Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 127


__ADS_3

Tak lama setelah pergi nya pria asing itu,Harlan bangkit dari duduk nya dan pergi keluar dengan membanting pintu.


Membuat ibu dan istri nya terlonjak kaget.


Dengan hati kecewa Harlan pergi mengendarai mobil nya,ia berniat pergi ke suatu tempat.


Setelah kepergian Harlan,ibu nya yang bernama Rosma itu menangis tergugu,entah ia menyesal atau apa,hanya dia yang tau.


Melihat ibu mertua nya menangis membuat nya iba,ia pun memberanikan memeluk mertua nya,namun yang terjadi ia malah di dorong,bahkan ia hampir terjengkang jatuh.


Melihat itu, Rani tak mengatakan apa-apa,ia pergi keluar berusaha menenangkan hati nya,walau bagaimana pun ia juga merasa kecewa,karna mertua nya lah anak nya yang harus menanggung akibat nya.


Sedangkan Milka,terlihat memasuki sebuah bangunan yang begitu mewah,meski di luar nya terlihat menyeramkan,tapi di dalam nya begitu indah,meski dengan cat yang berdominasi hitam.


Di dalam sana Milka di sambut oleh bawahan nya,atau bisa di sebut orang yang ia percaya setelah Jack.


"selamat datang nona"sambut orang itu sebut saja nama nya Rio.


"hmm,bagaimana apa sudah ada perkembangan?"tanya Milka dingin.


"untuk itu,nona bisa tanya kan kepada yang lebih tau"ucap Rio segan.

__ADS_1


"bawa aku ke sana"ucap Milka dingin.


"mari nona"ucap nya.


Mereka pun pergi ke tempat yang ingin Milka kunjungi.


Tak lama,mereka sampai di depan pintu dengan ukiran kayu yang sangat indah,dengan warna gold,terlihat indah dan mewah.


Tak lama mereka masuk,di sana terlihat dua orang yang sedang memeriksa seseorang.


"bagaiman,apa ada perkembangan?"tanya Milka dingin,namun tatapan nya tak beralih dari orang yang sedang terbaring lemah.


"kapan ia akan sadar?"tanya Milka kembali.


"kita tunggu 2 sampai 3 hari lagi,jika belum ada tanda-tanda sadar,kita akan melakukan pemeriksaan ulang"ucap dokter itu yakin.


"hmm,pergilah"ujar Milka,segera mereka keluar dari ruangan itu.


Sepergi nya mereka Milka mendekat ke arah orang tersebut yang terbaring lemah.


Milka melihat dengan tatapan sedih,bahkan air mata nya sudah mengalir.

__ADS_1


"kapan kamu bangun?,,,aku merindukan mu"gumam Milka menangis.


Tak menunggu lama,Milka segera naik ke atas ranjang,ia berbaring menghadap ke arah orang itu,Milka menelisik ke wajah orang itu,terlihat masih pucat,meski tak sepucat waktu pertama kali.


Karna sudah berapa hari kurang tidur,ia pun tak terasa tertidur sambil memeluk orang itu,namun air mata nya masih mengalir.


Tanpa Milka sadari orang itu menggerakkan jari nya,karna Milka sudah lelap dengan tidur nya.


Di tempat lain, Jenny sedang bersantai di ruang tamu rumah nya,karna sudah berapa hari Danu sudah keluar dari rumah sakit.


Tak lama ponsel nya berdering,ia melihat id nama nya seketika senyum nya mengembang.


"mama"gumam nya.


"hallo"


"nak,bisa kah kamu menemani mama ke mall,mama ingin mencari sesuatu untuk kado pernikahan Rey dan Lina"ucap Bu Sinta di sebrang sana.


"tentu saja,aku akan menjemput mama"ucap Jenny dengan senyum yang terus mengembang.


Sejak saat hari meninggal nya Arion,hubungan Jenny dan keluarga Milka semakin membaik,bahkan sudah beberapa kali Sinta dan Jenny sering bertemu,bukan hanya Bu Sinta,bahkan pak Rendra sering bertemu.

__ADS_1


__ADS_2