
Berbeda di tempat lain,pak Rendra dan Bu Sinta,mereka sedang duduk berdua di taman belakang.
Entah apa yang mereka bincangkan,bahkan sesekali terlihat Bu Sinta tertawa begitu lepas,seakan tak ada beban.
Melihat itu,pak Rendra merasa bahagia,ia seakan jatuh cinta untuk ke dua kali nya pada orang yang sama.
Andai saja dulu ke dua orang tua nya tak egois,mungkin sampai saat ini ia menikah hanya sekali.namun itu semua tak terjadi,karna ia di jodohkan dengan ibu nya Milka,bahkan ke dua orang tua nya dan orang tua ibu nya Milka,sudah menjodohkan mereka sewaktu mereka masih bayi.
Bahkan dulu,ia sempat akan menikahi Sinta,namun Sinta menolak nya keras,karna ia tak ingin menyakiti sahabat nya Naina,ibunya Milka.
Namun sekarang ia merasa bahagia,karna wanita yang dulu ia cintai,kembali bersama nya,meski harus dengan jalan yang rumit.
"ma.?"panggil pak Rendra lembut.
"ya."saut Bu Sinta."ada apa mas?"tanya Sinta kemudian.
"terima kasih"ucap pak Rendra sambil menggenggam tangan Bu Sinta.
Mendengar itu Bu Sinta mengerutkan kening nya.
"untuk apa,mas.?"tanya Bu Sinta lagi.
"untuk semua nya,untuk kamu yang harus berkorban,demi menyelamatkan anak ku,serta aku sendiri."ucap pak Rendra dengan tatapan sendu.
__ADS_1
Bu Sinta tersenyum mendengar perkataan suami nya,lalu ia menggenggam kembali tangan pak Rendra.
"kamu tau,aku melakukan semua itu,hanya agar kamu selalu bahagia,apa kamu tau,saat alm.Naina sakit,beberapa bulan yang lalu.?.."tanya Bu Sinta dengan tatapan sendu,bahkan pak Rendra hanya diam.
"ia meminta ku untuk membuat kamu menncintai dan menyayangi aku lagi,tapi aku sadar,aku tidak bisa menggantikan posisi nya di hati mas,dan saat ia melakukan penjebakan itu,agar kita bisa menikah,aku merasa bingung,bahkan aku merasa tidak akan sanggup,tapi ia tetap meamaksa ku,bahkan ia mengancam ku akan membuang ku tempat jauh."ucap Bu Sinta dengan mata berkaca-kaca,namun tersungging senyum tipis di sana.
Pak Rendra mendengar itu,hanya bisa menunduk,entah kenapa ia merasa bersalah pada istri nya saat ini dan pada ibu nya Milka.
Mungkin,kalau ia belum melihat rekaman Vidio saat ibunya Milka,memberi tahukan segala,bahkan yang membuat ia tak habis pikir,bagaimana mungkin,wanita yang sangat berhati lembut,harus rela mengorban diri nya.
Bahkan ia sangat ingat,waktu kecelakaan 5 tahun yang lalu yang hampir merebut nyawa nya.
Flashback on
Entah apa yang terjadi,tiba-tiba ada segerombolan orang yang mencegat nya,bahkan mereka membawa senjata.
Belum hilang keterkejutan nya,seseorang dari mereka memukul kaca mobil hingga pecah,bahkan sebagian ada yang menancap di lengan nya.
Rendra di paksa turun,bahkan ia di seret seperti karung.
Rendra tak bisa melawan,karna dasar nya ia tak menguasai ilmu bela diri apa pun.
Setelah lepas,Rendra berusaha melawan,namun ia tetap kalah,tanpa ia sadari,di belakang nya ada seseorang yang membawa balok kayu,tanpa aba-aba,orang itu memukul nya di tengkuk Rendra.
__ADS_1
Karna tak kuat menahan pusing,ia ambruk di atas jalan,saat orang itu akan memukul kembali dengan balok kayu,ada seseorang yang menolong,ia tak melihat jelas wajah orang itu,namun ia yakin,kalau orang itu seorang wanita.
Di sela kesadaran nya,entah kenapa ia menyebut nama"Sinta".
Setelah mengucapkan kata itu,ia langsung tak sadarkan diri.Entah apa yang terjadi selanjutnya,sesaat ia sadar,ia sudah berada di rumah sakit.
"mas,kamu sudah sadar.?"tanya ibu Milka khawatir.
Mendengar pertanyaan dari istri nya, Rendra mencoba bangun untuk duduk.
Melihat itu,ibu Milka membantu suami nya duduk.
"dimana orang yang menolongku?"tanya Rendra pelan.
"maksud mas,aku tidak melihat ada orang di sini,bahkan aku baru tau saat mas sudah ada di rumah sakit."ucap Naina bingung.
"benarkah?"gumam nya.
Setelah itu,ia tak lagi bicara,ia hanya melamun mengingat wajah orang yang menolong nya.
"aku sangat yakin,wanita itu Sinta,karna aku hafal wangi dari rambut nya,bahkan rasa nya hati ini merasa nyaman,walau pun hanya sebentar.lalu sekarang kemana dia,apa dia baik-baik saja."batin Rendra.
Flashback off.
__ADS_1
Dan sejak saat itu,Rendra selalu mencari orang itu,namun nihil.namun entah takdir atau apa,ia malah di pertemukan dalam keadaan yang salah.