
Flashback on
Beberapa bulan menjadi penghuni penjara,membuat nya muak,bahkan ia sudah seringkali berusaha kabur,namun tetap saja ia tertangkap.
Entah ada apa,beberapa bulan berlalu,ayah nya Danu,datang menjenguk nya,namun ia merasa senang karna masih ada yang peduli pada nya.
Ia juga merasa sedih,karna ibu nya Sinta tak pernah sekali pun menjenguk nya,bahkan sempat menanya kan pada ayah nya,namun ia selalu mendapat jawaban,kalau ibu nya sudah tak peduli dan sudah bahagia.
Walau pun ia tak pernah menghormati ibu nya dan selalu berbuat kasar,namun dalam hati kecil nya ia juga menyayangi ibu nya.
Bahkan,semenjak ibu nya menikah lagi dengan Rendra,membuat ia semakin tak menghormati ibu nya,meski ia pernah berkata lembut pada ibu nya,ia hanya bersandiwara saja,supaya kejahatan nya tidak terbongkar.
Satu bulan berlalu,semenjak ayah nya datang menjenguk,ia masih berusaha kabur,namun entah keberuntungan dari mana,ia berhasil walau harus dengan luka yang cukup parah,bahkan hampir kehilangan nyawa nya.
Malam pada hari peristiwa ia kabur,ia sengaja meminun racun yang di berikan ayah nya.
"ini,gunakan ini,agar kau bisa keluar dari sini,dan ingat jangan sampai ketahuan,dan yang penting jangan sampai terlalu lama kau diam,karna benda ini sangat cepat bereaksi."ucap Danu,waktu itu.
Karna sudah tak sabar ingin segera keluar dari tempat mengerikan ini,malam nya ia langsung mengerjakan apa yang di suruh ayah nya.
Ternyata benar,baru satu menit ia meminum nya,obat itu langsung bereaksi,ia segera meminta tolong pada penjaga di sana.
Penjaga yang mendengar teriakan minta tolong itu pun segera menghampiri Jenny,yang dari mulut nya sudah keluar busa,dengan kulit yang berubah menjadi kebiru-biruan.
__ADS_1
Penjaga pun panik,dan segera memanggil teman nya,tak berapa lama,ia sudah di bawa ke rumah sakit terdekat,di sana ia mendapat perawatan intensif,karna racun yang di minum nya sungguh berbahaya.
Di saat keadaan,mulai kondusif,dan para dokter dan perawat sudah selesai dengan tugas nya,seseorang masuk dengan pakaian dokter nya,dokter gadungan itu menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh Jenny,entah apa yang di suntikkan nya itu,namun itu membuat Jenny lebih cepat sadar.
"bagus,kau sudah sadar,sekarang kau hanya harus pura-pura masih tak sadarkan diri,supaya gampang mengelabui dua polisi yang berjaga di luar ruangan."ucap dokter gadungan itu.
Setelah selesai dengan tugas nya,dokter itu pun keluar,dan Jenny menjalankan peran nya,walau ia masih lemah,namun ia ingin segera bebas dari tempat mengerikan itu.
Sedangkan dokter itu,melewati dua orang polisi yang berjaga di sana tanpa menimbulkan kecurigaan.
Ke esokan pagi nya,suasana ricuh terdengar di lorong rumah sakit,tempat Jenny di rawat.
Semua orang termasuk dokter dan perawat kalang kabut mencari tahanan yang kabur.
Berbeda dengan tempat di mana orang itu di cari,ia sedang di rawat intensive,karna sisa racun tersebut masih ada,namun badan nya sudah ber angsur pulih.
Sampai waktu dua Minggu itu pun berlalu,sekarang Jenny sudah segar kembali,bahkan racun di tubuh nya sudah hilang sepenuh nya,karna Danu beberapa kali menyuntikan penawar obat itu.
Dan sampailah sekarang ia berada di sini,di kediaman arion.ia berniat untuk merusak kebahagian Arion dan Milka,namun ternyata semua nya sia-sia.
Flashback off.
Setelah mendapat tamparan dari Milka,ia berusaha untuk berdiri dan membalas nya,namun sebelum itu,Milka sudah bertindak lebih dulu bahkan ia mendapatkan tamparan lebih keras lagi.
__ADS_1
Plak
"ku beri kau satu rahasia"bisik Milka di telinga Jenny.
"sebenar nya,kau itu bukan anak kandung dari mama Sinta."ucap Milka,mendengar itu Jenny tidak percaya bahkan ia menggelengkan kepalanya.
"bohong,kau pasti bohong"teriak Jenny tidak percaya.Mendengar teriakan itu,semua orang melihat pada nya,berbeda dengan Sinta,ia kembali meneteskan air mata nya,karna tak tega ia menggelengkan kepala nya.
"sudah nak,jangan di teruskan,biarkan itu menjadi rahasia."pinta Sinta terisak,namun mendapat gelengan dari Milka.
"tidak,pokok nya dia harus tau yang sebenar nya,karna kalau tidak,ia pasti akan semena-mena pada mama lagi,dan aku tak mau itu."ucap Milka tegas.
Setelah mengatakan itu,Milka berbalik melihat Jenny kembali.
"dan kau j****g,asal kau tau, kau itu sama seperti ibu mu,yang seorang pemuas n***u,para hidung belang,bahkan kau sendiri gak jauh dari itu."ucap Milka pedas,membuat Jenny bertambah syok tak percaya.
"tidak,,,tidak itu pasti hanya karangan mu saja,tidak mungkin.."ucap Jenny yang terlihat syok berat.
"ck,tapi itu kenyataan nya,dan kalau kau tidak percaya,kau datang saja ke tempat di mana ibu mu bekerja."ucap Milka,berbalik untuk mengambil sesuatu di atas meja,yang tersedia di situ.
"ini..pergilah kalau kau tidak percaya,dan kau tidak akan sulit untuk mencari nya,kau hanya tinggal melihat diri mu sendiri"ucap Milka sembari berbalik ke arah mama Sinta.
Sedangkan Jenny,hanya duduk mengenaskan di atas lantai marmer,ia belum bergerak sedikit pun,dan terlihat ia masih terlihat syok.
__ADS_1
Sinta berusaha untuk menghampiri nya untuk memeluk nya,namun Milka mencegah itu,karna ia tak ingin ibu nya itu mendapat respon yang tidak baik,karna ia tau seperti apa sikap Jenny pada ibu sambung nya itu.
Walaupun tak tega ia berusaha untuk diam,walau dalam hati nya ia ingin memeluk nya,walau bagaimana pun l,ia yang mengasuh nya dari ia masih berusia 8 bulan,tapi ia tak bisa berbuat apa-apa,apa lagi melihat tatapan sang kakak sepupu yang manatap nya tajam.