
Mendengar percakapan yang tak berfaedah itu,membuat Milka jengah,,ia kemudian berkata dengan datar.
"lanjutkan"titah Milka,dan di angguki oleh Jack.
"dan saat kita akan membawa tuan pergi, badan tuan sudah dingin,bahkan sudah pucat bagai mayat,namun kami tak menghiraukan nya,karna kami harus segera membawa nya,tuan harus segera menjalani operasi,untuk tranpasi jantung."jelas Jack membuat semua orang terdiam.
"lalu.?"tanya Arion,karna sebenar nya ia juga penasaran.
"di perjalanan,kami mendapat kendala,salah satu anak buah ku,berkata,kalau jalan yang kita lalui ada kecelakaan,dan itu pasti akan membuat perjalanan menjadi lambat,tapi aku punya jalan tikus,dan kebetulan juga kita sudah dekat dengan markas ini"ucap Jack.
Semua mendengar itu hanya bisa terdiam,bahkan Fika semakin mengeratkan pelukan nya pada Digo.
Perlakuan itu membuat Digo tidak nyaman,bahkan ia terus saja mendorong kepala Fika agar menjauh.
"ck,menjauhlah,apa kau tidak malu"bisik Digo,dan Fika malah semakin mengeratkan pelukan nya.
"gak mau"ucap Fika.
__ADS_1
"ya tuhan"gumam Digo merasa kesal.
Mendengar bisik bisik di samping nya membuat Daddy Adrian melihat ke arah mereka.
"kalian ini kenapa,sedari tadi berisik sekali,apa kalian ingin segera ku nikahkan,kalian ini,kadang suka tak tau tempat"omel Daddy karna kesal melihat tingkah laku mereka.
"mau,tidak"ucap Fika dan Digo berbarengan.
"kamu kenapa sih,tidak mau,apa kamu mau aku menikah dengan orang lain,dan memiliki anak dengan pria lain,kamu ini seperti tidak serius menjalani hubungan ini"gerutu Fika pada Digo.
Digo mendengar itu,menggelengkan kepala nya."bukan begitu.."ucapan Digo terpotong oleh Fika.
"honey,bukan begitu maksudku,kamu kan tau,tak lama lagi kakak mu itu akan melahirkan,dan pasti nya aku akan sangat sibuk,dan pastinya pekerjaan ku akan menumpuk,dan juga pasti kamu akan terabaikan olehku."jelas Digo,supaya kekasihnya ini tak marah lagi padanya.
Sebenarnya,sudah beberapa bulan ini mereka menjadi sepasang kekasih,setelah kejadian Fika yang di jebak oleh teman nya.
Para orang tua mendengar itu,hanya bisa menggelengkan kepala nya,karna bagi mereka ini sudah biasa.
__ADS_1
Mereka membiarkan pasangan itu berdebat,sedangkan Jack yang sudah ingin keluar dari ruangan itu langsung menggeplak kepala Digo.
Plak
"aww,kenapa kau memukul ku,kau tidak lihat kalau aku sedang membujuk kekasihku"ringis Digo karna pukulan itu sangat keras.
"kau itu,kalau mau bertengkar jangan di sini,kau itu mengganggu saja"ketus Jack.
"aah sudahlah,kalian semua keluar saja,aku ingin istirahat,kau bisa melanjutkan cerita mu di tempat lain."bentak Milka,karna sudah merasa lelah,dan mereka patuh mereka keluar dari kamar itu,dan pergi ke ruangan lain.
"baiklah,kalian istirahat lah,biar kami yang mendengarkan cerita dari anak itu"ucap Bu Sinta,entah kenapa ia merasa suka dengan Jack.
Mereka semua pergi dari sana,dan meninggalkan pasutri itu untuk istirahat.
Sedangkan di luar,Digo masih berusaha membujuk Fika agar tak marah lagi,namun semua nya sia sia karna Fika tak mau mendengarkan ucapan Digo.
Berbeda dengan pengantin baru yang baru semalam menjadi pasangan suami istri,mereka saling menatap mesra dengan saling memandang,sambil menggandeng tangan.
__ADS_1
Jack,jangan di tanya,ia sudah seperti mangsa yang sudah siap di terkam mangsa nya,bahkan ia tak berani mengangkat wajah nya,walau sedikit.