucap Fika tanpa bisa menahan tawa nya.


"diam.."teriak Arion,sambil pergi dari ruang makan tersebut.


"sayang,,tunggu."teriak Fika pada Arion.


"dan kau,kenapa kau menertawa kan suami ku,dasar tidak sopan."Milka malah marah pada Fika.


Milka kemudian berlari mengejar suami nya ke kamar.


"hey,kenapa semua nya malah marah,aku kan bicara apa ada nya."gumam Fika.


"tentu saja mereka marah,karna kamu telah menyinggung nya,nak"ucap Rendra lembut.


Mendengar suara seseorang Fika membalikkan badan nya.

__ADS_1


"om Rendra,"ucap Fika terkejut.


"kemarilah."ucap Rendra.


"om,aku merindukan om."ucap Fika dengan suara parau.


"om juga merindukan mu,nak"ucap Rendra lembut,sambil membelai kepala Fika sayang.


Setelah beberapa hening,hanya terdengar Isak tangis Fika.


"ekhem."Sinta berdehem.


Fika mendengar suara asing pun melepas kan pelukan nya,dan menatap wanita paru baya.


"oh ya,kenal kan ini istri Om,nama nya Tante Sinta"Rendra memperkenal kan Sinta pada Fika.


Sinta menghampiri Fika dan memeluk nya.


Fika yang mendapat pelukan itu pun merasa nyaman,dan terasa nyaman.


"kenapa pelukan nya nyaman sekali,seperti pelukan Tante Naina."gumam Fika dalam hati.


Setelah beberapa detik,Sinta melepaskan pelukan nya,namun berbeda dengan Fika,ia se akan enggan melepaskan nya.


Dalam hati nya ia senang sekali,karna sudah lama tak mendapat kan pelukan seperti ini,setelah Tante Naina pergi dari rumah nya.


"ternyata Tante Sinta baik,dan ramah.aku kira ia akan jahat,seperti kebanyakan ibu tiri di luaran sana."gumam Fika dalam hati.


"nak,kamu kenapa?"tanya Sinta khawatir.


"Ng,,,nggak apa-apa Tante....apa boleh Fika minta peluk lagi."ucap Fika pelan,sambil menundukkan wajah nya.


"tentu saja boleh,sini."ucap Sinta lembut dan memeluk Fika kembali.


"hiks,,hiks..."Fika menangis tertahan.


Sinta mendengar tangisan itu pun,semakin mengerat kan pelukan nya.

__ADS_1


"menangis lah,bila itu bisa buat kamu lega."ucap Sinta lembut.


"makasih Tante"ucap Fika sesegukan.


__ADS_2