Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 53


__ADS_3

Berbeda dengan pasangan yang di mabuk cinta,sedangkan pasangan paru baya di kamar tamu,sedang berbicara serius.


Sebelum nya Rendra,mencoba untuk memberanikan diri untuk mencerita kan semua tentang Jenny kepada Sinta selaku ibu nya.


"ma?"panggil Rendra dengan serius.


Sinta melihat suami nya yang terlihat serius,menghampiri nya dengan wajah khawatir,karna tidak biasa nya wajah suami nya di liputi ketegangan.


"ada apa pa?"tanya Sinta lembut dan menggenggam tangan Rendra lembut.


"sebenar nya ada yang ingin aku bicara kan sama kamu"ucap Rendra lemah,sembari menundukkan wajah nya.


Sinta merasa khawatir melihat suami nya yang seperti tidak biasa nya.


"pa,ada apa?...apa kau sakit?"tanya Sinta lembut.


Terdengar Rendra menarik nafas berat,dan mengangkat wajah nya,sedangkan tangan nya menggenggam tangan Sinta yang ada di tangan nya.


"sebenar nya ini tentang anak kita.."ucap Rendra pelan,bahkan di wajah nya semakin terlihat ketegangan.


"Milka,,ada apa dengan nya,apa terjadi sesuatu.?"tanya Sinta cemas.


"bukan,,bukan Milka ya,,tapi Jenny."ucap Rendra menatap wajah istri nya.


Deg


Baru saja menyebut nama nya tapi Sinta sudah menetes kan air mata nya.


"sebenar nya..."belum berucap tapi ucapan nya keburu di potong oleh Sinta.


"biarkan saja pa,aku sudah tidak mau tau lagi tentang nya,,hiks..aku sudah kecewa terhadap nya,apa lagi mendengar kalau dia akan membunuh mu dan Milka..hiks,,hiks.aku akan menerima apa pun keputusan kalian.."ucap Sinta menangis tersedu-sedu.


Merasa tak tega istri nya menangis,ia segera memeluk nya,untuk menenangkan nya.


Namun masih melanjutkan perkataan nya.


"Jenny berada di kota ini,hanya saja ia ada di suatu tempat....kalau kamu mau kita akan menemui nya di sana,dan mungkin anak kita akan di penjara atas perbuatan nya."ucap Rendra lembut.

__ADS_1


Walau pun pernikahan mereka,karena sebuah jebakan,tapi seiring berjalan nya waktu,mereka dapat menerima satu sama lain.


Bahkan,walau pun mereka tidur bersama,itu tidak lebih hanya tidur saja,apalagi semenjak menikah keadaan Rendra yang lumpuh.,dan juga perasaan mereka yang masih menyimpan rasa cinta pada mantan pasangan masing-masing.


Kembali ke situasi sekarang.


"sudah jangan manangis,malu sama anak dan menantu kita,nanti mereka kira kamu aku apa-apain."ledek Rendra,mencoba menghibur istri nya.


Sinta mendengar ucapan suami nya merasa malu,bahkan pipi nya memerah.


"ciee,ada yang malu niee"Rendra semakin gencar menggoda Sinta.


Bahkan tanpa segan-segan,Sinta mencubit pinggang suami nya.


"aaww,ternyata cubitan mu masih terasa panas saja,tidak berubah."ucap Rendra menatap wajah cantik Sinta.


Di tatap seperti itu membuat nya semakin malu dan gugup.


Walau terbilang sudah mempunyai menantu namun,mereka terbilang masih muda,bahkan kalau mereka di bandingkan dengan anak mereka,bisa di kata kan kalau mereka masih pantas menjadi kakak nya.


Apalagi Sinta,bahkan umur yang sudah kepala 4 pun masih cantik tidak terlihat kalau ia sudah mempunyai menantu.


"kamu cantik."ucap Rendra.


"apaan sih..udah tua juga masih aja nge gombal.."ucap Sinta pelan.


"eits,jangan salah walau pun kita sudah tua,tapi kalau hal seperti ini kita masih bisa mengimbangi anak muda tau."ucap Rendra ambigu..


"ngomong apaan sih,gak jelas tau"ucap Sinta malu.


"dih,gak percaya,,,,mau aku buktikan hah?"ucap Rendra dengan senyum genit nya.


"dasar mesum"ucap Sinta dengan pipi semakin merona,mendengar perkataan suami nya.


Ia seakan lupa kalau diri nya baru saja menangis.


"mesum sama istri sendiri itu wajar."ucap Rendra lembut.

__ADS_1


"udah aah,aku mau keluar dulu mau nyari anak kita dulu."ucap Sinta segera berlari keluar kamar.


Brak


Rendra mendengar pintu tertutup hanya tersenyum,karna berhasil menggoda istri nya.


"masih seperti dulu."gumam Rendra dengan senyum-senyum sendiri.


Setelah sampai di dapur,Sinta tidak melihat keberadaan Milka.


"maaf,apa bibi melihat anak saya.?"ucap Sinta ramah pada pelayan.


"maaf, nyonya besar,seperti nya nyonya muda belum turun."ucap bibi pelayan sopan.


"oh,baiklah makasih bi."ucap Sinta sopan.Karna ia tau usia pelayan tersebut lebih tua dari nya.


Karna tak menemukan Milka,akhir nya ia pun akan memasak untuk sarapan mereka.


Para koki melihat kedatangan mertua tuan nya,menunduk sopan.


"sudah tidak perlu sungkan,...karna sekarang ada saya jadi memasak untuk sarapan biar saya saja,kalian bisa mengerjakan pekerjaan lain"ucap Sinta ramah.


"tapi..."belum selesai menjawab Sinta terlebih dulu memotong nya.


"sudah,biar saya saja."ucap Sinta.


"baiklah nyonya"ucap para koki kompak.


"terima kasih."ujar Sinta tersenyum manis.


Setelah para koki pergi ia segera mengeluarkan bahan-bahan untuk memasak.


"Tante,lagi ngapain.?"tanya Fika yang sengaja ke dapur untuk mengambil minum.


"hey sayang,Tante lagi buat nasi goreng untuk sarapan."ucap Sinta.


"aku bantu Tante."ucap Fika semangat.

__ADS_1


"ayo sini"Sinta senang karna akhir nya ada yang mau memasak dengan nya.


Beberapa menit berkutat di dapur akhir nya acara memasak pun selesai,dan sekarang semua orang sudah berada di meja makan,termasuk pasutri yang sedang di mabuk cinta.


__ADS_2