
1 jam setengah kemudian,mereka sudah sampai di tempat yang di tuju.
Lina yang baru sadar mereka dimana pun,merasa bingung,karna Rey mengajak nya ke tempat seperti itu.
"ayo turun"ajak Rey sambil menyodorkan tangan nya ke arah Lina.
"a,,ayo"ucap Lina bingung,namun segera menyambut uluran tangan Rey.
"ke,,kenapa kamu mengajak ku tempat ini?"tanya Lina serius.
"tenang saja...nanti juga kamu tau,sayang"ucap Rey lembut sambil tersenyum manis.
Mereka pun,berjalan ke tempat itu,dengan rasa penasaran yang tinggi,Lina selalu melihat ke arah Rey,dengan wajah yang penuh pertanyaan.
Namun langkah nya tiba-tiba terhenti,secara otomatis Rey pun juga berhenti.
Rey melihat ke arah Lina,sambil mengerutkan kening nya.
"ada apa?."tanya Rey heran.
"apa kamu yakin,ngajakin aku kesini..?..atau jangan-jangan kamu jebak aku..dan berusaha masukin aku ke dalam sini,,,dan buat aku jadi gila..?"Lina bertanya beruntun,bahkan wajah nya ketakutan,bahkan sekarang tangan nya meronta meminta di lepaskan.
Rey melihat itu melongo,dengan apa yang ada di pikiran kekasih nya,namun kemudian ia tertawa,karna merasa lucu dengan ekspresi wajah Lina,yang ketakutan.
"ya ampun sayang,kenapa kamu berpikiran seperti itu,atau kamu memang benar-benar ingin masuk ke dalam sini?"tanya Rey menggoda Lina.
"tuh kan benar,kamu sengaja ngajakin aku kesini buat jeb..."ucap Lina terpotong karna Rey mengecup bibir Lina,karna gemas.
Mendapat perlakuan begitu,membuat Lina berhenti mengoceh dan jangan lupa kan pipi nya yang merona.
__ADS_1
"sudah ngoceh nya?"tanya Rey lembut dan memegang tangan Lina.
Sedangkan Lina hanya menunduk kan kepala nya,karna ia baru sadar bahwa mereka menjadi pusat perhatian.
"aku malu"cicit nya pelan.
Mendengar itu Rey tersenyum,bahkan ia juga sebenar nya merasa kan malu,tapi ia bisa dengan cepat mengubah ekspresi wajah nya.
"hey lihat aku.."ucap Rey mengangkat dagu Lina,agar berhadapan dengan nya.
"aku gak akan biarin kamu,untuk bisa masuk ke dalam sana,walau keadaan mu memang harus berada di sini"ucap Rey pelan.
"tuh,,kamu ngedo'a in aku gila gitu,,kenapa sih kamu tega banget sama aku,?"tanya Lina dengan mata berkaca-kaca.
Rey melihat Lina akan menangis segera memeluk nya erat.
"aku kesini ngajak kamu,buat ketemu sama seseorang,bahkan dia sudah menunggu kamu udah lama"ucap Rey membuat Lina mengerutkan dahi nya bingung.
"siapa?""tanya Lina penasaran.
"nanti kamu juga tau...dan sekarang lebih baik kita ke sana,aku takut ia mengakar di pantat nya"ucap Rey dengan candaan di akhir nya.
"kamu bisa aja,,mana ada orang mengakar,yang ada juga kamu mencakar..."ucap Lina,dengan tertawa kecil.
"eh,itu pasti,,dan ada saat nya"ucap Rey dengan tawa menggelegar.
Membuat semua orang menoleh ke arah mereka,namun mereka hanya acuh tak peduli.
"ya sudah,ayo"ajak Lina menyeret rey.membuat Rey tersenyum senang.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain,dua orang pria berbeda umur sedang bersitegang.
"apa maksud ayah,membohongi aku?"tanya Dani pada ayah nya.
"membohongi apa,dan soal apa?"tanya ayah Dani,bingung,karna sebenar nya ia belum tau yang terjadi.
"semua nya"ucap Dani datar.
"maksud kamu?"tanya ayah Dani semakin bingung.
"kenapa ayah tega,membuat ibu sakit,dan dengan tega nya ayah membunuh orang sudah baik pada ibu,bahkan ia dengan suka rela mengorbankan hidup nya untuk ibu."teriak Dani,karna sudah tak bisa membendung amarah nya pada sang ayah.
Beberapa detik ayah Dani,mencerna perkataan anak nya,hingga beberapa detik kemudian,ia tertawa terbahak-bahak.
"jadi kau sudah tau,,haha,,,tidak ku sangka ternyata kau cepat mengetahui nya,rahasia yang selama ini aku jaga."ucap ayah Dani tanpa rasa bersalah pada nak nya.
"dan asal kau tau juga,kau bukan lah anak ku,kau adalah anak dari orang yang tak tau malu,karna sudah menghamili anak majikan nya..haha"ucap nya lagi membuat Dani tak percaya,seketika badan nya melemah,setelah mendengar pernyataan tersebut,bahkan ia mengepalkan tangan nya erat.
"dan apa kau tau,ayah kandung mu,sudah aku musnahkan,bahkan aku membuat nya lumpuh sebelum aku membunuh nya"sontak ucapan tersebut membuat Dani semakin lemah,bahkan amarah nya semakin besar.
Bahkan ia tak tau,kalau orang yang ia hormati dan percanyai ternyata adalah seorang yang sangat kejam,bahkan tak punya hati.
Itu membuat Dani semakin murka,namun air mata nya tetap mengalir,karna ia mendengar sendiri kalau ayah kandung nya di bunuh dengan begitu keji.
"hiks,,kenapa kau begitu tega,bahkan kau sama seperti iblis,sekarang aku menyesal karna telah mempercayai mu,dan menghormati mu,,dan aku bersumpah,aku akan membalas semua perbuatan mu pada ayah dan ibu ku,termasuk orang-orang yang telah kau sakiti dengan begitu kejam."bentak Dani dengan wajah memerah karna amarah.
"coba saja kalau kau mampu"ucap ayah Dani meremehkan.
"brengsek kau Danu Brata."teriak Dani memanggil nama asli orang tersebut.
__ADS_1