Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 134


__ADS_3

Sesudah mereka memakan makanan nya,bahkan tak tersisa sedikit pun,siapa lagi kalau bukan bumil yang satu itu,bahkan semua orang menggeleng pelan,melihat nafsu makan bumil itu.


Sudah saat nya,mereka meminta penjelasan dari semua kejadian ini,terutama Rey,karna dari tadi ia terus saja mendesak Digo,untuk menceritakan semua nya,namun Digo tak pernah menganggap nya.


"karna perut sudah kenyang,sekarang saat nya,memberi penjelasan pada kami tentang kejadian ini"desak pak Rendra,karna ia sudah sangat penasaran,bahkan tadi ia sempat melihat sebuah kalung yang di pakai seseorang di sana.


"baiklah,tapi bisa kah kita kembali ke kamar dulu,karna aku sudah lelah."ucap Milka memelas,dan di angguki oleh semua orang.


Sampai nya di dalam kamar Milka,Milka berbaring,karna sebenar nya tubuh nya sangat lelah,apa lagi dengan perut yang semakin membesar,dan sesuai prediksi,ia akan melahirkan 2 Minggu lagi,dan harus menjalani eperasi Caesar.


"go,panggil Jack kemari"titah Milka pada Digo,dan di angguki oleh Digo.


Tak lama,Digo sudah kembali lagi bersama Jack di belakang nya.


Jack menatap sekeliling nya,entah kenapa ia merasa merinding jika berhadapan dengan suami nona nya ini.

__ADS_1


Dan beruntung nya,Arion tidak ada di sana,jadi ia sedikit merasa lega.


"jadi,kalian ingin tau tentang apa?"tanya Milka sambil menyandarkan punggung nya di kepala ranjang.


"semua nya"pungkas Rey,sedangkan Daddy Adrian hanya melongo,karna belum sempat ia berucap,tapi sudah keduluan oleh Rey.


Semua orang mendengar itu,menganggukan kepala nya,bahkan Bu Sinta ikut mengacungkan jempol nya.


"baiklah..,Jack kau bawa semua nya?"tanya Milka,dan di jawab oleh Jack.


"tikus apa kau ini hah..?..kau pikir kita akan membahas tentang korupsi,kenapa bahasa mu harus tikus,apa tak ada kata lain lagi."protes Digo membuat semua orang melongo.


"lalu,harus aku bilang buaya,kadal atau cicak begitu,kau ini aneh sekali."timpal Jack,membuat semua orang semakin melongo,bahkan Rey sampai tersedak air liur nya sendiri.


"hey,kenapa kau malah mengatakan aku aneh,justru yang aneh itu kau,sudah tau kita membahas hal yang menyangkut kejahatan,tapi kau dengan seenak nya menamai mereka dengan tikus,sekalian saja kau namai mereka dengan kucing sekalian"balas Digo sengit,bahkan semua orang di sana hanya diam mendengarkan perdebatan mereka,saat Jack akan membalas ucapan tersebut,suara datar dan dingin langsung menghentikan nya.

__ADS_1


"kalau kalian ingin berdebat jangan di sini,KELUAR"ucap Arion dingin,bahkan ia sudah menatap tajam kepada dua orang itu.


Glek


Glek


Jack dan Digo menelan Saliva mereka dengan susah payah,di tambah lagi dengan tatapan yang setajam pisau itu,membuat mereka menciut.


Daddy Adrian melihat itu sudah tak ambil pusing,ia sudah biasa saat dulu tinggal di sini,jadi sudah tak heran lagi.


"sudah,kalian berhenti berdebat,dan kau son,duduk lah,apa kau tak lelah berdiri di sana"ucap Daddy tegas.


Setelah itu tak ada lagi perdebatan,dan Arion pun sudah duduk di sebelah Milka.


"bagaimana pemeriksaan nya,apa ada sesuatu?"tanya Milka khawatir.

__ADS_1


"tidak ada,bahkan kata dokter itu,aku sudah sehat,hanya saja harus istirahat tepat waktu,dan untuk masalah bekas operasi,juga tidak masalah,mungkin karna masih baru,jadi masih ngilu,nanti juga dengan sendiri nya akan menghilang."jelas Arion panjang lebar,karna tak ingin melihat semua orang khawatir.


__ADS_2