
Keesokan hari nya,Arion dan Rey sudah dalam perjalanan ke kantor nya.
"bagaimana apa semua nya sudah siap?."tanya Arion datar.
"sudah,kamu tenang saja pasti kita akan mendapat kan proyek tersebut."ucap Rey yakin.
"semoga saja."gumam Arion.
Keheningan melanda kedua nya,karna mereka asyik dengan pikiran nya masing-masing.
Bahkan sampai perusahaan pun hanya keheningan yang melanda.
Berbeda dengan Milka,ia sibuk dengan ponsel nya.
"bagaimana apa semua sudah di persiap kan.?"tanya nya serius.
"sudah,bahkan kita hanya tinggal menunggu proses nya."jawab orang di sebrang telpon.
"baiklah aku tunggu kabar baik nya,dan maafkan aku karna belum bisa datang."ucap Milka.
"santai saja,tapi jangan lupa kan bonus nya..hhaa"jawab orang itu.
"itu sudah ku persiap kan,dan tolong jangan beritahu siapa pemilik sebenar nya."ucap Milka.
"tentu saja."jawab orang itu mantap.
"baiklah aku tutup dulu."ucap Milka mengakhiri telpon nya.
Huft
"aku bosan sekali."gumam Milka.
Sedangkan di sebuah bangunan di tengah hutan,seorang wanita hanya bisa menarik nafas berat.
__ADS_1
"bagaimana cara nya aku keluar dari kurungan ini."gumam nya pelan.
"bagaimana kabar mu nona.?"ucap orang kepercayaan Arion,selain Rey.
Ya,orang yang di kurung itu adalah Jenny,bahkan baru kemarin dia di kurung sudah banyak membuat kegaduhan.
Jenny yang mendengar suara itu mendongak kan wajah nya.
"cih,,lepaskan aku b******k."teriak nya,sambil menahan perih di bibir nya.
"jangan harap"ucap orang itu dingin dengan tatapan tajam.Dan melenggang pergi dari ruangan tersebut.
"aah,sial kenapa sih aku harus terkurung di tempat seperti ini."teriak nya memenuhi ruangan tersebut.
Sedangkan di perusahan NF group,banyak orang lalu lalang yang akan menghadiri undangan untuk membahas siapa yang pantas dan dapat di percaya untuk proyek besar ini.
Walau pun perusahaan NF group baru 2 tahun berdiri tapi perusahaan ini meningkat pesat,bahkan proyek yang di pegang nya pun selalu sukses tanpa ada kendala,hingga tak heran bisa mencapai posisi ke 3 di Indonesia dan Asia,tapi tidak ada yang tau siapa pemilik perusahaan ini.
Bahkan sampai sekarang pemilik perusahaan ini masih menjadi misteri.Terkecuali orang-orang ter percaya nya.
Ceklek
Semua mata memandang ke arah pintu di mana kedua orang masuk.
Deg
"ya Tuhan,kenapa wanita itu ada di sini.?"gumam Rey dalam hati.
Sedang kan wanita itu hanya tersenyum kepada semua orang yang ada di sana,namun mata nya tertuju pada seseorang yang ada di sana.Siapa lagi kalau bukan asisten Rey.
Seseorang yang menabrak nya.
Rey yang melihat itu,sedikit terpesona dengan senyum manis nya.
__ADS_1
"manis sekali."gumam nya dengan mata tak Ter alih kan.
Tanpa di sadari Arion yang melihat itu heran,bagai mana bisa asisten nya menatap seseorang dengan begitu intens.
Tak berselang lama acara pun di mulai.
Semua para pemimpin perusahaan di panggil satu persatu untuk menunjukkan proposal nya dengan cara maju ke depan.
4 jam sudah,akhirnya pertemuan pun berakhir,walau hasil keputusan nya belum di tentukan tapi Lina dan sekertaris nya Digo merasa puas dengan hasil nya.
Setelah semua orang keluar dari ruangan tersebut,dan terakhir yang keluar adalah Arion dan Rey,Lina memanggil Rey.
"maaf,tuan bolehkah kita bicara sebentar.?"tanya Lina pada Rey.
Rey yang di tanya itu pun melihat ke arah Arion,Arion yang paham pun mengangguk kan kepala nya.
"baiklah."jawab Rey dingin.
Mendengar itu pun Lina tersenyum.
"Digo,tolong bereskan ini saya ada urusan dulu sebentar."ucap Lina.
"baik Bu."ucap Digo sopan.
Karna bagaimana pun mereka harus tetap profesional di dalam kantor ,berbeda kalau sedang ber 2.
"dan maaf tuan,kalau tidak keberatan anda bisa menunggu di ruangan saya."ucap Lina sedikit cuek pada Arion.
Mendengar itu pun Arion mengepal kan tangan nya geram,"berani-berani nya anda memerintah saya."ucap Arion geram.
"maaf tuan kalau anda tidak keberatan..."ucapan Lina terpotong oleh Rey.
"hmm tuan,apa anda akan pergi,atau menunggu saya."ucap Rey dengan senyum menyebal kan nya.
__ADS_1
Arion tak menjawab ia langsung saja mengambil kunci di tangan Rey secara kasar.
"dasar kurang ajar."gerutu nya sambil melenggang pergi ke dalam lift.