
Di sebuah rumah sederhana,beberapa pria sedang membicarakan sesuatu,lebih tepat nya merencana kan sesuatu.
Mereka berencana,ingin melenyapkan seseorang,namun mereka harus pintar-pintar membuat rencana,karna mereka tak ingin gagal lagi dan lagi,bahkan rasa nya mereka,sudah bosan melakukan nya pada orang itu.
"apa kalian yakin rencana ini berhasil?"ucap seseorang dengan tegas.
"te,,tentu sa,,saja tuan"ucap mereka gugup.
"bagus,karna aku tak ingin mendengar lagi kata gagal"ucap orang itu dengan senyuman devil.
"baik tuan"ucap mereka serempak.
Setelah itu semua kembali pada urusan masing-masing,anak buah itu kembali melanjutkan rencana nya.
Sedangkan tuan nya,memilih untuk tidak ikut campur dalam rencana anak buah nya.
Ia kembali ke kamar nya,walau rumah itu sederhana,namun dalam rumah itu terlihat mewah.
Ia memasuki kamar nya,ia melihat sebuah foto usang bahkan gambar nya yang hampir pudar.
"sebentar lagi,aku akan membalaskan semua rasa sakit mu sayang"ucap nya dengan tatapan sendu.
"walau pun ayah nya sudah tak ada,tapi masih ada anak nya,bahkan aku akan membuat nya merasakan apa itu kehilangan yang sangat menyakitkan"ucap nya lagi,tak terasa air mata nya menetes.
Entah foto siapa yang di ajak nya bicara,sehingga ia begitu mencintai nya.
Pria dengan wajah tampan dan tegas itu tampak masih gagah,walau usia nya tak lagi muda,ia masih menjadi incaran para perempuan,bahkan di antara nya ada yang rela naik ke atas ranjang nya.
Setelah puas memandangi foto itu,ia kembali menyimpan nya di dalam dompet nya.
Ia merebahkan tubuh nya,namun ia tak bisa memejamkan mata nya,entah apa yang di fikirkan nya,hanya ia yang tau.
Berbeda dengan anak buah nya,mereka masih berbincang dengan serius.
"baiklah,seperti nya kita akan menjalankan rencana nya Minggu depan"ucap ketua dari mereka.
"baik"ucap mereka serempak.
__ADS_1
"sekarang kita istirahat"ucap nya lagi.
Tak lama mereka semua bubar,masuk kekamar mereka.
Cuaca pagi ini sangat lah cerah,namun tak secerah hati seseorang di dalam kamar nya,bahkan lingkaran hitam menghiasi di bawah mata nya,entah kenapa air mata nya menetes tanpa permisi, sengaja mata nya menatap seseorang yang tidur di samping nya,bukan nya tenang,malah semakin merasa sesak di dada nya.
Hiks
Terdengar isakan kecil keluar dari bibir nya,membuat seseorang di samping nya merasa terusik,pelan tapi pasti mata nya terbuka,dan telinga mendengar suara seseorang yang sedang menangis,namun ia bingung apa yang di tangisi nya hingga begitu menyedihkan.
Namun,ia langsung tersentak,begitu melihat siapa yang menangis menyedihkan itu,ia segera merengkuh badan itu dengan sangat lembut.
Entah mengapa ia merasa kan sakit pada hatinya,bahkan ia juga tak sadar meneteskan air mata nya.
"sayang?"panggil nya lembut,namun suara nya sedikit serak,bukan sautan suara yang ia dengar,namun malah tangisan yang semakin kencang.
"sssttt,ada apa sayang,kenapa menangis begini,hmm?,,apa aku menyakiti mu,atau ada orang yang berbuat jahat pada mu,hmm?"pertanyaan itu tak di jawab oleh orang yang tengah di peluk nya,hanya saja terlihat gelengan kepala saja.
Ia tak lagi bertanya,malah ia semakin mengeratkan pelukan nya itu,ia mencoba membuat nya tenang.
Hiks
"kamu tidak akan meninggalkan ku kan,kamu akan selalu bersama ku kan,akan menemani anak-anak kita tumbuh besar,dan menemani ku sampai tua?"tanya si wanita dengan beruraian air mata.
Deg
Entah kenapa,pertanyaan itu begitu menyesakkan,bahkan ia semakin mengeratkan pelukan nya.
Karna tak mendengar jawaban dari pertanyaan nya,membuat ia memanggil orang yang memeluk nya.
"sayang?"panggil nya dengan suara serak.
Namun tetap tak ada jawaban apa pun,hingga ia mengurai pelukan nya.
"sayang,,Arion Putra Hilmawan.."panggil nya dengan suara keras,membuat sang empu terkejut.
"ada apa sayang,,,Milka Pramudya putri?"tanya nya setelah beberapa detik setelah rasa terkejut nya hilang.
__ADS_1
Ya,mereka adalah pasangan suami istri,Milka dan Arion.
"kenapa kamu diam saja,bahkan tidak menjawab pertanyaan ku"ucap Milka sendu.
"apa kamu berniat meninggalkan ku?"tanya nya dengan suara pelan,bahkan air mata nya ikut menetes
Mendengar itu,membuat Arion tersentak.."tidak,,sayang,bagaimana mungkin aku meninggalkan mu dan anak-anak kita hmm,?"
"lalu,kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku?"tanya Milka sendu.
Melihat itu Arion segera memeluk istri nya lembut,dan mengecup kepala nya.
"tentu tidak sayang,bagaimana bisa aku meninggalkan kalian hmm,sedangkan kalian adalah hidup ku,kalian adalah semangat hidupku"ucap Arion membuat Milka terisak.
"janji?"
"janji"
"maaf sayang bila aku harus memberi mu janji palsu,karna aku merasa bahwa aku akan pergi untuk waktu yang sangat lama,bahkan mungkin tak akan kembali"batin Arion.
"sstt,sudah sayang jangan menangis lagi,kasian anak-anak kita jadi sedih,,dan apa ini kenapa mata mu seperti mata panda,apa kamu tidak tidur semalaman hmm?"tanya Arion lembut dan menangkap wajah Milka.
"aku tidak bisa tidur,setelah semalam bermimpi,kalau kamu meninggalkan ku,bahkan kamu tidak melihat ku sama sekali,walau sudah aku panggil berkali-kali."ucap Milka sedih.
Mendengar penjelasan istri nya,membuat Arion memeluk Milka kembali.
"bahkan,kamu semakin menjauh,aku sudah lelah mengejar mu,tapi bukan semakin mendekat,tapi malah semakin jauh,,hiks"ucap Milka dan mulai menangis lagi.
"sudah lah sayang,lupakan mimpi itu,jangan sampai karna mimpi itu kamu sakit,lagi pula aku tak kan meninggal kan mu,karna aku ingin menemani mu melahirkan...mungkin"ucap arion di teruskan dengan suara hati nya.
"tentu saja kamu harus menemani ku,karna aku ingin kamu yang pertama melihat anak kita"ucap Milka dengan senyum di wajah nya.
"ya sudah sekarang kita mandi,apa mau mandi bersama?"goda Arion,membuat Milka merona malu.
Tanpa aba-aba Arion berdiri di hadapan Milka,dan segera menggendong Milka membawa nya ke kamar mandi.
"aku menginginkan mu"bisik Arion membuat Milka semakin malu.
__ADS_1
Melihat itu Arion tersenyum,dan tiba di kamar mandi,segera menurunkan Milka,di sisi bak mandi,mengisi air nya hingga penuh,dan mereka berendam bersama,namun setelah itu terjadilah sesuatu yang di inginkan mereka berdua,membagi kehangatan dan peluh bersamaan.