
Malam kembali menyapa penduduk bumi,sama dengan di apartemen Lina,ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada nya.
Flashback on
Setelah terjadi kehebohan karna ciuman pertama,dan Lina di buat kesal oleh Rey,ia bukan nya marah,namun ia malah merasa bahagia mendengar penuturan Rey pada nya,namun masih bisa di sembunyikan dengan wajah kesal nya.
"oh ayolah sayang,kamu jangan marah lagi,atau mau aku cium lagi?"ucap Rey sambil menghoda Lina.
"apaan sih,bikin kesel aja"ketus Lina sambil mencubit pinggang Rey.
"awwh,sakit yang,kenapa kamu jadi galak gitu sih?"ucap Rey sambil mengusap pinggang nya yang panas akibat cubitan Lina.
"salah sendiri selalu menggoda ku"ucap Lina ketus.
"tapi aku merasa bahagia"gumam Lina,masih di dengar Rey,dan membuat Rey bahagia.
Bahkan Rey terus tersenyum,dengan sesekali melirik kearah Lina,namun sesekali pandangan mereka bertemu.
Tak terasa mereka sudah sampai di perusahaan Milka.
"sudah sampai"ucap Rey berbisik di telinga Lina.
"eh,,ma,,maaf."ucap Lina gugup,karna mendengar bisikan dari Rey.
Baru akan membuka handle pintu,Rey menarik tangan Lina,hingga Lina tidak jadi membuka pintu.
"tunggu dulu"ucap Rey lembut dengan tangan menahan lengan Lina.
"a,,ada a,,apa?"tanya Lina gugup,melihat tangan Rey menggenggam lengan nya.
Tanpa bicara sepatah kata pun,Rey mendekat kan wajah nya ke wajah Lina,hingga aroma nafas Rey tercium oleh Lina,membuat nya memejamkan mata nya.
Cup
"besok aku jemput pagi-pagi,berdandan lah yang cantik."bisik Rey,dan di akhiri dengan mengecup pipi Lina lembut.
Membuat Lina,mematung dan tak bergerak,membuat Rey gemas dan..
Cup
Cup
Cup
Rey menghadiahi bibir Lina dengan kecupan membuat si empunya tersadar dari lamunan nya.
"sudah puas sayang?"tanya Rey dengan tatapan menggoda nya.
"a,,aapa?"tanya Lina gugup.
__ADS_1
Cup
"ini"sambil mengecup bibir Lina,yang sekarang menjadi candu nya.
Lina tidak menjawab,hanya menggeleng tanpa sadar.
Hingga beberapa detik kemudian ia menggeleng cepat,dan di tanggapi Rey dengan tersenyum.
"sudah,sekarang pergilah,bukan nya sebentar lagi ada rapat"ucap Rey sambil merapikan rambut Lina.
Seketika membuat Lina tersadar,dan memekik keras.
"ya ampun,aku lupa,,ini semua gara-gara kamu"gerutu Lina,membuat Rey gemas.
"aku pergi"ucap Lina sambil membuka pintu mobil.Rey hanya tersenyum menanggapi.
Setelah melihat punggung kekasih nya tak terlihat lagi,Rey segera melajukan mobil nya ke perusahaan tempat ia bekerja.
Flashback off..
"kenapa aku jadi deg-degan yah?"ucap Lina sambil menendang-nendang angin.
"akhh,,aku merasa malu"ucap Lina,menyembunyikan wajah nya di balik bantal.
Sedangkan Rey,ia masih berkutat dengan pekerjaan nya.
"dasar bos luknut,tak tau apa besok aku ada janji dengan kekasihku"gerutu Rey,nemun tiba-tiba tersenyum mengingat wajah kekasih nya.
Sedangkan di mansion Arion,pasangan suami istri sedang merebahkan tubuh nya di ranjang.
"sayang"rengek Arion manja.karna kesal melihat istri nya sibuk dengan tab nya.
"hmm"Milka hanya berdehem.
Mendengar jawaban itu,dan melihat istri nya tak melihat ke arah nya membuat Arion kesal.
"tidak peka"gumam Arion kesal.
Namun,yang di gerutui hanya fokus saja tanpa melirik nya.
Arion yang kesal keluar dari kamar nya dengan membanting pintu.
Brak
Seketika Milka terkejut mendengar pintu tertutup dengan kencang.
"ya ampun,ada apa lagi ini?"gumam Milka sambil memegang dada nya.
Tak ingin suami nya bertambah marah,Milka segera beranjak dari kasur dan menyusul suami nya.
__ADS_1
"sayang"panggil Milka lembut.
Tak mendengar jawaban,ia mencari ke ruang kerja,ruang tamu,dan ruang keluarga,tapi tak menemukan suami nya.
Prang
Namun,ia terperanjat kaget mendengar barang jatuh dari arah dapur.Tanpa ragu ia berlari ke arah suara.
"ya ampun sayang,kamu sedang apa?"tanya Milka melihat suami nya yang sedang berjongkok di bawah kompor.
Seakan tuli,suami nya tidak menyahuti pertanyaan istri nya.Dan sudah di pastikan suami nya ini masih kesal.
Tanpa di suruh,ia mengambil alih panci yang di pegang suami nya.
Tanpa banyak bertanya,ia segera memasak makanan yang di ingin kan suami nya.Ternyata suami nya sedang memasak mie instan.
"sayang,tunggu di meja makan ya?,,,nanti kalau sudah masak aku anterin"ucap Milka lembut,namun suami nya masih saja kesal,bahkan bibir nya mengerucut.
Beberapa menit,mie nya sudah masak dan ia memberikan nya pada suami nya,yang sudah duduk di meja makan.
"makanlah"ucap Milka sambil menyodorkan mangkuk nya.
Tanpa bicara,Arion melahap mie nya dengan lahap,bahkan tak membutuhkan waktu lama,mangkuk nya sudah kosong,bahkan air kuah nya pun tak ada sedikit pun.
Milka segera memberikan air putih,yang sudah tersedia di atas meja.
Setelah kenyang Arion pergi meninggalkan Milka sendiri.
"huft,,masih saja merajuk"ucap Milka,menghela nafas panjang.
Setelah itu,ia menyusul suami nya ke kamar,setelah membereskan bekas makan suami nya.
Sampai di dalam kamar,ia melihat suami nya sudah berbaring,membelakangi pintu.
Milka pun menyusul nya ikut berbaring,sambil memeluk suami nya dari belakang.
"sayang"panggil Milka,namun masih belum di respon.
"sayang,, anak-anak kamu pengen di tengok oleh Daddy nya loh"ucap Milka dengan berbisik di telinga Arion.
Mendengar itu Arion,senang bukan main.ia langsung berbalik menghadap istri nya.
"benarkah?"ucap Arion dengan mengecup bibir Milka.
"i,,iya"ucap Milka gugup.
"ya ampun,habislah aku,,kenapa aku berbicara begitu sih"gerutu Milka dalam hati.
"baiklah,Daddy akan menengok kalian."ucap Arion bersemangat sambil membuka baju nya.
__ADS_1
"di rayu gituan langsung aja semangat,tadi aja,udah kaya apa"batin Milka merasa heran dengan suami nya.
Dan begitu lah,yang harus terjadi,terjadi lah.